“By the side of RehaMED compound along the way to the big supermarket (Kaufland)” begitu info Shafiu di whatapsgroup terkait meeting point rombongan ke Strasbourg. Kami tentu excited dengan rencana excursion ke Strasbourg. Sejak awal dikirimi jadwal kegiatan kami selama di Heidelberg, sudah ngincer banget kegiatan jalan-jalan ke Strasbourg. Soalnya kan lintas negara, dari jerman melipir ke Prancis. Dan tentu tour gratisan karena sudah diorganisir dari pihak Heidelberg.
Rombongan berangkat
tepat waktu sekitar jam 8.30 dari meeting point. Rute bus menyusuri jalan raya A5, yang
terkenal dengan pemandangan indahnya. Di sisi kanan-kiri terlihat bentangan
ladang hijau, kebun anggur khas wilayah Baden-Württemberg, dan deretan desa
kecil yang tenang. Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam, dan di tengah-tengah
perjalanan, Anna memberitahukan ketika aka kami akan melintasi perbatasan
Jerman-Prancis.
Begitu
memasuki Strasbourg, nuansa Prancis langsung terasa. Bangunan dengan jendela
kayu penuh bunga, jalanan sempit yang artistik, dan kafe-kafe kecil di pinggir
jalan menyambut rombongan. Strasbourg memang unik, kota ini merupakan perpaduan
harmonis antara budaya Jerman dan Prancis yang tercermin dalam arsitektur,
bahasa, hingga kulinernya. Rombongan kami bergabung dengan para student yang
sedang summer school juga di HIGH jadi rombongan lumayan besar sekitar 25
orang.
La Petite France
Begitu sampai di Strasbourg kami berombongan menuju pusat kota. Ternyata HIGH sudah menyewakan kami tour keliling pusat kota Strasbourg menggunakan mobil terbuka. Sungguh pengalaman yang menyenangkan. Mobil tour itu juga dilengkapi dengan audio berbagai bahasa yang bisa disimak tentang informasi dan sejarah kota Strasbourg. Kami menyusuri La Petite France kawasan bersejarah yang menjadi ikon Strasbourg. Kami menikmati pemandangan rumah-rumah kayu tradisional ala Alsace. Suasana kanal yang tenang, jembatan batu, dan bangunan kuno membuat tempat ini seperti kota dari negeri dongeng. Setiap sudutnya fotogenik, sehingga hampir semua peserta sibuk mengambil foto. Pemandangan rumah setengah kayu (half-timbered houses) menjadi latar favorit.
Cathedral Notre-Dame de Strasbourg
Usai menjelajah dengan mobil tour keliling
kota, Kami menuju Cathedral Notre-Dame de Strasbourg,
salah satu katedral Gotik tercantik dan tertinggi di Eropa. Dari kejauhan,
menaranya yang menjulang tunggal tampak mengesankan. Kami terpesona dengan
detail ukirannya dan suasana sakral yang terasa begitu kuat. Tentu kesempatan
langka ini kami isi dengan berfoto-foto di depan katedral. Di sekitar katedral,
ada banyak toko-toko souvenir yang menawarkan berbagai macam souvenir yang
lucu-lucu. Kami excited melihat-lihat deretan toko toko itu. Saya membeli miniatur
Strasbourg yang buat pajangan di rumah, dan juga lukisan yang rencannya akan
dipigura buat pajangan rumah juga. Dan yang nggak ketinggalan tentu magnet
kulkas karena saya memang mengoleksi dari berbagai kota dan negara.
Usai berkeliling, perut terasa lapar maka kami
berburu makan siang. Kami mencari makanan halal yang cocok di perut. Makan
ramai-ramai usai menjelajah kota yang cantik di Eropa tentu pengalaman yang tak
terlupakan. Cuaca ketika siang mulai mendung dan gerimis turun rintis-rintis.
Aih gerimis rintis di Strasbourg, romantis amat ya hehe.
European
Parliament.
Tujuan kami berikut yakni ke European parliament
(Gedung Parlemen Eropa), lokasi resmi
sidang pleno (rapat besar anggota parlemen. Gedung utama di Strasbourg dikenal
sebagai Louise Weiss Building. Kece banget rasanya pakai kartu visitor untuk
tour di Gedung Parlemennya Eropa. Ya ampun sungguh bersyukur punya kesempatan
langka ini. Kami tentu menyempatkan diri untuk berfoto-foto di tempat tersebut.
Tournya sekitar 1 jam dan dipandu oleh pemandu tournya.
Usai dari European Parliament, kami menuju
bus lagi untuk kembali lagi ke Heidelberg. Badan terasa penat namun hati terasa
hangat. Pulang ke Heidelberg dengan oleh-oleh kenangan cantik di Strasbourg.
Walaupun kayak belum puas gitu menikmati kota Strasbourg karena sistem
jalan-jalannya rombongan dan udah diatur-atur gitu sih, jadi kayak kurang bebas
menjelajah. Semoga bisa mampir lagi ke sana suatu saat dan lebih menikmati kota
nan cantik itu lagi. **




0 Komentar