Thursday, 29 September 2011

Ajaibnya Hidup


21 Hillhead Street, Glasgow

28 September 2011. 20.30 waktu Glasgow

Aku mengenal dikau..tak cukup lama, separuh usiaku

Namun begitu banyak pelajaran yang aku terima

Kau membuatku mengerti hidup ini, kita terlahir bagai selembar kertas putih

Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai

Kan terwujud harmoni

(Harmoni-Padi)

Lagu “Harmoni”nya Padi mengalun liris, menyetir rasaku. Perlahan kubuka lagi halaman itu, halaman yang kulipat di antara buku diaryku-

Tertulis di lipatannya : A letter to myself : Open again 28 September 2011 20.30/8.30 pm

Kubuka dengan hati-hati..

To : Siwi Mars

Untuk dibaca lagi setahun mendatang (28 September 2010-28 September 2011)

Aku perkirakan kita sudah sampai di Edinburgh, kota yang menakjubkan itu. Betulkah? Apa hari ini engkau sudah mengerjakan tugas dari supervisormu?

Isi selanjutnyaaaa.....titttttt-------sensor ehehe----

Aku pastikan aku bahagia dengan hidupku. Hidupku yang berwarna, yang mengkontribusi untuk orang banyak, yang memberi perbedaan.

--dan banyak lagi yang sensor ehehe...tapi tersenyum saat membacanya lagi. Dengan kalimat akhir surat itu :
Katakan “mengapa tidak” pada hal-hal yang kau anggap “it’s too good to be true” karena kau layak mendapatkannya!!

Aku masih ingat dengan baik saat menulis surat itu, setahun yang lalu. Masih belum punya nilai IELTS, masih belum pelatihan bahasa inggris, masih belum menulis proposal riset satu kalimatpun apalagi mengontak supervisor dan apply beasiswa. Setahun lalu, dan entah mengapa dengan begitu yakin (atau sok pede-nya ehehe) aku menuliskan bahwa aku telah ada di Edinburgh pada September 2011.

Ehehe memang tak sepenuhnya benar, aku ada di Glasgow pada akhirnya...kota yang berjarak tak begitu jauh dari Edinburgh, dibelokkan oleh takdir. Tapi, begitulah ajaibnya impian..ajaibnya hidup...If you just believe your dreams..and then You put your best effort on it, never give up, keep your consistency and persistency..I absolutely believe that your dreams will comes true..

Entah mengapa aku iseng menuliskan surat itu. Hanya saja aku yakin bahwa impian itu harus dicanangkan, diresapkan dalam bawah sadar, dan ia terpatri dan ikut mengalir dalam setiap tarikan nafas kita. Dan dengan segala upaya yang kita usahakan, kita tidak pernah menyesali hidup yang kita jalani.

Sedikit merasa ajaib, bagaimana saat menuliskan surat itu, langkahku masih sangat awal. Tapi setahun ini, aku telah sampai seperti apa yang tertulis di surat itu. Aku jadi inget sebuah kalimat quotation yang dulu kutulis dan kutempel di meja belajar kosku di Purwokerto.
Bila Engkau telah melakukan bagianmu, maka semesta akan menyelesaikan bagiannya lainnya untukmu.

Maksudnya, bila kita telah mengupayakan segala apa yang bisa kita upayakan, jangan memikirkan bagaimana mekanisme semuanya bisa terwujud, itu bukan bagian kita. Kita lakukan saja bagian kita untuk berupaya, dan yakinlah Tuhan telah menyiapkan skenario terhebatnya untuk kita. Bersiap dan ijinkanlah keajaiban-keajaiban terjadi.

Hari ini ada yang bilang--
Karenamu aku menjadi tahu bagaimana usaha itu

Bagaimana kegigihan itu

Bagaimana keteguhan itu...

Terdengar berlebihan..ahaha karena dia sering berlebihan...Tapi setidaknya aku bahagia. Hadirku di antara orang-orang di sekililingku setidaknya memberi arti, memberikan perbedaan.

Malam ini, hanya ini kembali mengucap syukur akan kasihNya yang terus mengalir untukku. Untuk ajaibnya hidup yang kujalani, dengan segala berkah dan kasihNya.

Untuk semuanya, jalanilah hidup seperti maumu, seperti rencanamu, seperti impian-impianmu, seperti jalan-jalan yang kau bayangkan sebelumnya. Dan upayakanlah itu semua dengan seluruh usahamu sebagai wujud rasa syukur, dan merasakan kegembiraan dalam proses perjuangannya. Dan satu lagi....ijinkan keajaiban-keajaiban hidup terjadi dalam hidupmu..cheeers.

Salam cinta dan damai dari Glasgow ***

0 comments:

Post a Comment