Thursday, 25 July 2013

Pengumpul Senja


Ingin kukumpulkan ribuan senja,
Bukan untuk mencari sama,
Karena senja selalu punya cerita yang berbeda
Seperti juga hidup, ada beda, ada tumbuh, ada pemakna


Saya pengumpul senja. Selain hujan, saya penggila senja. Menikmati rentang waktu yang sedikit itu, tercenung tanpa kata, hanya ingin menikmatinya. Menanti saat siang akan menggantikan dirinya dengan malam, disitulah senja ada. Senja itu semacam waktu perpaduan. Seperti siang  dan malam mencumbui bumi sekaligus, sebentar saja. Sebelum malam dan gelap benar-benar ada.
Di antara rentang waktu hari, senja hanya datang sebentar saja. Tak lama. Tapi hari selalu menunggunya tiba. Ia bergerak, mengarak awan-awan yang akan berubah warna. Semburat merah mengantung anggun di ufuk barat.
Tapi senja tak selalu seindah itu. Kadang hujan menggelapkan langitnya, ataupun saat mendung menggelayut sampai sampai malam tiba. Senja tetaplah senja.
Sebanyak apapun kukumpulkan senja selama ini, tak pernah ada senja yang sama.
Saya kadang mengunjungi pantai yang sama, untuk mengarak senja di tempat yang sama, tapi menemukan senja yang selalu berbeda. Senja yang ranum di bentangan pantai, itu senja kesukaan saya. Menggabungkan dua hal yang saya sukai, laut dan senja sekaligus. Saya sering kali mengunjungi pantai untuk menanti senja. Menanti perubahan waktu yang magis itu. Rumah saya hanya berjarak sekitar 15-20 menit dari pantai. Maka di pantai inilah saya sering mengumpulkan senja sejak kecil.

saya, pantai, dan senja yang sedang ranum ranumnya
saya, senja dan dua adik saya
tempat yang sama, senja yang selalu beda
Menanti senja meranum
Mesra kan yaaa....ahaha ini adik bungsu saya




Lalu saya juga mengumpulkan senja-senja di tanah-tanah asing yang pernah saya singgahi. Dan setiap tempat menawarkan sensasi senjanya tersendiri. Dengan keapikannya masing-masing, dengan cerita-nya sendiri.


Senja di Padang Pasir, Maroko
Senja di Pantai Dreamland-Bali
 
Sebuah senja di sudut London



senja (banyakan malamnya) ahaha di Falkirk, Scotland


Remang senja di Glasgow



Senja di Dermaga Loch Lomond, Scotland



Senja di Bath, England


Senja di Seberang Big Ben, London



Akan terus kukumpulkan senja demi senja. Dalam setiap kisahnya yang berbeda, agar hidup penuh ribuan senja dengan  makna dan cerita.
Mungkin suatu saat, kita akan melewatkan ribuan senja lainnya bersama.


5 comments:

Dian Fernanda said...

Saya juga Pecinta Senja mbak
Salam Kenal Dari Batam :)

Siwi Mars Wijayanti said...

@Dian Fernanda : hai hai salam kenal jugaaa...sesama pecinta senja ehehe, semoga terus mengumpulkan senja dengan kisah yang indah ya :)

armae said...

Wahhh,.. sama. *tosss* Walaupun jingga yang saya kumpulkan baru sekitar di Indonesia saja :)

Wandiawan Blog said...

Jadi inget sama lagu "apakah kau melihat mentari senja?"

Siwi Mars Wijayanti said...

@ Armae : tapi senja di Indonesia juga nggak kalah indah lho dari senja di luar negeri, bahkan kadang lebih indah :)
@wandiawan blog : wuiiih malah belum pernah denger lagunya *googling ah :)

Post a Comment