Sunday, 1 July 2012

Pecinta Opnaisel

Selera berpakaian, ternyata terkadang kita sendiri enggak sadar kalau kita menyukai memakai jenis atau model pakaian tertentu, iya enggak sih? Sadar-sadar setelah banyak melihat koleksi pakaian kita kok model-modelnya hampir sama..ehehe aku sih begitu.
Tanpa sadar eh ternyata aku menjadi pecinta opnaisel. Berawal dari keseringan beli baju kerja casual salah satu produk baju muslim, yang beraksen lipit-lipit. Jatuh cinta pada merk tersebut karena sederhana, enggak macem-macem tapi manis dengan sentuhan aksen lipit-lipitnya. Eh, ternyata jadi keterusan suka pake baju dengan aksen lipit atau sering dikenal dengan opnaisel/stuck.
Begitu pula, ketika menjahitkan baju karena biasa banyak dikasih kenang-kenangan berupa kain batik. Nah, di sinilah serunya bikin rancangan model sendiri. Dan eh, akhir-akhir ini baru sadar kalau model yang kubikin, hampir semuanya ada lipit-lipitnya...
Kenapa suka sama aksen opnaisel? Hummm entahlah. Mungkin karena manis! Seperti saya...LOL
Unik, karena lipit-lipit itu membuat baju yang biasa saja menjadi terlihat ada sentuhan yang berbeda dan makin manis bila dipakai tentu saja. Dan juga karena lipitan ini cocok untuk saya yang “dulu” selalu berbadan kurus, sehingga beberapa tumpukan lipitan itu menjadikan kesan lebih berisi. Iyah dulu...sekarang seringnya ndut ;p
Berikut pamer model desainku yang ternyata andalannya cuman pake lipitan doang..hoaaah..dan sebenarnya ditambah bordir sih. Bordir akan memberikan kesan mewah pada baju, jadi aplikasi bordir sedikit saja pada lengan atau bagian pakain lainnya, akan membuat bajumu nampak cling..cling...hoho ;p
 
 
Ini adalah gamis yang kupakai untuk launching novel “Koloni Milanisti”, modelnya sederhana saja, gamis dengan potongan detail kombinasi di bagian dada, plus opnaisel sebagai pemanis (tadinya pesennya warna opnaiselnya pakai kombinasi warna hijau agar terlihat, tapi ternyata si ibu-nya bikinnya pake warna senada kuning..jadinya kurang sip)

Nah ini, keliatan bawahnya, gamis dengan rok melebar (payung) dengan garis-garis melintang dengan kombinasi kuning, agar terlihat mengembang saat dipakai, plus tepian bawah warna kuning agar semakin padu.
 

 
Nah ini model gamis dari bahan batik banyumasan dengan motif yang sama dengan yang di atas, tapi warna dan modelnya berbeda. Ini model gamis dengan rompi, nampak tidak biasa bukan? Dan yang pasti, ada opnaisel-nya tetep enggak ketinggalan di bagian rompi. Bagian bawahnya dibuat potongan melintang miring, dipertegas dengan bordiran pinggirnya saja (jadinya manis tapi enggak kemahalan bordirnya ahaha), trus rompinya dengan model pita tali, dijamin unik deh..

 Pas nulis ini, eh ada sms dari staff kesmas : jeng, baju yang kemaren buat kondangan bener-bener bagus, pinter ya bikin desainnya...aih saya kege-er an..ahaha..




Nah kebaya yang baru jadi ini juga tetep dengan kombinasi opnaisel, sayangnya di gambar ini tidak terlalu terlihat. Kombinasi opnaisel di bagian pinggang melintang dengan tujuan agar si pemakai terlihat ramping hihi ;p
Atau model kebaya yang sekarang masih numpang simpen di Glasgow, ini menggunakan aksen opnaisel yang agak banyak di bagian dada.

  

So, hidup opnaisel!! Ahaha...

*Huaaah sebuah postingan blog aneh di awal bulan Juli ;p (gara-gara nunggu jemputan adek tak datang-datang sementara perut sudah protes dari tadi huaaaah lapaaar

6 comments:

fardelynhacky said...

Mbak, suka gamis yang pake rompi itu. mau dong, hihihiii..

Suryati Arifatul Laili said...

Keren juga ya si opnaisel hehehe ;ppp

Siwi Mars Wijayanti said...

mba fardelynhacky : ehehe bikiin..bikiiinn...ayook
mba suryati : hihi...kayak yang pake dong :DD

de_irm@ said...

Mbak'ku cantikk...bikinin desain gamis bwt akyu dong, hehe..

Siwi Mars Wijayanti said...

huaaaa aku desainer gadungaaaan kok ir ;p

bukanbocahbiasa said...

Keren, kerenn, kereeeen!

Post a Comment