Thursday, 26 September 2013

Tanya Tuhan


 
Hari ini aku dilontari pertanyaan, sebuah pertanyaan yang sebenarnya juga kutanyakan sekian lama pada Tuhan. Belum terjawab. Belum kutemui jawabannya. Hanya isyaratNya yang kutangkap pada suara hujan, pada lengkung lembayung sore, pada rantai-rantai kejadian, pada waktu yang masih memberikan kesempatan.
Aku hanya tersenyum dan menjawab : Tanya Tuhan.
Karena sebenarnya aku memang tidak tahu. Bahwa memang takdir dan rencanaNya bagi tiap manusia bukankah tak bisa terduga setiap detiknya?. Tapi seringkali manusia sepertinya punya kemampuan digdaya untuk bisa menjawab dengan mantap seperti apa kisah, kejadian atau peristiwa di masa depan. Tiap manusia berubah menjadi ahli penerawangan bagi diri mereka sendiri, tanpa mereka sadari. Manusia tahu Tuhan ada, tapi kadangkala manusia merasa Ia terlalu tinggi, terlalu remeh untuk sekedar mengurusi nasibmu. Lalu kapan kau merasai pengalamanmu berTuhan bila berpikir begitu?
Ataukah mereka merasa hidup begitu mudah ditebak? Ataukah ceritanya akan sama seperti tebak mereka. Dan mungkin juga merasa hari-hari seperti berjalan sama. Entahlah.
Jadi tentang pertanyaan, bilakah kejadian kebetulan-kebetulan itu seperti sebuah isyarat, sebuah petunjuk untuk menempuh pilihan tersebut?
Rasa manusiaku menjawab iya. Karena hanya dengan menangkap isyaratNya, petunjukNya, kejadianNya, bisa kuraba-raba jalan yang ingin kutempuh berikutnya.
Tapi siapa yang pernah tahu tentang realita masa depan? Hanya Tuhan. Di titik inilah saya mengalami kemahakuasaanNya.
            “Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Tahu” yang sering kita ucapkan itu, apakah memang benar-benar kita alami? Tanyailah dirimu sesekali.
Apa hanya itu seperti sebuah tulisan tanpa makna? apakah seperti kata-kata yang kau ucap berkali kali namun tak pernah kau rasai maknanya? Tuhan yang Maha Kuasa. Namun seringkali manusia merasa punya kuasa membaca masa depan.
 Suatu hari, suatu waktu, suatu saat, Tuhan akan banyak memberikanmu  kejadian kebetulan-kebetulan. Atau yang kau sangka kebetulan, karena mungkin itu hanya sebuah kejadian yang direncanakan Tuhan. Aku lebih suka menyebutnya keajaiban.
Iyah, suatu saat kau akan merasai dan mengalami keMaha KuasaanNya. Bukan hanya kata-kata, atau tulisan yang kau baca di buku agama.
Kadangkala ketidakpastian, ketidaktahuan adalah jalan-jalan yang membawaimu pada pengalaman KeTuhanan.
Seperti hari ini, kala dilontari lagi pertanyaan: Mana ada kebetulan seperti itu? Sepertinya bukan kebetulan.
Entahlah. Aku tidak tahu. Pertanyaan itu saja sudah lama mengendap di pikirku.
Tidak tahu. Tidak kuasa. Dan benar-benar kusadari dan kurasai keMaha KuasaanNya
Tanya Tuhan saja, jawabku.
Tanya Tuhan

Glasgow, 26 Sept 2013.


1 comments:

Afa said...

Emh...
Aku pernah berdebat dengan seorang kakak tingkat, yang sudah ku anggap sebagai saudara sendiri : tentang teologi. Salah satunya, tentang hal-hal yang dikatakan orang-orang sebagai 'kebetulan'. Ia mengatakan, kebetulan jelas ada, bahkan Tuhan pun 'tidak tahu' bahwa itu akan terjadi. Penjelasan yg super rumit ala Al Farabi itu (sederhananya, bahwa Tuhan hanya memikirkan Diri-Nya sendiri, karena memang hanya Ia yang benar-benar 'Ada'), akhirnya kupahami.
Tuhan tak 'bermain dadu', kalo kata Einstein. Kalo para agamawan, ada di surat al hadid 20-21 (?), bahwa semua kemungkinan-kemungkinan takdir sudah tertulis, yang 'cabang-cabang jalannya' bahkan lebih rumit daripada serabut syaraf otak.
Tentang pertolongan Tuhan, ada cerita menarik, seorang yg hampir tenggelam di laut (kisah klasik yg sering terdengar, film Pursuit of Happyness) :
Seseorang akan tenggelam, lalu sebuah perahu datang. Ia berkata, "Tidak, terima kasih. Tuhan akan menolongku," kemudia datang lagi kapal yang lebih besar. Tapi ia tetap saja berkata, "Tidak, terima kasih. Tuhan pasti menolongku," tapi kemudia ia mati dan masuk surga. Di surga ia bertanya pada Tuhan, "Mengapa Engkau tak datang menolongku?"
"Aku datang beberapa kali, tapi kau menolakku,"
Seperti kisah Musa dan seorang miskin.

:)[

Post a Comment