Thursday, 22 November 2012

Udara//Mengada




Udara, betapa ia  selalu menjadi juara
Bila harus bercerita tentang ketulusan hatinya,
Udara itu sederhana, bersahaja, tanpa banyak sandiwara
Ia bahkan tak perlu tampil mengemuka, tapi siapa yang bisa hidup tanpanya?
Mengudara bergerak bebas di antara manusia manusia
Mungkin menyelusup di antara kamu, dia, kalian, mereka, saya.
Ia bergerak bebas,  mengada tanpa jeda
Tak perlu memilih, tanpa perlu dipilih,
Ia hanya mengada, hadir tanpa akhir
Tak peduli manusia merasa hadirnya atau melupa
Udara, ia tetap ada
Betapa kecil saya dibandingkan udara,
Saya, yang masih ingin memilih, masih ingin dipilih, ingin terlihat ada
Mungkin harus banyak belajar pada udara
 

Glasgow, 22 November 2012 

** Untuk sahabatku yang sedang kecewa hatinya, memang butuh hati baja untuk bisa menandingi ketulusan udara, tapi percayalah engkau bisa terus mengada, seperti udara, bahkan bilapun hanya bisa dalam doa.

0 comments:

Post a Comment