Monday, 13 January 2014

Lift up Your Energy!






Seorang sahabat lama mengirimkan sebuah pesan singkat di bb. “ Just a quick answer, what  you usually do whenever you feel like you’ve lost  your energies of your life?”
Saya baru membacanya keesokan harinya karena perbedaan waktu antara Indonesia dan UK. Dalam beberapa menit saya berpikir, jawaban apa yang harus saya berikan pada sahabat saya itu. Sebuah pertanyaan yang tidak biasa, tapi tidak banyak dipertanyakan banyak orang. Dia salah satu sahabat yang saya kenal peduli dengan laju hidupnya. Dengan mempertanyakan hidup, orang peduli dengan hidupnya. Keresahan dan kegelisahan kadangkala adalah jembatan untuk melihat hidup lebih dekat.
Kehilangan energi hidup adalah kejadian yang dialami hampir semua orang.  Dan setiap orangpun berbeda pula mensikapi hal tersebut.
Lau harus kujawab apa? Tentu saja saya menjawab sesuai dengan kapasitas pendapat dan pengalaman saya sendiri. Karena tentu saja tiap orang mempunyai cara-caranya masing. Kutulis kalimat-kalimat ini padanya :
“Biasanya aku  mengambil jeda sejenak, menyenangkan diri sendiri dengan memberikan hadiah bagi diri sendiri seperti jalan-jalan, masak atau makan enak, beli buku ataupun hal-hal yang menyenangkan bagi diri sendiri. Ketemu dengan orang-orang yang kucintai, ataupun ngobrol dengan orang-orang dekat. Pokoknya melakukan hal-hal yang membuat kita semangat lagi. Dan yang paling penting, adalah membincangi diri sendiri. Bincangi apa yang kita inginkan, apa yang dirasakan. Kalau kita tahu apa yang kita mau, pelan-pelan energinya akan recharge lagi.”
Bukan sebuah rumus yang bisa diterapkan untuk semua orang pastinya, karena tentu saja rumus tersebut sesuai dengan saya, ataupun beberapa orang lainnya. Mungkin tidak cocok dengan orang lain lagi. Saat-saat sulit, energi hidup hilang pasti terjadi, dan akan terjadi lagi dalam kehidupan ke depan. Masa sulit tak akan kekal, karena akan berganti dengan bahagia, dengan berita-berita gembira. Hadapilah, berjalanlah.
Mungkin wacana berhenti mengejar kebahagiaan ada benarnya juga. Bahagia datang, pergi, sedihpun demikian adanya. Tidak ada pernah bahagia yang abadi, begitupun tak ada kesedihan yang abadi. Dalam suatu kurun waktu tertentu kita mampu bahagia sebahagianya, kemudian langsung diterjang gulana begitu dahsyatnya. Mari bersama membelajarkan diri menghadapi semuanya. Dengan upaya terbaik yang kita punya.


Glasgow, 13 Januari 2014. Saat dingin semakin membekukan tubuh. Tapi ada harapan akan datang musim semi, kemudian berganti ganti musim lagi. Tak ada yang abadi. Dan hidup yang senyata-nyatanya adalah detik ini. Mari syukuri.

4 comments:

Arie Restu Wardhani said...

Mungkin ketika lelah seperti itu saatnya melepaskan semua keinginan.. Saya pernah dulu ketika masih kuliah S2 ingin sekali bekerja, merasa terbebani karena lulus S1 belum juga kerja.. Nglamar kemana2 ndak diterima, berpuluh lamaran dah dikirim. Ada satu dua panggilan tes, tapi tidak saya hadiri, karena tidak sreg dengan tempatnya. Terakhir panggilan di PLN dan Univ. swasta di Surabaya.. Itupun Gatot, adaaa aja, yang terlambat test lah, yang belum lulus S2 lah.. Kecewa pasti itu karena keinginan yang begitu kuat untuk bekerja. Akhirnya mencoba untuk ndak ngoyo.. melepaskan keinginan.. Menyerahkan kembali pada sang pencipta.. Tanpa disangka ikutan tes dosen kopertis, keterima.. Alhamdulillah,, Jadi saya pun berasumsi... Alah SWT maha tahu apa yang terbaik untuk umatnya. Dan saya sudah membuktikannya berkali-kali InshaAllah. Kita boleh berkeinginan, berkehendak.. mungkin dengan itu kita bersemangat menggapainya, mungkin Allah ingin tahu sejauhmana kita berusaha, mungkin Allah juga ingin dengar doa kita dalam menggapainya, dan Allahpun lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.. Wallahu a'lam bisawab..

Smile and reach the sky said...

Ikutan urun rembug ya, dear Siwi. Bahasa saya: semeleh. Semeleh itu lah yang saya coba saya iringkan untuk setiap doa, harapan, cita-cita, keinginan, kehendak. Nice sharing. Thank you.

Arian Sahidi said...

selalu menginspirasi *udah itu aja komentarku* :)

Siwi Mars Wijayanti said...

@mba arie restu : terimakasih sharingnya :)
@smile and reach the sky : semeleh..wah mantaap. terimakasih sudah mampir baca ya :)
@arian sahidi : halaaah ekekek thanks anyway :)

Post a Comment