Friday, 20 June 2014

Uniknya Puasa Ramadan Saat Musim Panas di Glasgow


Publikasi artikel ini di detik ramadhan (linknya): http://ramadan.detik.com/read/2014/06/19/102451/2612655/1598/uniknya-puasa-ramadan-saat-musim-panas-di-glasgow?r992203625

Menjelang Bulan Ramadhan tahun ini, kami warga muslim Indonesia yang bermukim di Glasgow, Skotlandia  menyambutnya dengan penuh suka cita. Walaupun tak ada tabuh bedug yang semarak menyambut Ramadhan seperti di Indonesia, tapi tak urung membuat kami tetap merayakan kedatangan bulan suci tersebut. Salah satu yang menarik dari berpuasa di sini yakni waktu puasanya yang tentu jauh berbeda dengan waktu puasa di Indonesia. Glasgow saat ini sedang memasuki musim panas dengan waktu siang yang lebih panjang daripada waktu malam. Bila mengacu pada jadwal puasa dari Central Mosque Glasgow (masjid terbesar di Glasgow), waktu sahur Ramadhan pertama sekitar pukul 2.45 kemudian buka puasa (waktu magrib) pukul 22.14. Jadi kami akan menjalani puasa ramadhan kurang lebih 18 jam,  yang tentu saja lebih lama dibandingkan dengan waktu puasa di Indonesia.
Hal ini terjadi karena puasa ramadhan berlangsung saat musim panas. Berbeda bila berpuasa di musim dingin, yang magribnya bisa saja sudah tiba sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Mungkin terpikir alangkah beratnya berpuasa sebegitu lamanya, apalagi saat musim panas. Itu juga yang dahulu terpikirkan oleh kami saat belum pernah mempunyai pengalaman puasa di sini. Kami sebelumnya terbiasa dengan waktu puasa Ramadhan di Indonesia yang waktunya relatif sama dari tahun ke tahun. Kemudian saat tinggal di Glasgow, kami berpuasa dengan waktu yang jauh lebih lama. Untungnya, walaupun berpuasa di musim panas namun pada kenyataannya suhunya tidak terlalu panas. Di Glasgow, rata-rata suhu harian selama bulan Juni adalah 16 ° C, sementara Juli dan Agustus rata-rata harian 18 ° C dan tertinggi sekitar 23-25 0 C. Jadi tentu saja lebih panas di Indonesia bukan? Kondisi ini menyebabkan walaupun waktu berpuasanya cukup panjang namun tidak terlalu kehausan karena tidak terlalu panas. Uniknya jadwal puasa Ramadhan di Glasgow ini, mau tidak mau membuat kami menyesuaikan aktivitas dengan jadwal puasa. Karena waktu maghrib dan subuh saling berdekatan, biasanya kami mensiasatinya dengan tetap terjaga sampai subuh, kemudian setelah sholat subuh baru tidur.
Menjalani puasa Ramadhan di negeri orang tentu saja menghadirkan kerinduan untuk menikmati suasana Ramadhan seperti di tanah air. Salah satu yang istimewa dari Indonesia sebagai negara dengan mayoritas agama islam adalah semaraknya Bulan Ramadhan. Sepertinya semua orang menyambutnya dengan penuh keriangan. Berjajar penjual makanan takjil menjelang buka puasa, suara adzan dari masjid-masjid, banyaknya jamaah sholat tarawih, acara buka puasa bersama dan juga banyak kegiatan-kegiatan pengisi ramadhan lainnya. Sementara kami tinggal di Skotlandia dimana islam menjadi agama minoritas. Populasi muslim di Skotlandia sampai tahun 2011 mencapai 76.737, sekitar 1.4% dari total penduduk di Skotlandia. Mayoritas penduduk skotlandia beragama kristen, dan Muslim merupakan kelompok ketiga terbesar non-kristen setelah Atheis dan Agnostik. Sebagain besar populasi muslim di Skotlandia berasal dari Asia Selatan, terutama yang berasal dari Pakistan. Oleh karena itu, tentu saja tak ada bedug yang semarak, tak ada ramainya penjual-penjual takjil menjelang buka puasa. Aura ramadhan sama sekali tak terasa. Mungkin penduduk Glasgow banyak yang tidak menyadari atau mengetahui bahwa umat muslim akan memasuki bulan Ramadhan, namun masih aja juga mengetahuinya.
Namun sebagai kaum minoritas, kami bersyukur masih diberikan banyak kemudahan untuk tetap beribadah di negeri ini. Halal Butcher (tempat menjual daging halal) relatif mudah dijangkau, tempat beribadat untuk sholat berjamaah juga ada di beberapa daerah Glasgow. Dan tentu saja, mempunyai pengalaman berpuasa di luar negeri dimana islam menjadi minoritas tentu saja menjadi pengalaman menarik yang akan memperkaya pengalaman hidup kami. Beribadah bisa dimana saja, Tuhan selalu memberikan kemudahaan bagi umatNya. Panjangnya waktu berpuasa semoga menambahkan semangat ibadah kami. Dan kami menyambut Bulan Ramadhan dengan penuh suka cita. ***


Glasgow, 20 June 2014 di siangnya yang benderang cerah

4 comments:

Alfaridzy Al Jawi said...

Pertamax.he
Enak di sana atau di indonesia puasanya? :p
di indonesia mah, ada kolang kaling, bubur candil, kolak sandal jepit (hihi), dll.hehe

palupisuryakusuma said...

Wah, semangat mba buat menjalani puasa di negeri orang :-D semoga dimudahkan dalam segala kegiatan :-) ceritanya di blog keren2 B-)

Siwi Mars Wijayanti said...

@alfa : tergantung, kalau disuruh jawab sekarang. lebih enak di sini sih ahaha..soal takjil2 itu bisa bikin sendiri ;p
@Upi : ehehe amin, makasih upi :)

Alfaridzy Al Jawi said...

coba.....pengin nyicipin takjilnyah, enak engga??? :p

Post a Comment