Thursday, 12 March 2015

Ayo Fokus, Jangan Rakus


source pic here

Sembari membalas satu-satu ucapan selamat ulang tahun di wall Facebook yang saya terima tanggal 10 maret lalu, ada ucapan dari sahabat lama saya di Jogya dulu. Saya membalasnya sekaligus mengucapkan selamat atas terbitnya buku yang ditulisnya bersama sang suami. Akhirnya kami mengobrol via message setelah lama sekali nggak kontak, mungkin lebih dari setahun lamanya. Namun kadang ajaibnya, ada sahabat yang  walau sudah lama nggak kontak, namun saat ngobrol terasa baru kemarin ngobrol. Dan ngobrolnya langsung “berat” walaupun bahasanya sambil ngakak-ngakak,
            “ Pertama kita harus mengakui dulu kalau kita manusia ini rakus mbak, “ begitu bilangnya saat saya bilang pengen belajar ilmu hipnoterapi, tema buku yang ia tuliskan itu.
            “ Ada hal-hal yang kita cukup tahu seperlunya saja, lalu fokuskan pada satu ada beberapa hal yang memang passion kita. Aku juga sedang belajar mbak, mengontrol diri sendiri. Karena merasa mampu, ada peluang, jadinya pengennya banyak, ini itu. Tapi ternyata ada hal yang memang kita butuhkan, ada yang tidak,” paparnya. Aih, makin bijaksana saja itu anak.
Umurnya lebih muda dari saya namun tempaan kehidupan yang pernah ia hadapi nampaknya mempercepat laju pertumbuhan dirinya. Saya masih ingat, dulu saat satu kos di Jogya sering berbincang tentang buku Gede Prama dan buku-buku spiritual lainnya. Dia hindu-saya muslim, dan perjalanan spriritual menurut saya universal bagi semua penganut agama.
Saya tercenung membaca kalimat-kalimatnya, pas banget dengan saya sekarang ini, random! Tadinya saya berpikir, berusahalah menjadi versi terbaik dari diri kita—mungkin hal itu masih benar, namun mungkin ada yang kurang pas interpretasi saya. Akhir-akhir ini saya semakin random dengan membiarkan diri saya menikmati dan menjalani apapun yang saya inginkan. Saya mendapati penemuan-penemuan baru lalu mengalirkan energi ke sana, mungkin karena terlalu banyak akhirnya menjadi random dan hasilnya kurang maksimal.
            “ Saya juga gitu mbak, maunya macam-macam, pengen belajar ini itu. Tapi malah hasilnya kurang maksimal. Mungkin mending fokus pada beberapa hal yang memang passion kita, lalu biarkan orang lain menjadi master di bidang lainnya,” tutur sahabat saya tadi.
Humm saya sih sebenarnya pengen banyak belajar ini itu bukan ingin menjadi master di bidang tertentu yang saya minati, tapi hanya karena saya menikmatinya saja. Namun, akhirnya energi terbagi bagi. Mungkin saatnya untuk memilah milah, dan  lebih terfokus.
Ingin tahu betapa randomnya pikiran-pikiran saya? Ahaha baiklah, memang secara naluriah manusia itu rakus, well pertama saya harus mengakui kalau saya rakus.
1. Saya sempat kepengen ikutan course Bach Flower Remedy System, karena pusatnya hanya di UK. Udah lihat-lihat info coursenya dan baca-baca informasinya. Saya tertarik di dunia self healing, sering baca-baca artikel dan videonya Reza Gunawan, bahkan sempat juga kepengen ikutan pelatihannya kalau sudah di Indonesia. Kenapa sih self healing? Karena tiap manusia sebenarnya sangat rentan terganggu kesehatan mental/jiwanya, dan self healing akan membantu manusia untuk meningkatkan kualitas kesehatan jiwanya, dan otomatis pula kesehatan raga. Well, saya sangat tertarik ilmu ini, mungkin kenapa saya tiba-tiba tertarik dengan buku sahabat saya tentang hipnoterapi karena memang secara naluriah saya tertarik dengan ilmu “begituan”. Ada yang mau bayarin saya course di sini? Ahaha
2. Ini juga mungkin absurb terdengar, saya suka memijat. Baru kemarin saya beli buku ilmu tentang massage untuk penyembuhan penyakit-penyakit ringan. Saya suka dan sering memijat tapi nggak tau ilmu-nya, seperti titik-titik tertentu yang berhubungan dengan chakra tertentu dan sebagainya. Saya hanya bisa merasakan kondisi bagian tubuh yang saya pijat, mana yang butuh pijatan lebih, mengalirkan energi ke situ  dan apa yang dirasakan oleh orang yang saya pijat. Kadang-kadang secara random saya juga pengen belajar lebih dalam lagi soal pemijatan, bukan karena saya pengen jadi tukang pijat professional ahah, tapi just for the sake of curiosity. Dengan begitu saya bisa memijat orang-orang tercinta saya dengan lebih baik, syukur-syukur bisa menyembuhkan penyakit penyakit ringan dengan pijatan saya. Tapi semakin saya baca, semakin keren ilmu sentuhan tangan ini..halaaah
3. Ada pula keinginan untuk berbisnis hihi, dan saya dari dulu pengen punya kedai kopi. Hanya orang tercinta dan sahabat-sahabat dekat saya yang kadang saya bincangi tentang hal ini. Dulu sih cuma pengen pengen-an, sekarang agak seriusan ahaha. Kenapa saya suka ide tentang kedai kopi? pertama tentu saja karena saya suka kopi. Kopi menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup saya. Kemudian,  karena saya suka pemandangan orang-orang yang bersama sambil minum, makan makanan ringan,  membaca, menulis ataupun mengobrol dengan sahabat atau orang-orang tercinta. Saya suka banget pemandangan seperti itu dan akhirnya ingin menciptakannya untuk orang lain. Apalagi saya juga suka banget masak, bisa tuh kedai kopi plus sajian makanan apa gituuu, plus saya juga suka crafting dan decorating, niatnya pengen bikin kedai kopi yang unik desainnya, cozy, enak buat nongkrong-nongkrong..bla..blaa…halaaah
4. Nulis jelaslah passion saya sejak dulu, tapi juga masih saya rasakan random, belum terlalu fokus untuk mengalirkan energi ke situ, mungkin karena kebanyakan maunya tadi itu ahah
5. Then saya suka modelling, fotografi, tadi udah disebut saya suka crafting, bikin-bikin pernak pernik seru-seruan dan ternyata super addicting banget, suka masak, suka dekorasi, eh plus sangat suka fashion. Pulang nanti pengen belajar menjahit dan menciptakan baju-baju yang lucu-lucu errrr. Belum lagi saya juga suka ikut komunitas kayak Indonesia mengajar, bantuin orang bikin perpus desa, dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya.
Saya memang super random. Rakus banget..tapi saya suka, tadinya saya berpikir kalau semua itu mewarnai hidup saya, kenapa enggak? Saya ingin memaksimalkan potensi yang saya punya, begitu pikir saya.
Then, obrolan saya kemarin dengan sahabat saya itu mungkin sedikit mengingatkan saya untuk lebih fokus lagi, sehingga hasilnya juga lebih maksimal. Humm marilah belajar mencobanya..
Tapi setidaknya saya bersyukur, saya tahu apa yang saya suka, walaupun banyaak..terus akhirnya jadi random, daripada tidak punya kesukaan sama sekali ahaha. Ada yang punya pengalaman yang sama seperti sayakah? 

Salam
Glasgow, 12 March 2015


9 comments:

Aisyah Istiqomah Marsyah said...

'Rakus' sejak dalam pikiran hahaha klo positif gpp kali yah :)

Siwi Mars said...

ahaha entahlah, saya juga rakus sejak dalm pikiran :D

Arian Sahidi said...

anu, saya lagi belajar masak, ikutan cooking class gara-gara pas ngekos masak nasi goreng tapi nasinya dicuci dulu wuahahah

aurofatra said...

Sama mbak, saya juga banyak banget maunya ����

Siwi Mars said...

@arian sahidi : ahah itu mah urgent kudu ikutan cooking class :D
@aurofatra : eheh yaaah begitulah ya manusia hihi

Andhika Lady Maharsi said...

Ada benarnya juga Mbak. Kalau menguasai banyak hal, bisa jadi kita akan menjadi mumpuni dalam hal wawasan dan pengetahuan. Minusnya kita nggak bisa (atau sulit bisa) belajar 'dalam'. Lha ndak fokus og. Bedanya kalau kita fokus, kita bisa jadi master dan belajar 'dalam'..
Sama Mbak, akupun banyak banget hal2 yang disuka dan diminati. Sampai kadang di titik2 tertentu aku bingung 'sajake aku pengen dadi opo, pengen iso opo'. Wkwkwk
Tulisan yang inspiratif btw...

Fardelyn Hacky said...

Saya juga orang paling rakus kayaknya. kalo saya bikin, kayaknya lebih banyak dari mb Siwi nih, wkwkwkk :v

Suryati Arifatul Laili said...

Gedhe Prama, penulis favoritku dari jaman kuliah tu... kalau aku fokus berkebun, beternak ayam, kucing, masak, kerja, menulis kayanya terpinggirkan ni...pengen kuliah lagi biar senam otak di area kiri hehehe... (masih dalam angan), yang pasti ga hobby crafting kaya dikau, punya kedai kopi mimpi masa pensiun tapi mulai terganggu dengan ambisi punya kebun :)

Siwi Mars said...

@andhika Lady Maharsi : hehehe banyak ya pengennya, semoga dengan berjalannya waktu bisa ketemu tuh jawaban dari pertanyaan "sajake aku pengen dadi opo" :)
mbak @Fardelyn Hacky : ahaha yups yups
jeng @sur : banyak juga yaaa...mau nambah lagi? ahah biar tambah rakus :D

Post a Comment