Wednesday, 15 April 2009

Mari Mengejar Mimpi ke Negeri Kincir Angin

Kuliah di luar negeri?apalagi di daratan Eropa?uhmm..siapa yang nggak ngiler dibuatnya. Sudah mafhum rasanya bila beratus-ratus mahasiswa Indonesia mempunyai mimpi untuk mencicipi bagaimana rasanya menjadi bagian dari komunitas internasional. Sudah waktunya meninggalkan sarang yang sudah lumutan, mengepakkan sayap untuk melihat dunia lain yang akan merubah cara pandang dan memperluas wawasan. Semoga nantinya bisa membawa oleh-oleh setumpuk ilmu dan pengalaman untuk diimplimentasikan di negeri tercinta.

Masih bingung menjatuhkan pilihan kemana akan mengepakkan sayap untuk melanjutkan studi?. Nah, negeri kincir angin yang nyelempit kecil nan mungil di daratan Eropa nampaknya merupakan pilihan menarik untuk menjatuhkan hati. Negeri yang begitu lekat dengan bangsa kita karena begitu betah menjajah ibu pertiwi dengan kolonisasinya. Ah, sudah saatnya memaafkan sejarah, toh sekarang Belanda dengan tangan terbuka memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk nglurug ilmu kesana. Ini terbukti dengan besarnya jumlah tawaran beasiswa setiap tahunnya untuk Indonesia, bahkan merupakan negara yang paling banyak menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Yah, mungkin salah satunya sebagai tanggung jawab moral akibat jelaga-jelaga kesalahan masa lalu kali ya ehehe. Terdapat beberapa beasiswa yang ditawarkan antara lain Erasmus Mundus, HSP Huygens Programme, NFP (Netherland Fellowship Programme). Uhmm hayuk singsingkan lengan baju untuk menjemput mimpi-mimpi masa depan.


http://thedestinationcenter.com/images/tourimages/64430900_1209657094.jpg

Nah, mengapa menjatuhkan pilihan pada Belanda? Nih bisa dilihat poin plus-plusnya yang bisa membuatmu tertarik.

1. Kuliah berbahasa Inggris

Yup, faktor bahasa pengantar kuliah sangat penting bagi mahasiswa asing. Sudah jauh-jauh berkelana ke negri orang tapi kalau kuliahnya nggak mudeng gara-gara kendala bahasa kan nggak okey. Untungnya Belanda merupakan negara pertama yang bahasa nasionalnya non Inggris (bahasa nasionalnya boso londo alias bahasa belanda) yang menawarkan program studi berbahasa inggris. Pada tahun 2009/2010, Universitas di Belanda menawarkan 1.391 program sarjana, master, Ph.D serta kursus singkat (short course) yang diselenggarakan dalam bahasa Inggris. Jadi nggak usah bingung mikirin kendala bahasa deh, kita nggak harus ribet dengan persiapan mempelajari bahasa negara yang dituju untuk bisa mengikuti perkualiahan. Hal ini berbeda bila ke negara lain seperti Jepang atau Italia yang bahasa pengantarnya kebanyakan masih menggunakan bahasa nasional negara tersebut. Trus nilai plusnya lagi, ternyata 95% masyarakat Belanda berbicara dan membaca dalam bahasa Inggris. Hal ini tentu saja membuat atmosfer selama belajar di belanda akan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Import buku dalam bahasa Inggrispun banyak dilakukan oleh negeri ini dibandingkan dengan negara lain yang tidak berbahasa Inggris. Nah tuh, sudah bahasa pengantarnya bahasa Inggris, masyarakat di sanapun sudah biasa bertutur dengan bahasa Inggris, dijamin akan nyaman untuk tinggal dan bersosialisasi.

2. Biaya kuliah yang relatif rendah

Bila kita kuliah ke negri orang bermodalkan beasiswa, mungkin nggak perlu terlalu memusingkan soal budjet uang kuliah. Mungkin lebih mikirin jatah bulanan harus cukup untuk kebutuhan hidup sebulan itu, jangan sampai nombok ehehe. Nah, bila rekan-rekan ada yang berminat kuliah ke Belanda dengan kocek sendiri, jangan khawatir karena biaya kuliah di Belanda relatif lebih rendah daripada negara uni eropa lainnya. Kenapa? Ternyata hal ini disebabkan karena subsidi dari pemerintah Belanda yang cukup besar di sektor pendidikan. Tuh, perhatian banget kan?. Biaya kuliah program internasional untuk sarjana sekitar 1200-3000 euro setiap tahun, sedangkan untuk program master berkisar antara 5000-13.000 euro (tergantung juga dari universitas dan bidang yang diambil). Nah trus tentu saja ada plus plusnya lagi, yakni biaya hidup untuk mahasiswa yang tidak terlalu mahal. Jatah 650 euro per bulan diperkirakan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup standar termasuk akomodasi, transportasi lokal, asuransi kesehatan, kehidupan sehari-hari dan buku-buku. Bila merasa keuangan kembang kempis setiap bulannya, eitss..ada pilihan lagi, yakni mahasiswa diijinkan untuk bekerja paruh waktu maksimal 10 jam per minggu, bahkan untuk bulan Juni, Juli dan Agustus bisa bekerja penuh. Nah tuh, jangan khawatir kekurangan duit, tapi bila kepepet...bisa ngutang sesama rekan Indonesia yang pastinya banyak jumlahnya di sana, tapi konon jangan coba-coba pinjem duit sama orang londo, karena hasilnya bisa dipastikan...ditolak mentah-mentah!!! Ehehe...

3. Metode pengajaran yang berkualitas

Gaya pengajaran di Belanda memberikan porsi perhatian lebih pada mahasiswa sebagai pusat, dengan memberikan perhatian dan kebebasan untuk mengembangkan opini dan kreatifitas mereka. Kurikulumnya berorientasi dan dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai dengan bidang yang diambil. Umumnya setiap universitas mempunyai sisitem pembelajaran yang berbeda. Di Maastricht University, mereka menerapkan problem base learning system. Setiap pokok bahasan bermuara langsung ke penyelesaian masalah. Lain lagi di Wageningen University and Research Centre, di sana menerapkan pola beta-gamma system dalam pengajarannya dengan tujuan agar para alumninya bisa memahami teknologi dan gejala gejala sosial. Belanda juga sudah memperoleh pengakuan internasional atas sistem pembelajaran ground-breaking problem based learning. Jadi selama kuliah mahasiswa dilatih untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah praktis secara mandiri melalui belajar mandiri dan disiplin pribadi. Tertarik untuk mencicipi suasana kelas dengan metode ground-breaking problem based learning ? Belum-belum saya sudah membayangkan betapa bedanya dengan sistem pengajaran di Indonesia yang sampai saat ini baru bisa menghasilkan mahasiswa-mahasiswa teoritis tapi masih gamang bila dihadapkan pada masalah-masalah praktis di masyarakat. Maka dari itu, yuk kita menangguk ilmu dan pengalaman untuk diterapkan di Indonesia.


https://secure.cscm.org/images/uploaded//Students1.gif

4. Universitas bertaraf internasional

Marrik Bellen, direktor NESO Indonesia, lembaga non profit yang mewakili perguruan tinggi Belanda di Indonesia mengungkapkan laporan Times Higher Education Supplemen yang mencatat hampir 90% universitas di Belanda berada dalam peringkat 200 universitas teratas dunia. Uhmm siapa nggak pengen bisa kuliah di universitas bertaraf internasional?Apalagi bisa kuliah di Universitas yang gedungnya seperti kastil abad pertengahan misalnya di Maastricht Univeristy ini, uhmmm...

http://www.fdewb.unimaas.nl/meteor-seminar-et/M-BEES-2008/Vrijthof.jpg

5. Lingkungan multikultural dan berorientasi internasional

Terbiasa dengan lingkungan homogen dengan pola pikir dan cara pandang yang hampir seragam membuat kita lambat berkembang. Nah, sudah saatnya merasakan atmosfer internasional dengan mengenal dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai negara dengan pola pikir, cara hidup dan pemikiran yang berbeda. Kita akan lebih berpikiran terbuka, toleran, dan berwawasan luas. Semua itu bisa kita rasakan dengan menimba ilmu di Belanda dimana mahasiswanya berasal dari berbagai negara. Lingkungan multikultural membuat kita ditempa dalam kondisi yang berbeda namun akan memberikan pelajaran hidup yang bermakna. Bisa bergabung bersama mahasiswa berbagai bangsa merupakan pengalaman yang bakal tak terlupakan bukan?


http://ascweb.unl.edu/students/ambassadors/2008_2009/group450x300.jpg

Nah, itu beberapa alasan mengapa Belanda patut untuk kita lirik sebagai alternatif pilihan melanjutkan studi. Alasan-alasan di atas patut dijadikan pertimbangan sebelum kita menjatuhkan pilihan kemana kita ingin mengembangkan diri dalam menimba ilmu. Oh ya, komunitas mahasiswa Indonesia juga banyak di Belanda. Berbagai Perhimpunan Pelajar Indonesia seperti PPI Wageningen, PPI Rotterdam memberikan wadah kebersamaan sesama warga Indonesia yang tinggal dan kuliah di Belanda. Jadi, jangan khawatir merasa terkucil di negeri orang, karena tetap bisa berkumpul, bertukar informasi, wisata bersama ataupun makan bersama dengan sesama rekan senasib sepenanggungan dari Indonesia. Tentang makanan, lagi-lagi jangan khawatir kangen masakan Indonesia kayak tempe goreng, rendang dan sambel terasi ehehe. Soalnya di sana banyak terdapat makanan pokok Indonesia tersedia di supermarket ataupun di toko-toko Cina dengan harga terjangkau.

Oh ya, yang satu ini nggak bisa terlewatkan bila bisa kuliah di daratan Eropa. Kamu bisa melancong muter-muter Eropa nan indah. Jadi saat akhir pekan ataupun hari libur, kamu bisa melancong ke negara-negara tetangga. Yipiiie, akhir pekan bisa nonton liga inggris, ataupun menikmati pemandangan kota London, mengunjungi negeri nan molek Italia dengan membuktikan sisa-sisa sejarah di Roma, naik gondola di Venezia, merasakan modernitas kota Milan, ataupun menyesapi romantisme Paris dengan menara Eifellnya.

Uhmm..ngiler pastinya. Semua itu bisa ditempuh dengan transportasi yang mudah dan nyaman. Asyiknya lagi adalah kita nggak harus membuat visa untuk bisa muter-muter Eropa karena Belanda merupakan bagian dari Uni Eropa. Nah, coba apalagi yang kurang? Siapkan dirimu dan terbanglah mengepakkan sayap, mengejar mimpi ke negeri tulip!


http://marsdreams.blogspot.com/2009/04/mari-mengejar-mimpi-ke-negeri-kincir.html

5 comments:

Gufy said...

Dapat beasiswa kuliah keLuar negeri? siapa aja pasti mau donk! Kl aku ditanya pengin kemana kl dapat beasiswa kuliah diluar negeri,sebenernya sih ada dua negara, yaitu Jepang dan Inggris. Jepang karena aku tertarik dengan etos kerja dan belajar orang Jepang yang terkenal ulet dan tekun,disamping Negerinya yang Indah.Inggris karena memiliki universitasa yang bertaraf internasional,disamping jg aku ingin menunjungi salah satu klub sepakbola favoritku:MENCESTER UNITED.Belanda? aku g terbanyang sebelumnya lho.dari tulisanmu,jadinya terbuka wawasanku deh. Aku kira disana tidak ada atau malah masih sedikit Universitas yang memakai bahasa pengantar Bahasa Inggris. Kan susah kalau bahasa pengantarnya bahasa Belanda semua. Memang sih kita bisa belajar bahasa Belanda, tapi pasti butuh waktu lama untuk mempelajarinya dari tingkat dasar. Wah kalau Gedung kuliahnya kaya kastil abad pertengahan aku juga jd makin tertarik. Belanda memang negara yang Indah, apalagi punya bunga khas:Tulip,jadi pengin lihat bagaimana bunga itu tumbuh diBelanda. Disamping itu juga pengin lihat salah satu liga sepakbola terbiak di Eropa:Liga Belanda.

Eling Permana said...

Udah jadi impian bisa nglanjutin sekolah ke luar negeri. Eropa atau Australia.
Kemaren dah sempet mau apply ke erasmus mundus tapi pas liat syarat2nya kayaknya waktuku gak cukup buat ngurus2nya. mudah2an tahun ini masih ada beasiswa untuk jurusan yang mau aku ambil.
Beberapa rekan dan kerabat juga mengusulkan buat cari beasiswa di Belanda. katanya buat ada banyak beasiswa buat orang Indonesia.
Hm ... tapi aku belum liat2. ada gak ya jurusan yang aku mau...
Aku juga belum tahu syarat2nya, mudah gak ya? hehehe
yang pasti kalo nyari beasiswa yang syarat2nya gak terlalu ribet.
Nyari info dulu neh, Belanda ... akankah aku ke sana??? hehehe

MARS said...

To Gufy: iya guf, bahasa pengantarnya pake bahasa inggris, masyarakatnya juga kebanyakan bisa ngomong inggris, nah kan enak jadinya nggak usah susah-susah belajar bahasa setempat lagi. Kalo mo nonton liga inggris, gampang tinggal naek pesawat aja ato kereta, banyak tawaran tiket murah loh disana...
Oh ya, sapa tau Robin van persie pulang kampung...ato mo liat Ajax amsterdam, PSV Endhoiven?sip deh

MARS said...

To lingga: yap, semoga artikel di atas bisa memberikan gambaran tentang studi di belanda, informasi tentang studi di belanda n beasiswa bisa dilihat di www.studi di belanda.com atau www.nesoindonesia.or.id
ok..good luck!

Dewi Su said...

oke..oke...
ehm,, ngiler nee..
soalnya bntar lg balai riset tercintaku ni bakal mnyambut kepulangan m.sovi.. dr BELANDA euy..
moga ketularan,,
moga garis takdirnya nempel di tanganku n tanganku AMIIN...
nempel di tanganmu n tanganmu AMIIN...

Post a Comment