Wednesday, 29 October 2014

Nothin' To Lose




Dulu saya menyukai lagu ini, Nothing To Lose-Nya MLTR namun agak kesulitan merasai rasanya.
Nothing to lose? Seperti apa.
Nyatanya, saya pada akhirnya menemukan pembelajaran tentang hal tersebut dalam kehilangan, -LOSE-
Manusia sewajarnya memiliki rasa cemas akan kehilangan.
Saya terkadang cemas kehilangan waktu dan kesempatan untuk berbuat sesuatu, mengucapkan sesuatu yang seharusnya saya ucapkan, mengambil pilihan yang  ingin saya pilih.
Saya pun terkadang cemas kehilangan seseorang yang saya cintai. Siapa yang bisa menjamin bahwa orang tersebut akan terus bersama kita?
Mungkin manusia sering lupa, dengan menganggap orang-orang tercinta akan selalu bersama kita. Padahal perubahan bisa datang kapan saja, abadi sama sekali bukanlah pilihan manusia.
Kita lupa akan hal itu hingga tak memperlakukan orang-orang tercinta dengan cara paling istimewa, dengan upaya terbaik yang kita bisa.
Dan begitulah ternyata cara cemas akan kehilangan bekerja. Meninggalkan pembelajaran betapa berharganya waktu, seseorang atau apapun yang penting bagi kita.
Pernah kau mencintai seseorang yang sebentar lagi mungkin tak bisa bersamamu?
Pernah kau melihat waktu yang terasa semakin sedikit?
Pernah kau berada dalam detik kebersamaan dan perpisahan yang begitu tipis?
Dan ternyata begitulah,
Saat kita melakukan yang terbaik apa yang kita lakukan
Saat kita memberikan semua apa yang bisa kita berikan
Saat kita mengucapkan hal-hal yang ingin kita ucapkan tanpa pernah menunda. Agar orang tercinta kita mendengar, mengerti dan merasa apa yang kita rasa. Tidak pernah ada lagi kata nanti.
Saat waktu demi waktu terasa berharga, dan menjalaninya dengan sebaik apa yang kita bisa.
Bila semua telah kita berikan, ternyata tidak ada lagi yang bisa hilang..
Nothing to lose..
Dan saya menyaksi semesta tersenyum.

Glasgow, 29 Oktober 2014. Glasgow yang sudah lelap.
#entah mengapa suka gambar dalam posting ini.
 




6 comments:

Arian Sahidi said...

keren seperti biasa. lebih sering nulisssss :p

Siwi Mars said...

ehehe tengkiuuu, iya ini baru bisa nulis lagiiii..sok sibuk eheh :)

Arian Sahidi said...

aku izin share, ya :)

Siwi Mars said...

Monggooo

Alfaridzy Al Jawi said...

Seorang raja Tahiland bertanya di hadapan para menterinya :
1. Siapakah orang yang paling penting?
2. Kapankah waktu paling penting?
3. Tindakan apakah yang paling penting?

Orang yg saat ini di dekat kita, saat ini - karena kemarin telah hilang dan esok belum tentu datang, dan peduli. Manusia akan selalu membutuhkan rasa takut, dan tak akan bisa menghilangkannya. Kita hanya bisa mengendalikannya. Nice note. :)

Siwi Mars said...

Yuhuuu, terimakasih sudah mampir baca :)

Post a Comment