Monday, 27 February 2012

Memanggil diriku pulang

“ Aku. Orang yang begitu dekat, kalau tidak salah ingat. Diriku. Pintu hatiku juga akan selalu terbuka untuk diriku sendiri. Aku ini, tak peduli apapun yang telah kulakukan, ayo masuk!” (Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya-Ajahn Brahm)


Aku menguat-nguatkan nyali untuk bicara begini pada diriku sendiri, memanggil sebagian dari diriku untuk pulang. Pulang dalam diriku sendiri, bagian yang beberapa saat lalu sepertinya terusir. Sudahlah, redakan peperangan itu, aku lelah. Apapun yang telah kau lakukan, wahai sebagian dari diriku, engkau tetaplah aku. Manusia yang terkadang pada suatu titik kehilangan kendali, tapi sekarang aku punya nyali, untuk berkata : apapun yang telah kau lakukan, pulanglah..ayo masuk..aku selalu siap menerimamu pulang.

Lama aku tak berani mengajakmu pulang, lama aku memandangimu dari kejauhan, wahai sebagian dari aku. Aku meragu, sungguh meragu. Bisakah selanjutnya kita seiring bersama lagi, melupakan peperangan kita yang membuatku terkadang merasa lelah, membuat seluruh makanan kehilangan rasa enak, membuatku mengurus seketika.

Wahai sebagian dari diriku, yang rasanya seperti diriku yang lain, sesungguhnya beberapa waktu ini aku berpikir. Untuk menggandengmu lagi, dan kita berjalan bersama lagi seperti sebuah manusia yang utuh, dimana selalu kita tantangi segala macam impian-impian kita.

Kini, dengan pintu yang kubuka lebar-lebar, aku memanggilmu pulang. Redakan rasa bersalahmu, lupakan galau dan gundahmu, terimalah bahwa engkau bisa salah, pahamilah engkau adalah manusia biasa yang bisa melakukan hal yang membuat kita bertentangan rasa, pulanglah..terimalah ini adalah bagian dari sejarah diri kita, dan sejatinya kita harus berterimakasih pada Tuhan karena telah mempercayakan pada kita, bahwa kita harus menjalani pertentangan seperti ini. Agar aku, berani memanggilmu pulang, apapun yang telah kaulakukan..
Wahai diriku, aku memanggilmu pulang,  dengan apa adanya dirimu...***

7 comments:

Suryati Arifatul Laili said...

Hayoooooooo lari kemana tu separuh jiwanya? Kayanya ini ungkapan perasaan hati yg dalam bgt... ;)

Siwi Mars Wijayanti said...

ho-oh..entah kemana...*ehehe ho-oh ik..makanya kurus..:)

Suryati Arifatul Laili said...

Kayanya aku mau wawancara juga masalah ini...
*Ahaaaa anda hanya berkelit, gak mungkin kalau gak tahu ah? ;p

Siwi Mars Wijayanti said...

ahaha no comment..gaya artis banget hihi...case closed ;p

Suryati Arifatul Laili said...

Gak bisa kasus ini harus dibuka lagi dan diselesaikan secara tuntas dan seksama....hehehe ;p

Siwi Mars Wijayanti said...

maaf Yang Mulia, saya benar-benar lupa...*hihi efek kebanyakan nonton parodi penegakan hukum di Indonesia

Suryati Arifatul Laili said...

sepertinya saya kali ini saya harus memakai mesin pemindai kejujuran...
*Efek kebanyakan nonton film tentang agen CIA :p

Post a Comment