Rabu, 25 Maret 2009

Kebaya, Pancaran Keanggunan Wanita Indonesia.


Lihatlah wanita-wanita Indonesia saat-saat peristiwa istimewa, seperti saat wisuda dalam rangka mentasbihkan rampungnya masa kuliah, menikah, ataupun acara-acara khusus lainnya. Mereka nampak anggun dengan balutan kebaya yang dipakai, menampakkan sisi wanita Indonesia. Kebaya memang mampu menampilkan sosok wanita Indonesia yang orisinil dan berbeda. Pakaian tradisional ini memang menjadi ciri khas pakaian tradisional Indonesia yang menawan hingga sangat layak untuk tetap dijaga kelestariannya.

Namun ternyata, sejarahnya kebaya ini berasal dari daerah Arab. Istilah kebaya berasal dari kata ”Kaba” yang berati pakaian. Nama kebaya sebagai pakaian khusus diperkenalkan oleh Portugis saat menginvasi Asia tenggara. Kebaya ini pada mulanya dihubungkan dengan pakaian blus yang dikenakan wanita Indonesia pada abad ke 15 dan 16. Sebelum 1600, kebaya di pulau Jawa merupakan pakaian kebesaran yang hanya diperuntukkan bagi perempuan kerajaan. Namun sekarang, kebaya dapat dipakai di berbagai kalangan dengan berbagai macam model yang telah menyesuaikan perkembangan zaman. Memakai kebaya sudah tidak malu lagi dicap ketinggalan zaman, namun justru mampu menonjolkan keanggunan pribadi wanita Indonesia.

Sekarang ini kebaya telah dimodifikasi dengan berbagai model, menjadi kebaya modern yang bisa dipakai menyesuaikan dengan acara yang akan dihadiri. Kebayapun sekarang tidak hanya bisa dipadankan dengan kain batik ataupun songket, bisa juga dipadankan dengan celana panjang ataupun bahkan jeans. Pilihan bahanpun semakin bermacam-macam. Untuk memperlihatkan kesan glamour dan simpel bisa bereksperimen dengan taffeta, shantung atau organdy sutra untuk kainnya, padukan dengan kebaya dari bahan lace atau satin. Berbagai pertimbangan yang harus diperhatikan dalam memakai kebaya yakni acara yang akan dihadiri, model dan material kebaya. Konstruksi tubuh si pemakai juga perlu diperhatikan dalam penentuan model kebaya. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah rasa percaya diri saat memakai kebaya akan memancarkan ruh tersendiri pada si pemakai.

Untuk perawatan kebaya, tips khusus merawat kebaya hanya perlu lebih hati-hati dan telaten. Misalnya setelah dipakai, kebaya tidak harus dicuci, cukup diangin-anginkan satu hari penuh lalu masukkan kembali dalam lemari. Kalau sudah dipakai 3-5 kali kebaya boleh dicuci dengan menggunakan tangan, itu pun harus sangat hati-hati agar konstruksi dan garis kebaya tidak berubah. Mencucinya pun tidak boleh dengan sembarang deterjen, sebaiknya menggunakan pelembut saja, dengan pertimbangan untuk menghilangkan bau yang ditimbulkan setelah kebaya sering dipakai dan juga agar warna kebaya tidak berubah. Setelah dicuci dan mengucek, beberapa bagian yang mungkin kena noda, sebaiknya kebaya jangan diperas, basah-basah bisa langsung digantung. Teknik ini bisa membuat kebaya tidak lecek. Untuk menjemur ada baiknya tidak terkena matahari langsung, cukup diangin-anginkan saja. Menyetrika pun tidak bisa sembarangan, harus dengan kondisi setrika yang tidak terlalu panas.

Oh ya belakangan ini tengah ngetren kebaya pakai obi? hmm..gabungan budaya antara Indonesia dengan Jepang. Selain kebaya, busana formal seperti blus batik pun dikombinasikan dengan memakai obi jepang. Ah, semakin menarik saja berkebaya, tanpa terkesan ”tempo doeloe” dan jadul. Tertarik?

Previous Post
Next Post

0 Comments: