Friday, 30 May 2014

Kembali ke Manchester (Day 2)

Manchester yang baru bangun pagi

Bangun di pagi hari kala jalan-jalan memang lain rasanya dengan hari-hari biasanya, terasa lebih bersemangat dan dunia lebih indah ahaha. Kami melakukan England Trip sekitar 8 hari loncat dari kota ke kota lainnya. Memang kadang membutuhkan energi ekstra *(dan duit ekstra) untuk melakukan perjalanan yang long run seperti ini. Sebatas pengalaman saya, asal malamnya bisa beristirahat dengan nyaman dan tubuh memperoleh porsi istirahat serta asupan makan yang cukup, so far sih tidak berasa capek-capek banget ataupun sampai sakit.
Pagi ini setelah mandi dan mencereweti kamar depan biar cepetan mandi, saya dan Mba Fitri menyiapkan sarapan seadanya. Cukup dengan kentang goreng dan telur sisa bekal dari Mba Dini di Leeds.
            “ Ayo cepetan mandi, kami tunggu di bawah,”  memang si bapak-bapak itu ya, baru setelah dicereweti baru mau siap-siap hihih.
Setelah sarapan, kami sekalian check out dari hotel karena sorenya kami akan menuju London. Tapi kami menitipkan tas-tas segede gaban kami di tempat penitipan hotel, biar nanti sebelum ke stasiun kami kembali lagi ke hotel untuk mengambil tas-tasnya. Soalnya nggak enak jalan-jalan sambil memakai backpack yang besar plus tentengan macam-macam. Terasa kurang leluasa. Dan pastinya akan cepat lelah bisa tubuh dibebani barang bawan yang berat, sementara pastinya kami akan jalan kaki lumayan untuk menjelajah Manchester. Maka travellinglah selagi muda, tenaga masih ekstra, semangat masih membara, suatu saat kalian akan menyadari ada beberapa keterbatasan dalam travelling seiring bertambahnya usia *huaaah ini persis nasihat simbah-simbah yak.
Pagi ini jadwal kami kembali ke Old Trafford! Ahaha masih belum puas semalam, dan juga Mas Munir dan Mas Dipta belum ke sini. Nah pagi ini kami jalan kaki menuju Old Trafford lagi, dan foto-foto (lagi). Saya tidak masuk ke Stadionnya, karena dulu pas pertama kali ke Old Trafford sudah pernah masuk ke dalam stadion. Heuheu mahal juga tour-nya, untuk informasinya kalian bisa check di sini. 18 Pounds per person? Glek. Mahal banget kan? Saya dulu bisa masuk dengan harga lebih murah karena menggunakan family ticket. Walaupun saat itu ya pura-pura saja jadi family. Kebetulan saat itu ada bapak-bapak, dan 2 anak dari indo hendak ikut tour stadium, lalu setelah ngobrol-ngobrol maka ikutlah saya biar diikutkan dengan harga family ticket. Jauh lebih murah pastinya.
Begitulah, selain biaya transportasi, akomodasi, harga tiket masuk objek wisata banyak menyita budjet perjalanan.
Kami asik asik aja berwisata murah dengan (kembali) foto-foto di sekitar stadion dan masuk ke Official store-nya MU untuk melihat-lihat berbagai macam pernak pernik khas United. Dan ya pastilah harga merchandise official mahal ahaha, tapi saya beli beberapa souvenir yang sedang diskon christmas. Lumayan untuk kenang-kenangan.
Sanggupnya beli souvenir yang sale ahaha ;p

Sebelum ke Manchester, ada beberapa teman yang nitip belikan jersey asli MU. Tapi setelah saya beritahu harganya, mereka mundur teratur. Oh ya kalau mau check-check harganya apa aja yang ada di megastore MU, bisa dilihat di sini. Kadang-kadang ada diskon yang lumayan lho

Yeiii kami dalam formasi lengkap di depan Old Trafford

ini di dalam Megastore-nya MU, ada versi bahasa Indonesianya lho..huaaa Teater Impian!

Tau nggak Made in mana? INDONESIA huaah
Mas Basid dan Mas Munir berpose :D

Nah sementara saya, begitu melihat ada angka 7, langsung saja nemplok dan minta difoto hihih iya saya memang pecinta angka tujuh. Sepertinya gara-gara nomer punggung si abang yang pernah menjadi punggawa The Red Devils ini.


Eh di dekat kasir, ada bakcground lucu untuk berfoto, lihatlah saya jemur baju dulu yaaah

Hihihi harus segera dijemur, biar kostumnya bisa dipake bertanding lagi 
Oya, akhirnya dong saya ketemu dengan si abang pemilik nomer 7 The Red Devils itu ahah

Si abang ngajak ngobrol lho *lewat layar LOL
Heuheu pernak perniknya super lucu-lucu, tapi harganya sungguh enggak lucu. Seperti boneka MU ini, lucu pas liatnya tapi ditaruh lagi setelah lihat harganya eheh
Lucu bangeeet..pengen bawa pulang, tapi nggak usah bayar hahah

Model terbaru NIKE hiyahahah
Eh eh, di Old Trafford tiba-tiba disapa sekeluarga asal Indonesia yang tengah berlibur di Manchester. Bapak Ibu dan seorang anak perempuan, dan setelah ngobrol ternyata om tante-nya Handini Audita, sahabat saya dulu di Glasgow. Dia sudah balik ke Indo setelah merampung kuliah master. Ampun yah dunia memang sempit ehehe.
Saya dan mereka

Nah setelah dirasa puas menjelajah Old Trafford, kami makan siang dulu di tempat makan yang menyajikan makanan halal. Alhamdulillah di dekat Old Trafford ada tempat makan halal dan harganya terjangkau. 


muka-muka kelaparan tapi tetap sumringah
Dan setelah perut di isi kami melanjutkan perjalanan kami menuju markasnya Manchester City, Etihad Stadium
Walaupun MU dan City adalah musuh bebuyutan, dan saya sebagai fans MU pastinya bukanlah pendukung The Citizens tapi tetap saja ingin melihat bagaimana wujud stadionnya. Atau setidaknya bisa bilang pada diri sendiri “Aku udah pernah ke sana lho” ahaha.
Kami menuju ke markas The Citizens menggunakan tram, lalu berjalan kaki sekitar 20 menit. Sampailah kami di Etihad Stadium yang hawanya terasa berbeda dengan Old Trafford. Entah karena saya pendukung United atau entah karena memang sejatinya demikian, namun Etihad Stadium kurang terasa “gagah”. Kalah wibawa dibandingkan dengan stadion United itu, walaupun prestasi The Citizens tengah moncer sekarang ini.
Kami berombongan kemudian menjelajah stadion ini, berkeliling, foto-foto dan masuk juga ke store-nya City ini. Harga-harga souvenirnya lebih murah dibanding souvenir MU, namun saya enggan membeli souvenir musuh bebuyutan klub yang saya bela ahaha.

di dalam Store the Citizen
Di depan Etihad Stadium


Ada kejadian lucu saat kami menunggu tram ke city center. Mas munir ternyata menenteng tas belanjaan yang satu MU dan yang satunya City. Soalnya dia nggak suka bola tapi membeli ya gara-gara seru-seruan, oleh-oleh kalau pulang nanti. Tapi begitulah, petugas-petugas yang tengah berpatroli saat ini mencadai kami gara-gara dualisme klub itu. Yang satu pendukung MU, sedangkan petugas satunya pendukung the Citizens. Huah jadinya rame. Di situ kami juga melihat beberapa ABG yang tertangkap petugas gara-gara tidak membeli tiket. Memang jarang ada pemeriksaan tiket, namun sekali tertangkap dendanya selangit. Jadi tetaplah membeli tiket apapun itu, agar tenang jalan-jalan kemana saja.
Dari  markas City kami melanjutkan perjalanan menuju City centre-nya Manchester. Humm tidak seperti kota lainnya yang berhias diri dengan ornamen ornamen khas Natal, seperti Manchester nampak plain. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat di city centre-nya.

City centre Manchester

Saya secara pribadi memang tidak terlalu menyukai kota ini. Entahlah, hanya terasa “garing” saja sih. Wisata paling populer ya wisata stadion saja, suasana kotanya juga biasa-biasa saja. Jauh-jauh ke Manchester eh masuknya ke Sport Direct ahaha..nemenin Mas Basid beli topi winter. Topi seperti ini cocok untuk melindungi kepala dan telinga, jadi terasa hangat.
            “ Jangan yang warna ini ah, ntar kembaran sama Mas Munir,” kata Mas Basid enggan punya warna yang sama. Soalnya model topinya kembaran dengan topi Mas Munir. Jadilah si kembar ini berfoto dengan topi yang kembar ahah.
Si Topi Kembar

Setelah agak lama menjelajah city centre kami kembali ke hotel untuk mengambil tas dan menuju stasiun untuk melanjutkan perjalanan kami ke London, yeay!

Saya dan backpack. terimakasih Ibis Hotel !
Catatan perjalanan England Trip Winter Break Desember 2013. Merapikan kenangan
30 May 2014. Glasgow yang cerah ceria siang ini.

6 comments:

Arian Sahidi said...

dohhhh nyesel lagi buka blogger malah nemu tulisan ini #dijitak haha

Siwi Mars Wijayanti said...

emang dasar sengaja baca pasti.. biar ketularan jalan-jalan. Happy weekend :)

Arif Abdurahman said...

Ah bikin ngiler aja nih mbak. :D
London. Someday. Soon!

Siwi Mars Wijayanti said...

ehehe amiin mudah-mudahan terwujud yaa :))

Ririen Dias said...

Mba Siwiii... aku sering baca tulisan mbak tp br sekali ini komen, dlu komennya cm di kotak kecil sebelah kanan itu..hehehehe...

Ditunggu cerita dari London-nya ya Mba... salam kenal.. :)

Siwi Mars Wijayanti said...

Dear Ririen Dias : ehehe makasih ya udah sering mampir baca. iya, settingan komen blogspot memang kurang friendly user, atau saya-nya yang gaptek nggak tau caranya biar enak buat komen tulisan hihi. iyupp, akan ditulis segera insyaAllah. Salam kenal juga yaa :))

Post a Comment