Sunday, 8 January 2012

Makan dan Cinta

Bakwan Yummy
Posting tulisan ini ditulis dengan perut kenyang, dan sedikit kepedesan..huaaaah, tapi kepedesan yang disengaja karena memang ketagihan kepedesan. Baru saja makan malam dengan menu Beef with Luv dan Cah Jamur with Teri...halaaaah...ehehe, baiklah postingan ini memang postingan ringan. Entah mengapa akhir-akhir ini hobi memasak dan mengunyah, baiklah, sebut saja efek musim dingin, atau apa untuk sekedar melegitimasikan hobi baruku ini. Bukan hobi, sebut saja, kesukaan. Hiburan yang menyenangkan di negeri antah berantah ini selain jalan-jalan, berpose, pastilah masak memasak dan makan. Namun memasak di negeri yang bahan dan bumbu-bumbunya tidak support memang perlu strategi khusus, demi memenuhi hasrat lidah jawaku untuk tetap menyelenggarakan sebuah kehidupan dengan zat gizi lengkap, enak, murah dan sehat.
Menjadi lazim rasanya, memang sebuah kerinduan akan masakan pasti dirasai hampir semua mahasiswa ataupun orang yang tinggal di luar negeri. Jadi ingat, dulu awal-awal tinggal disini, aku mengamati postingan teman-teman fesbuk yang juga tinggal di luar negeri. Yang dishare atau ditag adalah foto-foto makanan berhasil mereka masak sendiri. Lucu kupikir, dulu pas di Indonesia, jarang peduli kita makan apa, karena semuanya tersedia. Banyak sekali pilihan dari model restoran sampai warung lesehan. Tinggal sebut saja, bakmi goreng jawa, nasi goreng pete (hiii pete), soto sokaraja, sup iga bakar, bebek goreng (aiiih jadi kangen makan bebek kosek), es teler, es duren purbalingga, mendoan, nasi padang, tahu petis...wawaaww ehehe paraaah. Tapi di sini??duengg...makanan itu semua serasa sangat istimewa sekarang. Mana ada penjual keliling malam-malam yang teriak : nasi goreeeeeng...mi goreeeeng enaaaak...ehehe. Hummm satu-satunya jalan adalah memasak sendiri dengan bahan-bahan yang ada. Makanya kusebut, makanan Indonesia pun menyadarkan pada kami-kami ini betapa cinta akan Indonesia dengan jenis makanan yang melimpah ruah.
Tapi setidaknya di sini, aku merasa lebih beruntung daripada dulu saat tinggal di Itali dimana bahan-bahan makanan relatif lebih sulit didapatkan, walaupun beras pulen dari Italia Utara gampang didapat. Tapi daging halal dan sayuran hummm, sulit ditemukan. Di sini, daging halal dan beberapa sayuran, termasuk cabe (ini sangat penting) bisa dibeli di halal butcher yang syukurnya tidak terlampau jauh dari flatku. Kemudian Indomie, teri, udang dll biasanya kubeli di Chun Yiing, toko cina di City Center. Jadi, rasanya ritual masak memasak dan kunyah mengunyah aman, kecuali kalau sedang nggak doyan makan. Jadi, wahai pemuda pemudi Indonesia tercinta, jangan khawatir untuk berkelana ke negeri antah berantah, karena lidah dan perut kalian masih bisa tercukupi kebutuhannya ehehe.
Marilah kupameri beberapa masakanku. Pernah, karena kangen setengah mati dengan tempe, aku pesen online tempe...ahaha busyet, tempe aja pesen online. Sebenarnya ada di Chun Ying, tapi testimoni beberapa temen, katanya rasanya lain. Jadi kucobai tempe online ini, daaaaan..harus kuakui tempe Indonesia memang tiada duanya, kawan..pertama, tempe yang kupesan itu aromanya lain, entahlah tapi agak mengganggu di hidungku. Kedua, memang ternyata rasanya juga tidak seenak tempe Indonesia, apalagi tempe Purwokerto yang biasa dibuat jadi mendoan. Hadeeeeh membayangkan mendoan hangat saat malam dingin begini, pasti maknyus. Maka akhirnya kumasak jadi oseng tempe dengan kecap manis, dan beginilah hasilnya...

Fried Online Tenpe ehehe ;p
Kemudian, kala gelora rindu pada bakso melanda, aku bisa membuat mie bakso jadi-jadian. Ini kubuat dengan indomie rebus, dikasih bakso (beli di halal butcher) plus suwiran daging ayam. Jadilah bakso jadi-jadian yang slurrrrp...mantap, walaupun tidak semantap bakso malang, tapi lumayan meredakan rindu.

Walau Bakso Jadi-jadian tetap menggoda selera
Kemudian, soal cemilan gorengan, karena mendoan seperti “sulit digapai” ehehe..akhirnya yang paling mudah adalah bikin bakwan. Maka tadi pagi, kuiris kubis dan wortel sambil melihat Laskar Pelangi The Series di SCTV, dan setelah itu kubuat bakwan goreng yang gurih dan renyah, sampai ada “pemirsa” fesbuk yang langsung inbox : Mba.. minta resep bakwan doong..... Plissss....” ehehe hadeeeh lah wong cuman bakwan gitu lho. Fotonya itu tuh, di bagian awal postingan.
Kemudian untuk makanan daging dagingan, inilah hasil percobaanku, rendang berdendang ahaha....

Rendang yang Bikin Lidah Berdendang

Atau Beef with luv yang kumasak hari ini, dinamai Beef with luv gara-gara nggak tau masakan ini namanya apa, dibumbui atas nama cinta alias asal, tapi ternyata enak jugaaaa.

Beef With Luv...ehehe dibumbui asal...asal enaaaaak ;p

Dan menemani daging sapi, kumasak cah jamur, plus irisan wortel dan teri, jadilah begini...


Terinya nggak boleh ketinggalan..favoritku ;p

Hummm, menggendutlah diriku sepertinya...tapi masih terobsesi untuk membuat masakan yang lebih bermacam-macam lagi. Malahan akhir-akhir ini tertarik menjelajah situs-situs masakan dan mengoleksi resep-resep masakan khas Indonesia. Ayayay...aku ternyata beneran jadi perempuan hihi...atau jangan-jangan karena pesen seseorang yang selalu rewel “ adek maemnya yang banyak ya...” hohoho, kayaknya begitu deh...*ngeles cari alesaaaan...ahaha
Selamat menikmati hidupmu, kawan..lakukan hal-hal yang membahagiakan bagimu, jangan sungkan memberikan “hadiah” bagi dirimu sendiri..cheers..***

2 comments:

R. Widyaniarti said...

huaaa. kenapa pas sekali ? skrg jam istirahat kantor, ujan deres, kelaperan di ruangan, daaann buka posting ini ? sukses ngiler *tosss* hahaha

Siwi Mars Wijayanti said...

ehehe berarti sukses dong ngiming-ngimingi hihi..cleguk :D

Post a Comment