Tuesday, 13 May 2008

Dio..Chi e??

Dio..Chi e' (Tuhan..siapa dia?)..per me non c'e Dio.. (bagiku..Tidak ada Tuhan). Dia mengucapkan kalimat itu dengan ringan, tanpa ekspresi seperti biasa..Tapi kalo mau ujian, baru aku ke Tempio untuk berdoa..kali ini dia nampak tertawa sambil mengatakannya.
"sono budismo, ma non credo Dio" (Aku seorang penganut Budha, namun aku tidak percaya adanya Tuhan).
Aku memandangnya sekilas, menilik mata sipitnya sebentar saat kami berada di kereta menuju Chiusi-Chianciano Terme untuk pulang ke Perugia. Hmm..mungkin bila aku terus berlumut di Indonesia, aku tidak akan pernah mendengar pernyataan seperti itu..hmm mengejutkan, namun begitulah realitas adanya banyak pandangan manusia atas hidupnya. Mereka merasa bebas, tidak terikat, dan kadang berbicara atas nama rasionalitas dalam mensikapi kepercayaan suatu agama. "Agama di jepang, bukanlah hal yang penting" tukasnya menambahkan. Yah...kadang saat aku bertanya pada seorang Giapoonese (orang jepang) di kelas " sei buddhismo?".."hmm..Non Lo so!" (hmm.. aku tidak tau).
Begitulah sebuah cermin yang bisa kubaca..walau mungkin hanya permukaannya saja. Aku bukanlah ingin menyudutkan suatu bangsa, ataupun suatu pandangan akan kepercayaan. Aku hanya melihatnya sebagai suatu diversitas pandangan manusia akan keberadaannya sebagai makhluk di dunia. Tidak bermaksud untuk mengedepankan suatu agama sebagai agama yang paling benar.Bagiku agama adalah way of life..agama bukanlah setumpuk larangan dan kewajiban..bukan suatu aktivitas religius tanpa makna, bukanlah suatu hukum perdagangan dimana kita harus runtut menghitung pahala. Dan bukan sekedar memandang lurus akan tujuan akhir surga atau neraka, sama sekali bukan. Ingin menyerapinya sebagai bagian dari langkah dan sikap hidup. Dan dengan melihat berbagai perbedaan pandangan, aku belajar..bukan untuk menghakimi, tapi untuk lebih mengerti, Spero studiare bene..

1 comments:

masguru said...

Eh kapan pulang, jangan kelamaan di Italy. Tar lumutan disana, membatu pula. Jangan lupa oleh2 miniatur Eiffel yang bertaburan bintang buatku biar ga lumutan di nggunung Sempor.

Post a Comment