Monday, 19 May 2014

Ada Cinta dalam Olahan Rasa


Gambar di ambil dari sini

Mata saya terhenti pada sebuah gambar di Instagram milik Dee Lestari. Err..saya sungguh ingin membuatnya juga suatu saat. Iya, selain seorang penulis yang mumpuni, Dee ini mahir memasak dengan berupa-rupa masakan yang bikin drooling hanya dengan melihat foto-foto hasil masakannya saja. Foto yang diunggahnya di media Instagram tersebut adalah menu pilihan yang bisa dipilih oleh suami dan anak-anaknya untuk ia masak dan sajikan. Aih, terlihat menyenangkan sekali bisa seperti itu. Mewujudkan cinta dalam olahan rasa.
Pernahkah berpikir bahwa cinta juga bisa berasa seperti rasa manis, asin, pedas ataupun gurih? Pernahkah berpikir bahwa makanan yang kita makan juga merupakan perwujudkan cinta? Atau pernahkah memasak dengan cinta?
Ternyata memasak itu bisa menjadi aktivitas yang membahagiakan. Saya suka mengulik ngulik resep-resep baru dan mencobainya di dapur, hanya berdasarkan alasan sesederhana bahwa saya menyukai aktivitas tersebut. Apapun aktivitas yang membuat saya bahagia, akan saya lakukan ahaha. Seperti ketika saya ditanya sahabat saya,
            “Eh sampai kapan mau foto-foto narsis begitu, sampai nenek-nenek?” kata sahabat saya sambil mencandai saya.
           “ Ahaha  sepanjang itu membuat aku bahagia. Kemarin aku di Lake district ngelihat ada nenek-nenek yang jalan-jalan trus foto-foto gokil, huaaah seru banget.” Jawab saya sekenanya. 
Seperti halnya juga saya menikmati memasak walaupun masih dengan resep-resep sederhana. Tapi saya menikmatinya. Memasak juga butuh banyak belajar, banyak membaca. Seperti halnya keahlian-keahlian lainnya. Seperti juga mencintai juga membutuhkan banyak belajar. Belajar memahami orang lain, dan yang tak kalah penting adalah memahami diri sendiri.
Memasak bagi saya, adalah menyajikan cinta dalam rasa. Ada keinginan untuk menyajikan masakan yang enak untuk disantap oleh orang-orang yang kita cintai. Wujud cinta dalam olahan rasa baik itu manis, pedas, ataupun gurih. Saya masih harus banyak belajar untuk bisa lebih banyak lagi menyajikan masakan yang beraneka rupa. Kadang berhasil dalam sekali coba, kadang kala tidak berhasil atau malahan berhasil tapi berbeda hasilnya hihih.
Dan sambil belajar memasak, ada juga makna yang bisa dipelajari lho. Salah satunya, ternyata memang benar bahwa usaha ekstra bisa menghasilkan hal yang lebih luar biasa. Kalau mengerjakan atau mengusahakan sesuatu biasa-biasa saja, hasilnya juga standar saja, dan itu juga berlaku pada masak memasak ternyata.
Dulu, masakan saya paling-paling berbumbu standar. Udah enak kok, pikir saya (enak menurut lidah saya yah #mengantisipasi banyak yang protes ;p). Tapi setelah mengenal beraneka bumbu-bumbu dan menambah aneka macam bahan seperti lengkuas, serai, daun pandan, daun jeruk, daun salam ternyata memberikan tambahan rasa yang sungguh signifikan. Huaaah ternyata beda rasanya dengan masakan yang cuma dikasih bumbu standar saja. Ternyata dengan menambah usaha ekstra dengan menambahkan bahan-bahan ekstra memberikan sentuhan rasa yang makin menggugah selera.


Mungkin sama dengan cinta, cinta akan cepat kadaluarsa bila tidak dijaga dengan usaha ekstra. Bahwa cinta tidak serta merta bertahan bila dibiarkan apa adanya. Butuh usaha dan perjuangan untuk tetap menjaga cinta dua manusia yang terus berbeda dengan laju perubahannya. Maka sepertinya perlu upaya dari kedua belah pihak untuk tetap membuat cinta senantiasa mengada.
           " Terlepas dari betapa tidak logisnya cinta, namun ia punya mekanismenya sendiri untuk bertahan"
Saya teringat kalimat yang ditulis Dee, entah di bukunya yang mana ehehe.
Setiap orang punya caranya sendiri untuk mengekspresikan cinta, untuk saya..cinta, bagi saya salah satunya terwujud dalam olahan rasa masakan yang saya cipta.

Cinta saya..eh masakan saya ;p

Glasgow, 19 Mei 2014. Menjelang isya sambil menunggu sayur asem matang.

6 comments:

Tama said...

banyak banget postingannya dalam seminggu ini, ga terkejar sama kecepatan baca pembaca.. :D

Siwi Mars Wijayanti said...

ahahaha habis otak berasa penuh mas kalau nggak dituang ke tulisan dulu :D

lupita said...

bikin akun instagram dong mbak, twitter wes ra musim :p #duudududuududuudududu........

Siwi Mars Wijayanti said...

ndak fansku tambah akeh mengko ;p
**iyoo, sesuk sesuk nduk gawe instagram..nek twitter itu harus tetep, soalnya sumber informasi dan rejeki ahah ;p

Esti Rizkya said...

Yaa ampun... happy cooking mb ^^~

Siwi Mars Wijayanti said...

ya ampun kenapaaa? huaaah saya nggak meyakinkan bisa masak yaaa ahahah *kidding..yupieee thanks :))

Post a Comment