Selasa, 16 Juli 2013

Menikmati Birunya Langit Scotland di King Arthur Seat dan Calton Hill Edinburgh

Langit biru, semburat awan putih dan King Artur Seat


Udara Scotland yang hangat di awal bulan Juli terasa membuat tubuhku sedikit gerah saat tiba di Stasiun kereta Edinburgh Waverley. Matahari bersinar cerah semenjak pagi, sebuah cuaca yang mahal di Skotlandia. Perjalanan Glasgow ke Edinburgh dengan kereta hanya ditempuh dalam waktu kira-kira sejam lamanya dengan harga tiket PP sekitar 12 GBP (Great Britian Poundsterling). Tujuan jalan-jalan saya kali ini yakni King Arthur Seat yang menawarkan pemandangan kota Edinburgh dari atas bukit. Humm, pasti cantik kupikir. Dan track menuju kesana lumayan menanjak saat saat musim semi atau musim panaslah waktu yang cocok untuk pergi kesana. King Artur Seat? Humm pertama kali mendengar nama itu sepertinya membayangkan sebuah kursi singgasananya King Arthur ehehe. Tapi seperti apakah sepertinya King Arthur seat tersebut?

Berlatar perbukitan King Artur Seat
 Ternyata King Arthur seat itu adalah puncak dari gugusan perbukitan yang membentuk Holyrood Park. Bukit tersebut terletak di tengah kota Edinburgh, sekitar 1 mil di setelah timur kastil Edinburgh. Begitu sampai di wilayah perbukitannya, kami tergoda untuk menikmati es krim di tengah suasana yang panas. Rasanya milky dingin lumer di mulut, sangat cocok dengan suasana musim panas. Kemudian kami mulai berjalan dalam track pendakian menuju Arthur Seat. Tidak ada petunjuk jalan sama sekali, yang terlihat hanya beberapa lintasan jalan setapak yang cukup mendaki. Lumayan ngos-ngosan juga, dan diselingi dengan duduk santai istirahat sambil memandangi jelitanya Edinburgh dari atas bukit. Langit biru dengan semburat awan-awan putih memayungi perbukitan yang menghijau. Pemandangan yang memanjakan mata sekaligus langka. Langit biru, matahari cerah bagi kami yang hidup di Skotlandia merupakan berkah karena biasanya cuacanya tidak lebih dari dingin, hujan ataupun berangin kencang. 

Hosh Hosh..Mari Mendaki
  
Pose di lereng King Artur Seat dan lanskap kota Edinburgh
  
Pose di Track Pendakian

Tinggi King Arthur seat ini sekitar 822 feet, makanya merupakan tempat popular untuk mendaki ataupun hillwalking. Sebenarnya tak terlalu nanjak-nanjak amat kok jalanannya. Tapi ternyata jreng, setelah lama berjalan mengikuti track.. kami salah jalan!. Begitu sampai ke atas ketinggian tertentu ternyata jalanannya bukannya naik malah menurun. Kami jalan bareng dengan orangtua-nya Dean, sahabat kami yang usai wisuda masternya, jadi mempertimbangkan kondisi fisik mereka jadi kami memutuskan untuk turun saja tidak sampai puncak dan memilih leyeh-leyeh di rerumputan. 

Full team

Yeaaah Fly..Fly..melompat lebih tinggi !

Kami memandangi dari rerumputan perbukitan yang dibentuk dari sisa-sisa gunung berapi yang berumur sekitar 350 juta tahun dan terkikis oleh glacier dan berpindah dari barat ke timur. Wuih udah lama banget ya.
Ternyata tempat ini dinamai King Arthur Seat karena diperkirakan sebagai salah satu lokasi Camelot (Camelot itu kastil dan pengadilan yang berhubungan dengan sang legendaries, King Arthur). Dulu saya hobi nonton serial King Arthur, dan kini bisa menjelajahi tanah-tanah dimana legenda tersebut tercipta.

On May-day, in a fairy ring,
We've seen them round St Anthon's spring,
Frae grass the cauler dew draps wring
To weet their een,
And water clear as crystal spring
To synd them clean

Itulah puisi yang ditulis Robert Fergusson pada 1773, yang menceritakan tradisi gadis muda Edinburgh membasuh wajah mereka dengan embun saat MayDay di lereng sebelah yang menghadap Hollyrood untuk membuat wajah mereka lebih cantik. Aih jadi kepengen nyoba #uhuk.
Usai dari King Arthur seat, kami ke Calton Hill. Humm Edinburgh ini memang punya banyak sekali tempat-tempat yang harus dikunjungi. Hampir seluruh wilayahnya termasuk UNESCO World Heritage. Nah untuk Calton Hill juga harus mendaki lagi. Aih, lumayan kaki bekerja ekstra keras hari itu. Biasanya kami bergerak dari lokasi wisata ke lokasi lain juga dengan berjalan kaki. Jadi bersiap-siaplah sering-sering menggunakan kakimu bila tinggal atau jalan-jalan ke sini. Calton hill ini terletak di pusat Edinburgh, sebelah timur Princess Street dan tentu saja termasuk dalam UNESCO World Heritage site. Saat kami sampai, sudah banyak orang yang berjemur di rerumputan karena cuaca memang mendukung untuk menikmati sinar matahari. Ada pula yang memanjat ke monumennya, dan tentu saja kami tidak melewatkan untuk mencobanya. Walau untuk naiknya lumayan perjuangan tapi begitu sampai di atas. Uwiiii saat sampai ke atas, kita bisa memandangi Edinburgh dari atas dengan leluasa. 
 Tempat yang tadinya kantor pusat pemerintahan Skotlandia ini menggerombol dengan beberapa bangunan lain yang letaknya berdekatan. Ada Scottish Parliament Building, Holyrood Palace dan beberapa bangunan lainnya.
Memang di antara kedua tempat yang kami kunjungi lebih cenderung wisata pemandangan dari ketinggian. Matahari yang bersinar cerah, langit biru, dan para sahabat, tentu saja sebuha kombinasi jalan-jalan yang cukup menyenangkan. Ini dia beberapa foto kami saat berada di atas bangunan tersebut :

Calton Hill
 
Usai dari Calton Hill, perut kami sudah keroncongan dan mampir ke tempat makan all you can eat. Nah di sini tempat makan all you can eat sering ada di tiap kota. Artinya kamu tinggal membyara sejumlah uang lalu kamu bebas makan apa saja dan sebanyak apa saja yang tersedia di resto tersebut. Bagi yang jago makan, tempat seperti ini pasti favorit.
Setelah energy kembali terisi, kami jalan-jalan ke Princess Street dengan taman-tamannya yang berlatar belakang Kastil Edinburgh. Tempat ini banyak sekali ada di foto-foto para traveller, kartu pos ataupun web-web fotografi. Lihatlah lokasinya yang breath-taking ini.

Pemandangan dari Princess Street berlatar belakang Kastil Edinburgh


Hihihi saya dong ;p

Lucu yah jam-nya :)

Dan senang juga akhirnya bisa berfoto dengan latar belakang tempat ini. Uhuiii...setelah beberapa saat nongkrong-nongkrong santai, kami beranjak berjalan pulang kembali ke Glasgow naik kereta. Edinburgh, memang selalu menawan untuk dikunjungi. Lagi dan Lagi.

Glasgow, medio July 2013
Previous Post
Next Post

0 Comments: