Thursday, 22 May 2008

The Greatest Moments of My Life


San, Siro 18 maggio 2008

"Tesoro..Ho porto un cuore da lontana...
Ho fatto un viaggio per molte cose..
Per Te..Milano...Italia..e per il mio grande sogno..
Grazie per fare un grande parte della mia vita..carissimo, Kakito"

Menjejakkan kaki di San Siro selaiknya Santiago yang mencapai piramida-piramida impiannya, dan begitulah getaran perasaan yang kurasakan saat akhirnya perjuangan panjangku menemui puncak mimpi. San Siro..dimana kulabuhkan sebuah hati, hati yang kubawa dari jauh, dari sebuah titik diujung sana..yang mungkin tak terlacak peta. Berangkat dari sebuah ketidakmungkinan, tapi berkat kekuatan energi ekstrapolasi mimpi-mimpi (nyontek istilahnya andrea hirata niy..) pada akhirnya semua berujung pada sebuah kenyataan sebagai jawaban dari berlikunya perjalanan yang kutempuh.
Setiap orang tau pasti apa mimpi-mimpinya, hanya saja ada yang membiarkannya hanya menjadi imaji yang membayangi dan menjalani hidup dalam khayalan semu yang menyenangkan tanpa mempunyai keberanian untuk mewujudkannya, tapi ada juga yang berbekal keyakinan bahwa segala ketidakmungkinan mewujudkan mimpi adalah sebuah dusta besar, ia memilih untuk berjalan setapak demi setapak, berpeluh dalam pahit, getir, manis dan permbelajaran di setiap tapak yang dijalaninya.Dan ia percaya penuh langkah-langkahnya menuju sebuah titik..seperti piramidanya Santiago dalam the alkemis. Dan aku..adalah Santiago yang telah menemukan piramida-piramida mimpinya.
Dan karena itulah kukatakan 18 maggio 08. The Greatest Moment of My life..
Pada titik ini, aku menengok ke belakang dan terlintas sederet peristiwa dan perjalanan panjang. Tergambar jelas saat harus duduk di bawah beralaskan koran bekas di kereta ekonomi parahiyangan menuju bandung, meringkuk berpeluk tas backpackku tatkala menunggu pagi menjelang di stasiun senen, tersesat di terminal Pulo Gadung dan saat terduduk diam di depan kantor DIKTI menjelang magrib tanpa tau harus kemana. Berbenturan dengan keadaan sulit dan pahit, berurusan dengan orang-orang sulit, dan pernah mengutuki nasib. Pernah kurasakan badai dalam hidup dimana mimpi yang hampir kugenggam tiba-tiba dirampas di tengah jalan, dimana dunia terasa terbalik.
Tapi itulah perjalanan panjang yang penuh pembelajaran, aku tidak pernah menyesal mengerahkan seluruh energi untuk sampai pada puncak-puncak mimpi.
Bermimpilah, dan kau harus mempunyai keyakinan dan keberanian untuk mewujudkannya..
Dan niscaya seluruh jagat raya akan membantumu untuk mewujudkannya.

0 comments:

Post a Comment