Friday, 23 May 2014

Because You are Special!

source pic here

Pernah nggak merasa iri pada orang lain? Pasti pernah ya, sepertinya perasaan itu normal saja dialami manusia. Seperti juga rasa cinta, cemburu, iri, senang, bangga semua katalog rasa tersebut hampir pasti pernah menghampiri pada kita manusia.
Saya pernah iri sama orang lain? Iya pastilah pernah. Kadang kala, ada manfaatnya juga untuk dijadikan motivasi agar diri berkembang menjadi lebih baik lagi. Belajar dari orang lain, tentang perjuangan, konsistensi, persistensinya untuk mencapai apa yang ia inginkan. Kadang pula terinspirasi dari orang lain, bagaimana si orang itu berjalan mencapai apa yang ia ingin wujudkan.
Kamu, kalian pernah ngerasa iri pada orang lain nggak? Pernah? Sering? Ahahah eh.
Tapi iri saya juga ternyata milih-milih, hihi ternyata saya memang pemilih. Iyalah, kita hidup kan dibekali dengan kewenangan untuk memilih apapun. Ya masa mau semuanya di-iri-in? enggak dong.
Iri dalam batas yang wajar akan menjadi energi pemacu, namun sebaliknya iri yang berlebihan malah akan menjadi energi penghancur.
Mari bicara soal iri, saya biasanya iri pada apa ya?
Iri soal fisik? Ahaha jarang banget. Biasanya perempuan itu paling sensi urusan kecantikan. Si itu lebih cantik, lebih seksi, lebih kinclong, lebih ayu bla bla bla. Di dunia perempuan, diskusi tentang kecantikan itu sudah menjadi historis genetis yang sudah menaun, yang mungkin akan tetap ada seiring dengan masih adanya perempuan di bumi ini. Serius. Cuma ada yang jujur mengenai ini, ada yang pura-pura mengacuhkannya.
Pernah iri karena kecantikan perempuan lain? Ahaha pernah sih tapi jarang. Saya sih suka dengan saya sebagaimana saya sekarang ini. Tapi kalau muji perempuan cantik malah sering. Saya suka tipikal Raisa, Alisa Subandono, Raline Shah. Perempuan saja suka ngeliatnya. Oh ya, suka juga lihat OSD atau Meyda Safira yang anggun dengan jilbabnya.
Iri soal kesuksesan orang lain?
Kadang mungkin terbersit pikiran : oaah si itu baru umur segitu muda sudah mencapai itu yah? Ih si itu bisa ini ya..eh si anu udah pergi kesana lho..ah si ini udah bisa beli itu ya..bla blaa..
Eit, mungkin itu saatnya saya kembali mendudukan definisi kesuksesan. Karena kesuksesan pun tidak sama bagi semua orang. Saya punya definisi kesuksesan tersendiri, dan itulah saatnya saya membisiki diri :
            “Hidup kita ini bukan untuk bersaing dengan orang lain. Tapi untuk menunjukkan sisi terbaik dari diri kita sendiri
Itu sih mantra sakti saya tatkala hidup kadang riuh rendah dengan berseliweran kegaduhan tentang opini, pendapat, persepsi dan lain sebagaimana, konsekuensi dari manusia sebagai makhluk sosial.
Definisi kusuksesan bagi saya, bisa melampaui “saya” yang sekarang dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semacam perjalanan ke dalam diri yang tak pernah henti.
Saya sadar tidak bisa melakukan semua hal, iyah pastilah, masa semua orang good at everything? Tapi saya punya potensi tersendiri yang harus terus saya pupuk, harus saya hidupi, harus terus saya yakini.
Berapa banyak orang yang terperangkap menjadi manusia penuh iri, dengki tanpa mengenali tujuan diri sendiri? Dunia terkadang begitu gaduh dan riuh, hingga mungkin saja terhanyut menjadi bukan dirinya sendiri. Lihat, lihat dan kenalilah diri. Pahami, bincangi. Orang lain adalah teman seperjalanan kita dalam menjalani perjalanan hidup, tapi jalur-nya bisa berbeda, kecepatannya juga berbeda, bahkan tujuannya saja mungkin saja berbeda.
Jangan sampai kita kehilangan perjalanan diri kita sendiri. Kita berjalan dalam jalur masing-masing, dengan kecepatan masing, dengan tujuan masing-masing.
Saat kita sudah berfokus pada diri sendiri, maka semoga hidup akan menjadi lebih harmoni. Meminimalkan rasa iri dengki atau rendah hati, atau bahkan sombong ataupun arogan. Mungkin inilah pentingnya mengenali diri sendiri, kebutuhan dan tujuan diri. Saat kita lebih mengenal diri, semoga kita berjalan dengan lebih harmoni. Antara hati, pikir, jiwa dan semesta.
Lihatlah dirimu, dengan potensi ajaib yang menunggu kau maksimalkan. Yang berbeda, yang unik, yang spesial anugerah dari Tuhan. Mari maksimalkan. Because you are special!
Mari terus belajar, karena belajar tiada pernah berhenti.
You were born unlike nobody else. All you need to do is to be yourself, everyone else is already taken (Oscar Wilde)

 Glasgow, 23 May 2014. Di sebuah pagi yang hangat.

7 comments:

Imam Teguh Prabowo said...

Subhanallah... Keren insoiratif... (www.kesmas-public.blogspost.com) :D

Siwi Mars Wijayanti said...

eheheh makasih ya Imam udah mampir baca-baca :)

Esti Rizkya said...

Ini wejangan banget buat saya yang lagi hopeless dengan kehidupan mbak :') saya juga sering mengingatkan diri supaya fokus pada pengertian yang lebih mendalam tentang diri sendiri tapi kadang kalau lihat sekeliling mereka yang 'kelihatan' mulus mulus aja tuh bikin dada sesak.. minder.. mbak punya tips ga biasanya kalo mbak sendiri lagi minder mindset yang dibangun kudu yang seperti apa ya :( Salam lagi dari Esti mbak yang bulan lalu mampir.. :) sukses ya mbak.. diberi kesehatan juga ^^

Esti Rizkya said...
This comment has been removed by the author.
Siwi Mars Wijayanti said...

wah bisa jadi ide tulisan baru nih eheheh..setiap orang punya kelebihan, kekurangan serta potensinya masing-masing. Tugas kita memaksimalkan kelebihan dan potensi diri kita sendiri, asal yakin dengan itu, rasa percaya diri akan tumbuh perlahan kok.
Yakin sekeliling "mulus-mulus" saja? setiap manusia menghadapi pertarungannya sendiri-sendiri lho. Just be the Ultimate you, menjadi diri sendiri dalam versi yang terbaik karena masing-masing diri itu spesial :))

Esti Rizkya said...

Duh.. rasa rasane tulisannya mbak siwi yg ini mau tak print tak tempelkan didinding kamar. Makasi ya mbak :))

Siwi Mars Wijayanti said...

ehehe sama-sama Esti :))

Post a Comment