Friday, 2 August 2013

Eksotisme Desa Tanah Liat Aït Benhaddou di Maroko



Panorama Menuju Kawasan Ait Benhaddou

Udara yang dingin saat mobil travel yang mengantarkan kami menuju gurun pasir Zagora, Maroko mulai berganti dengan udara yang sedikit gerah saat memasuki kawasan Souss-Massa-Drâa di pegunungan sepanjang Sungai Ounila. Perjalanan dari Marakesh menuju tempat ini ditempuh hampir selama 5 jam namun tak terasa membosankan, karena di sepanjang perjalanan kami disuguhi panorama yang memanjakan mata. Mobil kami menaiki pegunungan tinggi Atlas dengan kontur pemandangan kanan kiri yang bervariasi. Kami menggunakan jasa tour karena agak susah transportasi untuk menuju kawasan ini. Pemberhentian di Ait benhaddou ini merupakan destinasi travel yang sungguh membuat hati seketika berdegup cepat saat pertama kali sekilas menatapi area ini. Terlihat hamparan kawasan dengan bangunan berwarna merah kecoklatan dari tanah liat dengan arsitektur bertingkat-tingkat dan dikelilingi oleh tembok-tembok kuno dan dihiasi menara.
“wuih ini seperti panorama khasnya Santorini di Yunani dengan perumahan berundak undak yang didominasi warna putih dan biru, sedangkan ini warnanya merah kecoklatan dari tanah liat,” begitu pikir saya saat melempar pandang pertama kali pada kawasan eksotik ini.

Itu dia Ait Benhaddou dari kejauhan

Cantiknya memang superb! Begitu kaki-kaki hendak melangkah mendekati Kasbah (kumpulan rumah yang dikelilingi tembok tersebut) rasanya seperti hidup dilemparkan ke peradaban masa lalu, saat zaman Pre-Saharan. Seperti masuk dalam lorong waktu, berdiri di atas jejak sejarah ribuan tahun lalu. Sementara bangunan tersebut sampai saat ini nampak masih gagah di depan mata. Saya jalan-jalan bersama dua sahabat saya ikut bersama rombongan tour kecil dipandu  oleh seorang  guide yang disewa pihak travel. Dia dengan mahirnya menerangkan informasi tentang lokasi tersebut dengan berbagai bahasa. Beberapa orang di rombongan kami orang-orang Spanyol, sehingga ia bergantian menerangkan dalam bahasa Inggris dan bahasa spanyol.
Saat mulai memasuki kawasan ini, mata saya tak hentinya memandangi tembok-tembok serta rumah-rumah yang dibangun dari material tanah liat, jerami dan kayu saja. Beberapa kali kusentuhkan jemari tanganku meraba tanah liat bersejarah ini. Betapa peradaban manusia sanggup melahirkan karya yang luar biasa. Bila di Indonesia ada mahakarya Borobudur dengan punden batu berundaknya yang impresif, dan  kini mata saya dibelalakkan oleh karya luar biasa tangan-tangan manusia membangun Ksar (kastil/bangunan yang dikelilingi benteng) yang luar biasa di Aït Benhaddou .

Ini dia eksotisme Ait Benhaddou

Jendela-jendela rumahnya yang sempit, motif dari tanah liatnya yang sederhana namun apik, serta pernak pernik yang ditawarkan di sepanjang jalan sungguh menarik perhatian. Kami mulai menjelajahi setiap bagian dari kawasan ini, dengan memandangi rumah-rumah unik dari tanah liat, kemudian mendaki terus ke bagian atasnya melewati tanjakan yang semuanya  dari tanah berwarna kemerahan. Ah, saya sempat membayangkan bagaimana rasanya tinggal di dalam rumah-rumah tanah liat ini. Bangunan unik  di provinsi Quarzazate lereng selatan pegunungan tinggi Atlas ini ini kata si guide-nya merupakan contoh arsitektur Maroko Selatan dengan tehnik konstruksi pre-saharan. Kumpulan rumah-rumah ini disebut Ksar, yakni bangunan dan tanah liat yang dikelilingi oleh benteng/tembok yang tinggi, merupakan tempat tinggal tradisional pre-saharan. Rumah-rumahnya berkelompok dalam tembok pertahanan yang terbangun tinggi, diperkuat dengan menara di sudutnya dengan gerbang yang berbentuk zigzag. Humm, bisa dibayangkan bangunan yang hanya dibangun dari tanah liat, kayu dan jerami ini pastilah rentan sekali dengan kerusakan, apalagi bangunan ini dibangun sekitar sejak abad ke 17. Untunglah ada  CERKAS (Centre for the conservation and rehabilitation of the architectural heritage of atlas and sub-atlas zones) yang dengan teratur memaintain situs berharga ini.
Klimaksnya tentu saja saat berada di atas ketinggian puncak dan kita bisa melihat hamparan bangunan-banguan unik itu dari atas. Aih, sungguh terasa seperti sedang berada di peradaban masa lalu namun masih menjejak kekinian. Breath taking scenery! Pemandangan dramatis dari atas  yang akan kalian kenang seumur hidupmu. Jangan lupa ambil foto-foto dengan latar belakang yang menakjubkan ini sebagai sejarah hidupmu. Kapan lagi bisa menemukan destinasi wisata yang tak biasa seperti tempat ini coba?

Saya dan puncak tertinggi Ait Benhaddou

Cobalah rasakan pengalaman yang tak terlupakan dengan melangkah, mengamati, dan berfoto di area tempat yang menjadi setting beberapa film terkenal. Iyah di Aït Benhaddou pernah dijadikan setting berbagai film terkenal, di antaranya Sodom And Gomorrah (1963) Gladiator (2000) dan Prince of Persia (2010). Tapi sungguh ini merupakan kejutan yang menyenangkan karena saya sebelumnya tidak tahu kalau dalam perjalanan menuju gurun pasir Zagoro, Maroko akan ada pemberhentian dengan destinasi sekeren ini.  Sungguh sebuah kejutan menyenangkan, Surprisingly beautiful! Pantas saja tempat ini termasuk dalam UNESCO World Heritage Site sejak tahun 1987 dan termasuk dalam 25 tempat favorit destinasi di Afrika dalam Trallever Choice 2013.

Panorama Ait Benhaddou dari atas

Di kawasan ini, ada pula cinderamata seperti kain-kain tradisional, perhiasan-perhiasan dari batu eksotis yang ditawarkan oleh penduduk lokalnya. Sebagian bangunan ini memang sudah tidak berpenghuni namun konon masih ada 8 keluarga yang tinggal di kawasan tersebut. Mungkin sekarang memang kawasan tersebut telah khusus diperuntukkan sebagai tempat wisata dibandingkan fungsi sebelumnya sebagai desa tempat tinggal.

Souvenir dan cinderamata ala Maroko

Kami juga mampir ke lokasi bengkel seni seorang seniman yang membuat lukisan yang cara dibakar/dijilatkan pada api. Unik sekali, orang tersebut mengambar dengan cairan tertentu kemudian dijilatkan pada api kemudian cairan di atas kertas tersebut berubah warnanya dan nampaklah lukisan yang apik.

Bengkel seni tempat pembuatan lukisan teknik jilat api

Kreatifitas manusia bila dimaksimalkan memang sanggup membuat siapapun terkesima. Seperti juga tempat ini yang tak henti-hentinya membuat mata dan hati saya terkesima. Sungguh sebuah pengalaman wisata yang membekas dalam perjalanan hidup saya. Mengunjungi Ait-Ben-Haddou, desa tanah liat yang begitu eksotis dengan bangunan tanah liat yang sanggup mengombang-ambingkan rasa antara jejak sejarah masa lalu dan berkah kekinian. Siapapun yang mengunjungi Maroko, Negeri Maghribi di semenanjung Afrika Utara,  jangan lupa manjakan jiwa dan matamu dengan panorama Ait-Ben-Haddou dan rasakan sensasinya!

 


0 comments:

Post a Comment