Friday, 31 July 2009

Taj Mahal- Beneath a Marble Sky

“ Jangan pernah mengabaikan cinta, Anakku. Menolak hadirnya sama artinya dengan menelantarkan hadiah Tuhan yang terbesar. Lagipula, siapakah kita yang sanggup mengabaikan Tuhan?”


Begitulah pesan Sultan Syah Jahan pada putrinya, Jahanara. Saat cinta mendatangi putrinya dengan sekeranjang derita dan bahagia yang dibawa Isa, seorang arsitek brilian yang dengan tangan-tangannya mampu mengubah batu-batu menjadi keindahan bangunan yang sampai kinipun merekam keagungan cinta Sultan Shah Jahan terhadap istrinya, Mumtaz Mahal. John Shors, si pengarang buku ini menghadirkan kisah nyata tentang Taj Mahal yang amat terkenal di India, oleh penerbit Mizan dialihbasakan dengan judul Taj Mahal- Kisah Cinta Abadi, sedangkan judul asli buku ini bertajuk ”Beneath a Marble Sky”. Banyak orang yang mengetahui bahwa bangunan nan menawan itu adalah hadiah sang sultan bagi istrinya, tapi belum banyak yang mengetahui haru biru kisah yang melatarbelakangi pembangunannya.

John Shors mengisahkan dengan bahasanya yang halus, deskripsinya yang detail dan kemampuan menggiring pembaca untuk terus melewatkan baris demi barisnya tanpa merasa jenuh. Ia mengambil sudut cerita dari salah seorang putri sultan Syah Jahan yang bernama Jahanara. Seorang putri yang pemberani, pengagum cinta kedua orang tuanya namun dibesarkan di balik Benteng Merah yang seringkali membuatnya ingin berkelana mencari tahu kehidupan seperti apa di balik Benteng Merah. Ia sangat mengagumi cinta kedua orangtuanya, yang walaupun sang sultan mempunyai banyak istri karena tradisi kerajaan yang membuatnya mempunyai banyak istri-istri ”politis” demi kepentingan kerajaan, namun hanya seorang yang dicintai sultan, istrinya yang biasa dipanggilnya dengan panggilan kesayangan Mumtaz Mahal. Tapi sayangnya Jahanara harus menerima tradisi kerajaan yang menjodohkannya dengan Khondamir, seorang saudagar perak yang selama ini menentang kebijakan sultan.

Jika ayahmu dan aku dipertemukan demikian, dan sekarang sangat sulit dipisahkan, maka apa yang membuatmu berkata bahwa nasibmu akan berbeda?” Begitu kata Ibu Jahanara saat ia gelisah menerima keputusan ia akan segera dinikahkan.

Tapi kekhawatirannya terbukti benar, Khondamir seorang suami yang tidak pernah mengangapnya sebagai seorang wanita yang cerdas, mempunyai hak dan keinginan untuk melakukan banyak hal yang berguna. Khondamir memperlakukannya dengan sangat buruk, dan cinta bagi Jahanara terasa sejauh Roma dari Agra, tempat tinggalnya. Sementara di kerajaan mulai muncul persaingan antara putra-putra sultan untuk menduduki singgasana merah. Dara, putra laki-laki sultan yang nantinya akan menggantikan sultan untuk memegang pucuk pimpinan malah lebih menyukai bergumul dengan buku-buku di perpustakaan, menulis syair dan buku. Sementara, Aurangzeb, salah satu putra sultan yang lain sangat berambisi untuk merebut tahta dari tangan Dara, saudara laki-lakinya. Ia gemar berlatih perang, menjalin mitra dengan sekutu-sekutu kerajaan, namun sayangnya tabiatnya buruk dan sifatnya jahat. Dan malapetaka datang saat Ibu jahanara meninggal saat melahirkan bayinya di kemah pertempuran. Kematian itu membuat gairah hidup Sultah Syah Jahan mati, cintanya telah pergi bersama maut yang menjemput istrinya. Demi cinta dan janjinya pada istrinya, ia memanggil Isa, seorang arsitek dari Persia untuk membangun sebuah bangunan di tepi sungai Yamuna tempat jasad istrinya akan dimakamkan. Dan Isa mendesain sebuah bangunan nan megah dan agung yang nantinya akan dinamai seperi nama istri sultan, Taj Mahal-berasal dari Mumtaz Mahal yang berarti Istana Pilihan. Sultan Syah Jahan memerintahkan Jahanara untuk ikut membantu pembangunan Taj Mahal, dan pertemuannya dengan Isa adalah perjumpaannya dengan cinta sejati. Cinta menyapa mereka berdua dengan ketertarikan satu sama lainnya, dan cinta itulah yang mengingatkan jahanara akan cinta antara ayah dan ibunya.

Inilah kisah haru biru yang menyertai pembangunan Taj Mahal :

“Aku menggambar Taj Mahal dengan memikirkanmu. Aku membangun sedemikian rupa agar matahari bisa menari-nari di atas batu pualam dengan cara yang serupa. Aku menanggung ketidakhadiranmu di hati—ketakmampuanku memilikimu sebagai ibu dari anak-anakku, dengan memahat batu sesuai dengan citramu. Aku berkarya untuk menghormatimu karena inilah satu-satunya caraku mencintaimu, dengan mempersembahkan cintaku pada dunia”


Uhm..kisah inilah yang tak tersentuh permukaan dari latar belakang pembangunan Taj Mahal. Mereka berdua tidak bisa secara terang terangan memadu kasih, bagaimanapun juga Jahanara adalah seorang istri dari Khondamir. Tapi cinta itu terus tumbuh subur seiring pembangunan Taj Mahal selama bertahun-tahun.

Tapi kemudian mendung hitam menaungi kerajaan, Aurangzeb berusaha membunuh Dara dengan siasat liciknya, yang berkali-kali digagalkan oleh Jahanara bersama dua orang sahabatnya, Ladli dan Nizam. Sementara cinta Jahanara dan Isa terus berlanjut, dengan dibantu sultah Syah Jahan yang mempertemukan mereka dengan membeberkan rahasia adanya terowongan rahasia antara kamar Ibu Jahanara dengan sebuah rumah di luar kerajaan. Dengan terowongan itulah mereka bertemu, dan lahirlah seorang anak bernama Arjumand yang walaupun diakuinya sebagai anak Khondamir. Ulah Aurangzeb semakin mengacau, ia memerintahkan membakar candi-candi hindu dan itu pulalah yang menimbulkan perlawanan dari orang-orang hindu. Agra adalah kerajaan dimana umat hindu adalah mayoritas, namun orang-orang islam sudah berkuasa selama beberapa generasi. Dara adalah orang yang sangat cinta perdamaian, sehingga ia banyak menulis kitab-kitab tentang persamaan dan perdamaian tentang hindu dan islam, berbeda dengan Aurangzeb yang memanipulasi agama untuk merebut kekuasaan.

Kisah ini dilumuri oleh peperangan, bahkan kudeta seorang anak yakni Aurangzeb terhadap kekuasaan Ayahnya, serta hukuman penggal kepada Dara yang dinilai menyebarkan ajaran yang salah. Haru biru kisah pemenjaraan Sultan Syah Jahan dan putrinya Jahanara yang dilakukakan oleh putranya sendiri, Aurangzeb. Sultan akhirnya meninggal karena tua dan sakitnya sambil memandangi Taj Mahal sebagai wujud cinta sejatinya pada istrinya. Sementara Jahanara dengan perjuangannya menemukan kembali Isa dan anaknya Arjumand yang melarikan diri ke Bijapur. Kisah hidupnya selanjutnya dihabiskan di desa sebelah selatan Kalkuta bersama Isa, Arjumand, Ladli dan Nizam. Dan Taj Mahal yang agung terus bertahan dikagumi orang seluruh dunia hingga kini. Bangunan yang menyimpan kisah cinta sejati sultan Syah Jahan dan istrinya serta cinta Jahanara dan Isa.

Novel ini cukup memikat karena alurnya yang naik turun dan mengalir dramatis hingga tak pernah bosam untuk terus mengikuti kisahnya sampai akhir. Kisah ini cukup membuatku untuk berkeinginan untuk melihat langsung Taj Mahal suatu saat.

“ Kau tahu, Jahanara, Hidup dan gairah kemudaan, kekayaan dan kejayaan, semua terseret oleh zaman. Disebabkan oleh kefanaan kau lalu berjuang untuk membakakan hatimu yang muram. Biarlah musnah kemewahan rubi, mutiara dan berlian. Cukuplah setetes air mata ini, Taj Mahal ini, yang tersisa. Kemilau, tiada ternoda, di pipi waktu, selalu dan selamanya ( Rabindranath Tagore)


Judul Buku : Taj Mahal- Kisah Cinta Abadi

Judul Asli : Beneath a Marble Sky

Penulis : John Shors

Tebal : 457 Halaman

Penerbit : Mizan Pustaka

Genre : Novel Sastra

1 comments:

septarius said...

ini buku fiksi atau kisah nyata sih..??
jadi pengen beli, awas ya kalau gak bagus xixixi...

Post a Comment