Friday, 10 April 2015

Home Sweet Home : Rumah Kita

Foto : Dokumentasi Pribadi


Hari ini menjadi salah satu hari yang bersejarah dalam hidup saya heheh, akhirnya..saya menemukan rumah. Iya, rumah dalam artian sebenarnya, rumah fisik tempat saya akan kembali kala pulang nanti ke Indonesia nanti. Rumah tentu saja merupakan hal yang cukup besar dalam hidup saya, artinya saya sudah memutuskan untuk menetap. Setelah menetapkan hati, saatnya saya menetapkan diri #halaaah.
Dulu saat saya mulai bekerja sebagai dosen di Unsoed, belum terpikirkan sama sekali rencana untuk mempunyai rumah. Hampir dua tahun saya bekerja, sebelum memutuskan untuk studi lanjut, saya asik asik saja ngekos. Dengan biaya kos-kosan di Purwokerto yang relatif murah dan kos saya yang terakhir pun super nyaman. Tetapi beberapa saat ini, ketika kemungkinan tak kurang dari setahun lagi saya akan pulang ke Indonesia, keinginan mempunyai rumah sendiri terus menguat.
            "Mau sampai kapan kamu mau ngekos? Atau pulang-pulang mau ngontrak rumah lagi?” begitu tanya saya pada diri sendiri.
Akhirnya proses pencarian rumah pun berlangsung, ada kawan yang menawari rumah namun setelah ditengok oleh orang tua di Indonesia ternyata tidak cocok. Tidak berselang lama, akhirnya jodoh juga dengan sebuah rumah yang terletak sekitar 20 menit dari kampus.
            “ Rumahnya di sampingnya sawah, asri, ada taman di depan dan masih ada space di belakang,” tutur bapak saya via skype setelah beliau melihat langsung kondisi rumah dan lingkungannya. Kedua orang tua saya cocok berat dengan rumah itu, dan setelah melihat rumah dari foto saya pun kepincut. Lokasinya ternyata di dekat daerah KKN saya dulu sewaktu S1, jadi saya sangat familiar dengan jalan dan daerahnya. Saya masih ingat jalan menuju ke sana yang masih hijau dan bersawah-sawah. Dari dulu saya memang inginnya rumah yang adem, tidak terlalu di kota tapi juga nggak desa banget. Dan sepertinya rumah yang saya beli ini cocok dengan keinginan saya.
Tak butuh waktu lama negosiasi dan deal untuk membeli rumah tersebut. Yang dipikirin sekarang adalah dana untuk melunasinya ahaha. Tapi setidaknya sudah resmi hak milik mulai hari ini. Alhamdulillah.
Jadi saya menetap nih di Purwokerto? Hehe memutuskan membeli rumah di sana artinya saya sudah memutuskan untuk menetap. Walaupun saat awal saya berencana mencari rumah, pertanyaan dari bapak saya membuat saya tertawa,
            “ Mau cari di Jogya atau Purwokerto?” tanya bapak saya waktu itu. Ahaha sepertinya bapak saya yang belum move on dari Jogya. Tenang pak, kalau ada rejeki kita beli rumah peristirahatan di Jogya ya #ngimpiii ahaha.
Iya, kini saya sudah memutuskan untuk  menetap di Purwokerto.  Pulang nanti insyaAllah sudah ada tempat saya untuk menetap. Ingin segera menata-nata rumah, gatel mendekorasi semuanya, dan memulai hidup baru  *bersamamu? # eh. Amin
Rumah, tentu saja seperti tempat untuk pulang. Saya menetapkan hati kemana saya akan pulang sementara waktu ini. Entah hidup ke depan membawa saya kemana tapi setidaknya saya sudah memutuskan. Dulu mungkin belum terpikir karena saya masih bimbang akan menetap dimana *padahal udah jelas-jelas kerjaan tetap di Purwokerto ehehe.
Kini, saya (kita-eh) mulai menata semuanya satu demi satu, semoga segala langkah dimudahkan. Ada bahagia dengan satu langkah ini, iya tentu saja. Salah satu kuasa manusia memang berencana dan mencipta. Iya kita bisa mencipta apapun, kondisi apapun yang kita inginkan. Masalah kenyataan sesuai atau tidak dengan rencana saya, bukan kuasa saya lagi. Saya mencoba belajar menjadi “independent” terhadap hasil. Menikmati usaha, proses dan penciptaan yang sanggup saya upayakan.
Ah, hari ini. Selamat datang, rumah kita.
Rumah Kita.


 10 April 2015. Bunga-bunga daffodil sudah bermekaran dimana-mana.

4 comments:

Arian Sahidi said...

rumah kita? cihuy,, saya jadi penasaran ama si do'i. well, saya juga memantapkan hati untuk menetap di pwt. amin haha

Siwi Mars said...

halaah lah kamu kan calon istri orang pwt, semoga lancar semuanya. Kapan kapan sila berkunjung bersama istri :)

tezuka_in said...

wah akhirnya dah ga jadi anak kos lagi. Satu-satu dah mapan sendiri-sendiri. Hayooo segera dicarikan partner si empunya rumah ^^

Siwi Mars said...

ehehe iya in, kapan kapan the gank kalau dolan pwt bisa mampir or nginep di tempatku. Partner insyaAllah tinggal tunggu waktu yang tepat untuk menemani di rumah hehe :)

Post a Comment