Monday, 10 June 2013

Sunny Day in UK




Matahari bagi tanah air yang menumbuhkanku adalah biasa. Indonesia dan matahari adalah teman akrab, yang kadang dipuji, kadang dibenci, atau lebih banyak tak dipeduli. Keberadaan matahari bagi sebagian besar orang Indonesia adalah suatu yang biasa, sebuah hal “take it for granted” yang jarang dimaknai, jarang disyukuri. 
Aku, perempuan negeri tropis yang dibesarkan matahari kini mengerti mengapa orang-orang di negara 4 musim ini begitu candu matahari. Karena telah merasai membekunya musim dingin, “semilir dahsyat”nya angin yang sanggup menerbangkanku bila tengah berjalan. Apalagi aku tinggal di Glasgow, bagian UK sebelah utara yang lebih dingin dibandingkan daerah England. Bahkan musim semi ataupun musim panaspun, tetap saja terkadang matahari hanya tempelan di langit, dan segera terusir pergi. Hujan dan Glasgow adalah sahabat karib, karena hujan seringkali datang dan pergi sesuka hatinya tanpa peduli tengah musim apa di Glasgow.
            Day without rain in Glasgow is impossible” kata seorang kasir sebuah minimarket di Glasgow pada customernya. Aku mendengarnya dan tersenyum. Begitulah Glasgow. Tapi bagaimanapun juga aku mencintai kota ini.
Tapi seminggu kemarin, ternyata matahari berbaik hati mau bekerja keras untuk tersenyum sepanjang hari. Bahkan hari jumat kemarin tercatat sebagai The hottest day in UK. Dan cuaca dan mood kadang saling mempengaruhi. Bila matahari mulai bersinar terang, sepertinya semua orang di kota ini ingin keluar dan menikmati sinar matahari yang langka itu menimpa tubuh mereka. Kota mendadak ramai dengan orang-orang yang duduk-duduk minum kopi di cafe. Biasanya seringkali cafe menyediakan tempat duduk di dalam ruangan karena faktor cuaca yang tak memungkinkan. Kini tempat duduknya diletakkan di luar cafe, atau bahkan ada yang sengaja membuat tempat makan yang outdoor agar customernya menikmati sajian makanan sambil “berjemur” matahari.
            Taman-taman kebanjiran orang yang bergembira ria akan senyum cerah matahari. Kadang ada yang duduk-duduk membaca buku, piknik, berkumpul-kumpul atau sekedar berjemur menikmati matahari. Aku kini bisa merasai mengapa mereka begitu menghargai kesempatan nan langka ini, tak sering cuaca bermurah hati pada mereka. Untuk itu harusnya negeri tropis Indonesiaku banyak bersyukur atas limpahan sinar matahari yang hampir sepanjang tahun.
            Namun ajaibnya manusia tropis terobsesi bulir-bulir salju, sedangkan manusia empat musim terobsesi matahari! Ehehe sebuah anomali yang banyak ditemui kan? Nah, kami pun turut merayakan cerahnya matahari dengan mengadakan pengajian plus barbeque-an di Loch Lomond. Biasanya kami, warga Indonesia di Glasgow mengadakan pengajian rutin bulanan. Nah karena cuaca mendukung maka kami mengadakannya di outdoor sambil piknik, sekalian pengajian. Acaranya sederhana, barbeque-an dengan bakar sate ayam, ayam, sosis dan dendeng lalu makan bersama kemudian diteruskan dengan kajian. Aih mulut rasanya tak ingin berhenti mengunyah, atau bertindak multitasking, yakni sambil membolak balik sosis yang dibakar sambil memasukkan ke dalam mulut hasil bakaran yang sudah matang haha.


Kebersamaan dengan warga Indonesia tentu saja selalu menyenangkan bagi kami yang tinggal di luar negeri. Sejenak rehat dari aktivitas harian, tugas-tugas, jadwal lab ataupun report. Bisa berkumpul dan bersendau gurau sekaligus menimba ilmu dari kajian tentu saja hal yang tak ingin aku lewatkan. Kali ini kajiannya tentang persiapan menghadapi Ramadhan yang sebentar lagi datang. Untuk kali keduanya, aku akan melaksanakan ibadah puasa di sini dengan jadwalnya yang aduhai. Saat mengetik tulisan ini, aku tengah menunggu maghrib yang kini datangnya sekitar pukul 10.08 pm, sedangkan subuhnya sekitar jam 2-3 pagi jadi bisa dibayangkan nanti saat puasa jarak magrib dan imsaknya akan sangat pendek. Ah nikmati sajalah, bukankah salah satu pengalaman yang langka menikmati ramadhan di luar negeri seperti ini? 
Hari ini matahari sudah nampak malu-malu lagi, tapi masih berharap matahari akan sering tersenyum di hari-hari mendatang. Biar agak pantas dong dibilang sedang musim panas di Glasgow ahaha. Have a nice sunny day!!

21 Hillhead Street, Glasgow. 09. 30 pm. 10 June 2013

8 comments:

Majalah AlFirdaus said...

piknik yang keren ^^

Siwi Mars Wijayanti said...

ehehehe yupieee :))

elasemangat said...

mbak siwi doyan travelling ternyata. ^_^

Siwi Mars Wijayanti said...

enggak kok, saya doyan bakso, sate kambing, nasi padang..ehehe eh, iyaaa saya suka banget travelling :)

Fitri said...

Selalu suka dengan tulisan2 mbak Siwi...salam kenal mbak, sy mengenal mbak siwi dr buku "Jilbab Traveller" dan mencoba jg untuk meraih mimpi seperti mbak Siwi...smoga insya Allah suatu saat nanti..aamiin.
oy, sy add di fb lo mbak, ko blon di confirm ya :( :)
trimakasih

Siwi Mars Wijayanti said...

terimakasih ya fitri...yuhuuu semangat yaaa semoga terwujud apa yg fitri impikan..
*sudah saya approve kok sekarang hehe, tengkiu udah diadd :)

Sugi Anto said...

kata "merasai" nya bikin ingin ikut merasai juga bu..

Siwi Mars Wijayanti said...

ahahaha maka ayooo rasailah :)

Post a Comment