Rabu, 07 Januari 2009

Malam Keakraban Lustrum Biologi ke 9

“Kutunggu di belokan ke Pertanian yak” smsku ke Nunik, temenku (Bio’02) yang kebetulan lagi libur dari kerjaannya di Departemen Perikanan dan Kelautan, Bali dan pada akhirnya mau kubujuk untuk dateng ke malam keakraban dalam rangka Lustrum Biologi ke 9 dan dies Natalis ke 45. Sayang Sudewi (Bio’99 kelas B) yang bekerja di tempat yang sama nggak jadi liburan gara-gara ngurusin penelitian. Dan partnerku si Devi (Bio’99 kelas B)pun malah run away bride ke Tanjung Pinang buat married. Alhasil aku nggak ada temen untuk ke acara ini, untung ada nunik.

Aku datang dengan adekku, walaupun belon jadi alumni Biologi tapi kalo ada iming-iming makan gratis, dia pasti mau nemenin ehehehe (Kapan jadi alumni, Bro?…karatan udah di Biologi!). Akhirnya kami bertemu di belokan pertanian dan memarkir motor kami di parkiran belakang. Hmm..suasana sudah rame, mobil-mobil sudah berdesakan sampai meluber ke parkiran pertanian. Wah, ternyata sedang acara jamuan makan malam bersama. Nyummmy…nah, yang maju pertama tentu saja mas eko (teknisi laboratorim mortum) kakak iparnya nunik, sebagai panitia enak saja melenggang ke lobi, nah kami bertiga mengikutinya dari belakang ehehe

Hmm..kayak hajatan besar, hidangan super lengkap berbagai pilihan. Orang-orang berdesakan, asyik makan sambil ngobrol. Ah muka-muka asing, tentu saja selain para dosen yang telah lama kukenal menyapa sebentar, tapi selebihnya didominasi wajah-wajah yang tak kukenal.

Ah, kita lupakan wajah-wajah tak dikenal itu yang tengah sibuk bersendau gurau dengan serombongan lainnya. Segera tak melewatkan kesempatan untuk icip-icip hidangan yang sudah repot-repot disiapkan ehehe..

Hihi saking ramenya, kami ngumpet di lab mortum aja buat makan.sumpeh bau lab-nya masih tetep sama. Padahal untuk jamuan makan malam, ada dua plot tempat yakni di lobi belakang dan depan, hmm tapi emang banyak banget yang hadir (termasuk peserta gelap kayak kami hihihi).

Makan sate ayam di lab mortum, ini ronde kedua loh, setelah ronde pertama adalah semangkuk bakso ehhehe..maruk abis!

Ngomong-ngomong soal peserta gelap, sebenarnya nggak gelap-gelap banget, soalnya akupun jauh hari sudah ditodong untuk kontribusi lustrum ini di bagian gaji kesmas, masa harus bayar 100 rebu lagi. Yap, memang resminya untuk ikut acara lustrum ini harus bayar 100 rb untuk tiga hari penyelenggaraan. Acaranya cukup beranekaragam mulai dari jalan sehat, alumni peduli lingkungan, lomba-lombaan,

macem-macem deh yang dilaksanakan tanggal 27-28 Desember’08. kalo mo detailnya ada di www.fabiokita-unsoed.or.id/category/kabar-fabioqta/ monggo mampir-mampir ke blog biologi ini, lumayan infonya (dikelola sama Mas Erwin (Dosen Biola) kalo mau nyumbang tulisan ya monggo).

Nah, karena males ikutan acara lainnya, jadi aku cuman berangkat malam keakrabannya aja, hiii rame-ramenya doang!
Nah, selesai makan-makan, kita naik ke ruang III-IV (hayo masih inget nggak dimana?)yang sekatnya dibuka jadi lumayan lebih luas, namun tak juga cukup menampung seluruh peserta.
Acara dibuka dengan persembahan tarian asal aceh (lupa ju
dulnya apa) yang ditampilkan dengan apik dan rancak oleh mahasiwa-mahasiswa angkatan 2007 an. Nah selesai itu ada kata sambutan dari alumni, nggak kenal juga siapa tapi yang pasti sudah cukup sepuh. Tapi ternyata reuni itu yang memang yang penting berbagi kisah, jadi entah yang di depan ngomong apa eh penontonnya sibuk masih bercicit cuit asyik bersendau gurau, bertukar cerita, ataupun mengenalkan anak-anaknya yang memang ada beberapa yang ikut serta. Seru sekali kelihatannya, maklumnya sudah lama mereka tidak bertemu. Huks..parahnya angkatan-angkatan 90an jarang sekali terlihat, jadi nggak ada bala.
Acara dilanjutkan dengan paduan suara ibu-ibu dharma
wanita FABIO yang ternyata juara I loh seuniversitas..keren deh.

(kiri kedua bu heri winarsi, baju ijo kejawen lengkap hayo siapa?bu Dian bagawati loh)

Nah setelah yang senior-senior tampil, ada pula paduan suara mahasiswa yang dilatih oleh pak Slamet Santoso.

“ kau adalah darahku…
kau adalah jantungku..lengkapi diriku….

Wuhh..nggak kalah dah sama Andra and the Backbone, tampilan groupband dosen Biologi yang digawangi pak Ating (Rohmatino-vokalis), Pak Bambang Hanifan (Keyboard), pak Priyo Susatyo (gitar plus vokalis). Beh..nggak nyangka mereka funky-funky abis ckckckk..pak Priyo yang dulu terlihat serius dan kalem ternyata punya bakat terpendam nyaingin Andra ahaha..menyanyikan Sempurna dan satu lagi lagu berirama latino mereka menyudahi penampilan mereka dengan tepukan membahana. Salut!

Nah, setelah itu ada sajian tari BalaDewa yang dimainkan oleh mas Setyo (Angkt’98) dan teman kita Randy (kelas B’99). Weh, ternyata ada angkatan 99 juga yang tampil. Rancak dan luwes mereka membawakan tarian itu plus di akhir tarian mereka mengajak peserta untuk ikut menari.
Liat deh rekaman amatirnya di bawah

Yakinkah kalo itu Randy?ehehe…
Nah, setelah itu ditampilkan lah acara pamungkas yakni ketoprak dosen. Wehh..ini memang menyedot perhatian luar biasa dari penonton, hingga berdesakan untuk melihat ke depan. Benar-benar salut buat para dosen biologi yang telah berlatih untuk menampilkan berbagai macam pementasan. Juga untuk ketoprak dosen ini. Hmm memikat, dan extraordinary karena merupakan kesempatan yang amat langka menyaksika
n para dosen yang biasanya tampil formal untuk mengajar, kini berpakaian kejawen lengkap sesuai dengan peran masing-masing. Pak Agus Heri (Dosen genetika-PD I) berperan sebagai raja, Bu Dian Bagawati sebagai putri keraton (namanya sekar…lupa), nah yang menjadi favorit tentu saja pak Slamet Priyanto (Dosen Biokimia) yang menjadi patih, dari awal kemunculannya langsung membuat penonton sorai sorai, plus penampilannya yang kocak dan heboh habis..weleh..

Pak Agus Heri dan Bu Dian Bagawati –sayang aksi pak slamet Priyanto nggak kerekam-Adekku yang pegang kamera, itupun berdesakan merangsek ke depan guna menjepret momen yang langka ehehe.

Adalagi pak Setyanto yang jadi pangeran. Ah, pokoknya rame deh. Tau-tau dibelakang muncul Agus (kelas B’99) yang ikutan dateng juga. Hmm..aja yang nongol juga 99 ehehe. Sambil menonton pertunjukkan, tentu saja sangat menyenangkan sambil minum jahe hangat hmm mengusir dingin yang mulai terasa plus makan cemilan. Yup, pasalnya di bagian belakang disediakan snack. Ada berbagai pilihan minuman, mulai dari teh, kopi, jahe sampe air putih plus sediaan snack berbagai pilihan yang siap menambah kenyang perut.

Nah, selesai ketoprak dosen, penonton sudah mulai beringsut bubar, walaupun masih ada hiburan dari beberapa mahasiwa yang meyaksikan beberapa buah lagu. Tapi, kamipun memilih untuk segera meninggalkan tempat. Kenyang dan ngantuk tentu saja. Hmm, tidak rugi rasanya ikut malam keakraban lustrum ini, walaupun sayangnya tidak banyak bertemu teman-teman seangkatan. Malah reuni sebenarnya terjadi seminggu sebelumnya saat acara pernikahan Indri dan Anggoro yan lumayan ketemu teman-teman. Hmm..kapan ya angkatan 99 bisa banyak dateng dan ngumpul-ngumpul???

(tulisan ini dibuat gara-gara ada beberapa teman di milis yang nanyain acara ini, maaf laporan pandangan matanya hanya sebegini doang ehehe)

Previous Post
Next Post

0 Comments: