Kamis, 03 Januari 2019

Seperti Kemarin


Pic Source : Puung from Pinterest

Mungkin ada satu hal yang tidak kamu tahu, kalau aku sering merekam wajahmu dalam ingatku.
Mungkin karena aku tahu, waktu bagi kita.. bisa habis kapan saja.
Aku masih merekam, kilasan senyummu kala kita menapaki jalan-jalan di antara daun daun gugur yang menguning.
Atau senyummu yang menyeringai nakal, ketika melemparkan tumpukan salju yang kau bentuk bola bola padaku,
“Sakit tahu!’, kilahku. Lalu kau pura pura merasa bersalah..dan detik berikutnya harus bersiap siap dengan lemparan bola saljuku. Lalu kita tertawa di antara bulir bulir salju yang turun dari langit..walau kaki hampir membeku, dingin merayapi kulit. Tapi hati kita menghangat.
Bus berhenti beroperasi kala itu. Lapisan es terlalu tebal, membuat kita harus berjalan menembusi dingin saat langit mulai menggelap.
Aku juga merekam tawamu. Saat dengan randomnya kita pernah bermain badminton di dekat danau perdesaan antah berantah. Berbekal tiket bus, dan sepasang raket karena digodai langit  yang membiru cerah.
Dalam sepersekian detik itu, aku merekam tawamu yang bahagia. Tak biasanya tawamu serenyah itu. Kala angin menerbangkan shuttlekok seenaknya sendiri, lalu tawa kita terdengar di udara. Rekaman itu masih jelas. Seperti kemarin.
Seperti saat kita bersepeda, menyusuri sungai ataupun taman taman kota, menunggu senja.
Ada banyak rekaman rekaman itu.
Senyum di wajahmu.
Kadang kadang aku mencari cara, bagaimana caranya membuatmu tersenyum. Aku tak pernah pandai melucu, tak sepertimu yang jenaka.
Aku rindu membuatkan telur kecap, iga lada hitam, sate padang, nasi goreng putih atau hanya sekedar semangkok mie rebus telur yang mudah sekali membuat wajahmu berbinar.
Aku pun masih mengingat, kala menjahit dengan tangan.. lengan jasmu yang terlalu panjang.
Rasanya seperti kemarin
Seperti kemarin
Waktu kita telah usai.
Tapi biar kukenang rekaman rekaman itu.

Rasanya seperti kemarin.***


2 komentar:

Java Tivi mengatakan...

Jangan lama2 menengok ke belakang, nanti yg menunggu di depan pergi sebelum kita saling berpandangan..hehe

https://www.kopiserialjon.xyz/2018/01/cerita-tentang-keterlepasan.html

Sisca Agustia mengatakan...

Kangeeennn tulisan2 penulis favoritku... Ditunggu postingan2 indahnya ya mba Siwi..

Posting Komentar