Monday, 9 February 2015

Mati



Aku tahu harapku sudah mati
Mimpi-mimpiku pupus dalam hitungan detik
Perjuangan panjang itu rasanya terhenti, terpaksa terhenti
Kau tahu Tuhan punya kuasa atas apapun bukan?
Mengubah semua rencana-rencana, mengubah apapun
Aku pun tahu itu.
Hilang harap, ternyata tidak ada yang lebih memedihkan daripada itu
Aku melihat diriku mati perlahan, hilang binar daya hidup yang biasanya ada di mataku
Hilang harap yang biasanya aku di hatiku. Hilang semangat yang biasanya ada dalam langkahku.
Aku tau,
Hidup terkadang memberi sebuah kesempatan yang tak pernah terduga
Kesempatan menguji seberapa kau percaya Tuhan, ketika semuanya hilang
Dalam hening kubilang : Tuhan, Kau berhutang sebuah penjelasan
Dan Kau tahu aku tak pernah terhenti, tidak akan berhenti. Tidak akan pernah. Tidak akan pernah. Tidak akan pernah.
Itu satu-satunya yang aku percayai dariMU.
Aku akan bertanya, aku akan berjalan, aku akan berlari kemanapun agar Engkau beritahu aku.
Aku, masih percaya Kau.
--
Ada suara-suara kecil dalam hatiku yang masih terdengar
Jangan hilang upayamu tetap mencoba selalu dalam kebaikan,
Jangan menjadi orang yang bukan dirimu, apapun kondisinya. Betapapun beratnya hidup.
Jangan biarkan kehilangan-kehilanganmu, mengubahmu menjadi orang yang bukan kamu.  
Berjalanlah, walau sekarang ini tanpa arah, tanpa harap, tanpa apapun..
Kau pikir semuanya hilang, kau pikir semuanya mati. Tapi kau tahu ada yang masih hidup.
Ada yang masih hidup, kau percaya Tuhankan? Kau masih percaya?
Mungkin itu cukup.

Mungkin.

Glasgow, saat semuanya terasa mati.

0 comments:

Post a Comment