Thursday, 8 November 2012

Lengang

 

Lengang, saat hidup berjalan tenang namun tak terkenang, lewat tanpa memikat, tanpa beri hakikat

Hidup berderap tanpa terlalu banyak kantung harap, semangat kadang jatuh tiarap

Lengang, seperti hidup berayun tanpa degup

Senyum tanpa kulum bibir yang membuat hati berdesir,

Lengang, detik bermenit berputar tanpa berbinar,

Lengang, adalah hiruk pikuk di seberang tanpa terdengar

Lengang, sedu sedan tanpa alasan, terpaksa dihapuskan lalu hilang perlahan,

Lengang, itu hari tanpa sapamu yang sanggup membuat hidup kembali berderu,

Lengang, itu tanpa candamu yang biasa membuat pipiku  merah bersemu

Lengang, itu tanpa celotehmu yang menggenapi hariku

Lengang, itu tatkala menyisakan satu kursi kosong untukmu

Menyisakan satu piring untukmu, Secangkir teh hangatmu,

Lengang, bila tanpamu.

 
Glasgow yang lengang, 9 November 2012.

7 comments:

Suryati Arifatul Laili said...

Rumah ini lengang tanpamu ;)

Suryati Arifatul Laili said...

Kalau kangen jangan berlebihan sist... demikian pula soal mencintai, tak ada yang baik segala sesuatu yang berlebihan itu :D
*ingat pandanglah hari depanmu!

lupita said...

Lengang itu bergegas pulang
ke rumah hatimu
muara segala rindu

*uhukkk :p

Siwi Mars Wijayanti said...

mba @sur : hooh demikian pula makan berlebihan ataupun kurang, tidak baik ternyata..hihi *kui cuma tulisan sok galauu, drpd ga ada postingan gara2 karatan di lab..
@lupi : weh weeeeh...wes ketularan ta cah siji iki, lanjutkan!!

lupita said...

ketularan lebayyyy yak ;p;p *lirik mbakyu2ku :D

nor basid a prasetya said...

Aku suka makan lengang goreng dan lengang panggang kalo pas di warung pempek...eh...itu lenggang ya?? Bukan lengang?? :D

Siwi Mars Wijayanti said...

@lupi : ho-oh sepertinya wes ketularan dgn sempurna loh lupi...

@Bowo : huaaah kenapa ngomongin pempek, aku jd kangen pempek Ny. Kamto di Malioboro..heuheuu..
*dasar ga nyambungan ;p

Post a Comment