Monday, 14 July 2014

Tentang Terima Kasih



Dulu, kata terima kasih bagi saya sering kali lebih bermakna basa basi dibandingkan makna sebenarnya yang berarti mengucapkan rasa terimakasih atas tindakan, perbuatan, pemberian atau apapun yang dilakukan oleh orang lain.
Namun belakangan ini, saya sungguh merasakan ada sesuatu yang istimewa dengan kata terima kasih. Dan tiba dalam kesadaran bahwa dulu saya sering pelit mengucapkan terima kasih.
Kadang-kadang kita merasa apa yang kita terima merupakan hal yang take it for granted, yang memang seharusnya begitu, yang memang seharusnya kita terima. Hal tersebut membuat kita enggan berucap terimakasih. Tapi nyatanya tidak, semuanya merupakan berkah, hadiah, yang seharusnya membuat kita lebih sering mengucap terima kasih sebagai tanda syukur.
Ah, toh syukur nggak harus bilang terima kasih..mungkin begitu pikir saya dahulu. Atau saya terlalu malu dan sungkan untuk berterus terang mengucap terimakasih, kecuali kalimat basa basi dalam kalimat surat seperti “terimakasih atas perhatian dan kebijaksanaannya” saat membuat surat kantoran.
Tapi apakah kita mengucap terimakasih pada sahabat yang setia mendengar keluh kesah kita?
Apa kita mengucap terimakasih pada pasangan yang senantiasa berupaya memahami kekurangan kita?
Dulu mungkin saya menganggap terimakasih baru diucapkan bila berhubungan dengan hal-hal yang besar. Misalnya saja ucapan terimakasih pada pembimbing skripsi, terimakasih atas rekomendasi untuk aplikasi beasiswa dan hal-hal yang menurut saya “besar” lainnya.
Namun saya menyimpan kata terimakasih untuk hal-hal yang “kecil”. Ah kini pun saya pun menyadari bahwa tak ada hal yang besar, tak ada hal yang kecil. Semuanya istimewa.
Ada suatu hal mengenai kata terimakasih yang saya pelajari di sini. Telah menjadi sebuah kebiasaan bila hendak turun dari bis, biasanya setiap penumpang akan mengucapkan “thank you” pada supirnya. Satu satu penumpang turun dan mengucapkan “thank you”. Awalnya saya mengamatinya, mendengarnya dan melakukannya karena mengikuti kebiasaan saja. Namun saat mengucapkan kata  terimakasih ini, ternyata kata itu juga memberikan dampak besar pada diri. Ah, ternyata mengucapkan terimakasih itu membahagiakan.
Bila berjalan berombongan, kemudian membuka pintu maka yang berjalan di depan akan menahan pintu agar tetap terbuka untuk menyilahkan yang berikutnya masuk, lalu terlontarlah kata “Thanks” atau “cheers”. Ada beberapa kebiasaan yang saya pelajari semenjak tinggal di sini, dan saya rasakan hal tersebut merupakan hal yang baik dilakukan. Masih jarang saya temui kebiasaan-kebiasaan ini di Indonesia.
Dan ternyata kata terimakasih ini bila diiucapkan selain menyenangkan untuk diri sendiri, dan lihatlah pada orang yang kita ucapkan terimakasih tersebut. Ada rasa penghargaan, ada rasa bahagia yang jelas tertangkap pada orang yang kita berikan ucapan terimakasih itu. Happiness is contagious. Rasa terimakasih akan melahirkan kebahagiaan, dan itu menular.
Itulah mengapa saya menemukan rasa istimewa pada ucapan terima kasih.
Semua hal yang terjadi merupakan berkah, hadiah, bukan sesuatu yang take it for granted yang membuat kita pelit berterimakasih.
“Terimakasih untuk hari ini yaa,”
“Terimakasih udah dimasakin yaa”
”Terimakasih udah ditemenin yaa…”
Apa kita masih sungkan untuk bilang begitu?
Apakah kita masih sering berpikir begini :
Ah, kan nggak harus diucapkan. Kalau ditraktir, kalau berterimakasih ya tinggal makanannya dihabisin. Kalau dimasakin, terus masakannya enak, ya cukup dibuktikan saja dengan melahap makanannya habis.
Dulu saya juga berpikir begitu. Tapi lihatlah, cobalah, dan rasailah bisa kita ucapkan rasa terimakasih kita secara langsung. Ada hal istimewa berupa sebuah bahagia yang menular, baik yang mengucapkan maupun orang yang kita berikan ucapan terimakasih.
Ah, aku kini menikmati mengucapkannya, dan merasai hal istimewa di baliknya.
Semoga kita semakin pintar bersyukur, karena hidup telah memberikan kita banyak berkah yang melimpah.***

 Glasgow 8 Church Street, 14 July 2014. Di sebuah sore yang tenang di ruangan PhD Student 

4 comments:

M. Fathur Rosiy said...

Memang meskipun keliatannya sepele, ngucapin 'terima kasih' ke orang2 yang membantu kita itu lbh gmn gitu rasanya. Aku udah mulai belajar ngucapain terima kasih meskipun sekecil apapun bantuan tersebut. Mau supir angkot, tukang jualan es, apa kek pokok harusnya bilang terima kasih.

Salam dari Galassia del Sogno | http://gebrokenruit.blogspot.com/

Siwi Mars Wijayanti said...

hehehe iyaaah siipp. Thanks for reading :))

lupita said...

terimakasih selalu memberi cerah :*

Siwi Mars said...

eheheh sama-sama nduk :))

Post a Comment