Monday, 11 April 2016

Ke Belanda Tanpa Visa? Bagi si Pemegang Paspor Biru Bisa !




Visa seringkali menjadi penghalang untuk bepergian ke negara yang ingin kita tuju. Misalnya saja saya selama studi di UK yang lalu harus apply visa schengen untuk bisa melancong ke eropa daratan. Padahal juga sama-sama di eropa coba..ihiks, sedih kan. Makanya beberapa mahasiswa Indonesia di UK banyak yang mengincar negara-negara yang bebas visa seperti Maroko, Turki (hanya visa on arrival). Eh tapi bisa juga lho ke eropa daratan tanpa visa, untuk negara-negara tertentu yakni Benelux (Belgia, Netherland, Luxemburg) dan Perancis untuk pemegang paspor biru.

Humm siapa sih pemegang paspor biru? Paspor biru biasanya dipunyai oleh orang yang sedang menjalankan tugas negara-nah, saya salah satu pemegang paspor biru karena termasuk menjalankan tugas negara #eaaa yakni studi lanjut ke luar negeri. Karena itulah saya mencobainya desember lalu ke Belanda. Walaupun sudah ada informasi dan browsing sana-sini tentang free visa untuk pemegang paspor biru ke Benelux, tetep aja kok berasa “agak cemas”..ini beneran nggak sih? Atau “jangan-jangan nanti bermasalah”

Dengan budjet yang sangat minimalis, sayapun membeli tiket pesawat Glasgow-Amsterdam. Waktu itu saya berpikir, nggak tau kapan bisa ke eropa lagi..mumpung ada kesempatan, hajar aja deh nekad ke Belanda untuk mengunjungi sahabat baik saya, nuning di Wageningen sebelum saya back for good ke tanah air. Awalnya saya berniat hanya berbekal selembar surat keterangan bebas visa yang saya dapatkan hasil browsing sana sini. Namun ada blog yang menyebutkan kita harus mempunyai surat undangan dari orang yang akan kita tempati selama di Belanda. Si pemilik blog bilang, dua kali ke Belanda menggunakan paspor biru, yang pertama mulus lalu yang kedua rada ribet dengan sempat ditahan diinterogasi petugasnya karena merasa dia perlu visa schengen untuk masuk ke Belanda. Walaupun akhirnya si beliau dilepaskan dan diijinkan masuk ke Belanda. See..pengalaman administrasi di bandara memang untung-untungan bangets. Begitu-begitu yang bikin deg-degan euy..

Akhirnya untuk menambah ayem hati saya, saya meminta sahabat saya untuk membuatkan surat undangan dari gemente (kelurahan) setempat. Prosesnya sih sebentar aja jadi, seingat saya hanya sehari sahabat saya ke gemente dan langsung dikasih surat undangan *dalam bahasa londo, dan saya hanya bisa menebak-nebak apa isinya LOL.
Akhirnya saya menuju ke bandara Glasgow, berbekal tas punggung dan koper kecil yang masuk kabin. Tiket senilai 105 GBP waktu itu harga tiket tanpa bagasi, ya sudahlah yang penting sampai belanda hehe..jadi saya memutuskan untuk tidak membeli jatah bagasi.
Sehari sebelum natal, suasana sudah aura libur panjang. Orang-orang pulang ke keluarga tercinta, atau menghabiskan liburan seperti saya. Biasanya di UK, libur natal merupakan libur terpanjang dalam setahun yakni sekitar 2 minggu.

Setelah melambaikan tangan ke yang mengantarkan saya, saya menuju pemeriksaan awal. Kadang-kadang inilah proses yang melelahkan dari “terbang”, harus melewati sekian proses sebelum akhirnya terbang. Proses pemeriksaan awal dan barang-barang terlewati dengan mulus, saya memang tidak membawa banyak barang. Selain tanpa jatah bagasi, saya hanya berlibur sekitar seminggu di Belanda, cukuplah dengan bawaan minimalis. Setelah tiba di gate yang ditetapkan, saya menunggu waktu boarding. Dan setelah ada pengumuman waktunya boarding, saya ikut mengantri bersama orang-orang lainnya yang nampaknya akan “mudik” natal ke Belanda. Orang-orang di depan saya lancar-lancar saja saat tiket mereka di tap ke semacam mesin boarding. Tapi begitu giliran saja, tiba-tiba nyala merah, berbunyi dan ada tulisan “unable to board”. Glek, kecut hati saya.

Kemudian saya ditangani seorang petugas, dan si mbaknya bertanya apakah saya punya visa schengen ke Belanda.
        “ Untuk paspor biru, tidak perlu visa untuk masuk ke Belanda,” terang saya. Sambil menunjukkan selembar surat keterangan hasil browsing sana sini itu.
            “Kamu butuh visa schengen untuk bisa masuk ke Belanda,” jelas si mbaknya. Errr, masalah nih, batin saya.
            “Tidak, ada kebijakan tertentu antara Pemerintah Indonesia dan pemerintah belanda kalau untuk pemegang paspor biru, kita bisa masuk belanda tanpa visa,” kata saya kalimat mencoba meyakinkan si mbaknya tadi.
Mungkin orang sini nggak ngeh perbedaan antara paspor biasa dengan paspor biru sih.   
Saya menunggu beberapa menit. Si mbaknya masih memeriksa dokumen yang saya sodorkan.
            “Sebentar, saya cari informasinya dulu. ”kata si mbaknya tadi. Kemudian dia tampak menelpon seseorang.
Saya menunggu dengan harap harap cemas. Sekali dia tetap menggelengkan kepala, gagal sudah saya ke Belanda.
Si mbaknya nampak sudah bicara dalam telponnya, kemudian dia menurunkan gagang telponnya dan bertanya pada saya,
            “ Berapa lama akan stay di Belanda?”
            “ 6 hari saja,” jawabku singkat.
            “ Sudah punya tiket return ke Glasgow?”
            “ Iya, saya book dengan KLM juga,” jawab saya lagi. Dan  si mbaknya memeriksa dokumen saya melalui layar komputernya. Nampak dia mengangguk anguk. Dan menutup telponnya.
            “ Oke, kamu bisa terbang karena kamu boleh ke belanda untuk short visit,” begitu bilang si mbaknya yang membuat hati saya legaaaaa. Ternyata beneran itu peraturan!

Akhirnya saya menuju pesawat yang membawa saya ke amsterdam setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Dan tak dinyana, proses pemeriksaan di bandara amsterdam sangat gampang. Tadinya saya sudah menyiapkan sebendel surat undangan dari gemente yang telah diiurus nuning itu karena cemas masalah serupa seperti di Glasgow akan terjadi juga di sini. Tapi  kala saya mengulurkan paspor biru saya, si petugas imigrasi bandara Amsterdam itu dengan wajah datar segera menstempel paspor, tanda saya diijinkan untuk masuk ke wilayan negeri nan oranje itu. Sepertinya petugas di Belanda sudah familiar dengan paspor biru-nya Indonesia. Wuhuuuuu akhirnya tiba juga di Belanda. Nah, bagi pemegang paspor biru..bisa loh dimanfaatkan kesempatan untuk ke wilayah benelux tanpa visa. Nggak usah repot ngurus visa..begitu sharing-sharing info jalan-jalan saya, semoga bermanfaat yaah.
Saya sudah kangen jalan-jalan nih hihi..
 

13 comments:

Tira Soekardi said...

terimaksih sharingnya

Siwi Mars said...

Sama sama mbak :)

WINNY ABON IKAN said...

pengen sih ke eropah,,,tapi cita2ku bisa ke mekah mba aamiin


abon ikan tuna | Inspirasi | abon ikan lele | abon tuna

Vironika Bahat said...

Hi Mbak Siwi,

Rencananya saya juga pengen ke Belanda bulan depan dari UK dengan paspor dinas. Rada cemas, nih... Udah browsing nyari dokumen utk dibawa saat ditunjukin di airport UK, msh blm dapat juga.

Boleh dibagi link ke saya, dimana dokumen tersebut bisa saya upload? Atau jika masih ada file nya, boleh minta tolong email ke saya Mbak? Email: vee.bahat@gmail.com (PD banget ya saya ngasih email, ngarep di email hehehe...) Thanks ya...

Siwi Mars said...

ya ampun mbak, maaf...kenapa komen ini kelewatan saya baca..saya agak off dari blog juga sih. saya email ya mbak, mudah2an belum telat.

reni fitriana said...

Mbak, bolehkah saya dikirim via email surat keterangan bebas visa masuk ke Belanda bagi pemegang paspor biru/dinas. Jika boleh mohon bantuannya untuk dikirim ke r3nihon3y@gmail.com
Terima kasih sebelumnya...

Siwi Mars said...

sudah saya kirim ya mbak, semoga bermanfaat :)

Unknown said...

Mbak bolehkah saya juga dikirimin? Romeo.recky@gmail.com

Siwi Mars said...

sudah saya kirimkan ya ke email

reni fitriana said...

Mbak, maafkan...boleh dikirim ulangkah dokumennya? karena sepertinya terhapus di emailnya. dikirim ulang ke renifitrian4@yahoo.com
Mohon maaf dan terima kasih sebelumnya...

Siwi Mars said...

sudah saya kirim kembali mbak :)

I PUTU SUDIANA said...

Mbak apakah boleh saya dikirimi surat keterangan bebas visa ke Belanda bagi pemegang passport dinas (biru). mohon dapat dikirim ke iputu.sudiana@gmail.com

terima kasih banyak

Siwi Mars said...

sudah saya kirimkan ya :)

Post a Comment