Tuesday, 13 March 2012

Koloni Milanisti : Sebuah Proyek Nekad



Dalam prioritas hidup, ada energi yang dialirkan ke hal-hal tertentu, yang secara sadar atau tidak, ternyata porsi satu hal mendapat porsi lebih deras dan banyak daripada hal lainnya. Dan bagiku, tentu saja dunia tulis menulis sudah semenjak lama menjadi salah satu prioritas dalam hidup. Dan kali ini, sepertinya lajunya harus dipercepat dengan sedikit senjata “nekad”.
Untuk buku yang menuliskan nama tunggal-ku di cover buku, sepertinya sudah saatnya mengalirkan energi yang agak ekstra. Tadinya aku memutuskan menggandeng penerbit Leutika Prio, untuk menerbitkan dalam paket reguler, dimana pemesan yang ingin membaca bukuku itu dapat memesan lewat website Leutika dan akan dikirim ke alamat. Namun, setelah melihat harga jual yang dipatok Leutika cukup mahal (Rp. 64.000 belum termasuk ongkir), jadi mikir-mikir apakah ada orang yang mau merogoh kocek sedalam itu, dan harus ribet login lewat web resmi Leutika untuk memesannya. Rasanya hanya sedikit orang yang mau melakukan hal tersebut, yang pastinya mungkin orang sudah yang jatuh cinta denganku,..maksudnya jatuh cinta dengan tulisanku ehehe ;p
Maka, lama pertimbanganku untuk akhirnya mengambil keputusan untuk cetak masal sebanyak 500 eksemplar, karena itulah jumlah minimal untuk cetak masal. Karena dengan begitu, harga jualnya menjadi jauh lebih murah, keuntungan lebih banyak dan penulis bisa mengatur sendiri cara penjualan. Tapi 500 eksemplar itu banyaaaaaak!!! Hadeeeh, sebenarnya ada rasa tidak pede, mikir-mikir banyak pertimbangan, sampai pada akhirnya nekad untuk melakukan cetak masal.
            “ Ini untuk salah satu hal yang berarti dalam hidupmu, masa sih nggak diupayakan dengan optimal?masih sih harus ragu untuk mengambil keputusan yang ini hal yang penting dalam hidupmu?” begitu pertanyaan yang didesakkan pada diri sendiri.
Iyalaaaah mikir, duitnya untuk modal cetak masal 500 eksemplar juga enggak sedikiiiiit..hihi...pastilah ada suara-suara di telinga hasil kekhawatiran diri sendiri : “kalo nggak kejual gimana? Kalo rugi? 500 eksemplar itu banyak lho..yakin nih? ahihihi...kalau enggak nekad, plus dorongan dari beberapa sahabat, enggak bakal akhirnya memutuskan untuk menelpon pihak penerbit dan minta cetak masal.

Aku dan Koloni Milanistiku

Mungkin di dalam hidup, ada beberapa hal yang berhak mendapat jatah kegilaan-kenekadan kita, dan aku sudah memilih salah satu dari hal tersebut. Maka jadilah aku yang sebelumnya tidak pernah memikirkan soal pemasaran, profit dan sebagainya dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan, mau dipatok harga berapa ni buku?gimana cara jual dan kirimnya? Gimana cara promosinya? Hadeeeh tepok jidat deh...
Dari dulu alasanku menulis jauh dari urusan duit, profit dan teman-temannya. Jadinya pas ada seorang temen yang chat berkomentar : waaa...enak di penerbitnya dong kalo royalti ke penulisnya cuma XX persen..” kaget juga dia berkomentar begitu, soalnya selama ini nggak kepikiran sampai situ ehehe..
So, jadinya kenekadan inipun menjadi banyak belajar, belajaran marketing, belajaran menanggung risiko, belajaran hal-hal baru. Termasuk merasai pegelnya jadi model ternyata, biasanya asal jepret-jepret, asal senyum manis tertangkap lalu urusan selesai. Tapi saat dibantuin foto untuk promosi oleh anak-anak mahasiswa...hadeeeeh, lelah..tapi seru juga. Ke depan, masih menunggu si Koloni Milanisti rampung cetak, dan segera mengirimkannya ke beberapa (buanyaaaak cieeeh gayaaaa) orang yang sudah pada pre-order duluan. Plus ada ide gila lagi untuk ngadain launching buku dengan menggelar acara bedah buku, karena sudah dikomporin sama anak-anak. So, kita lihat ke depan seberapa nekad dan seberapa gila pada akhirnya proyek Koloni Milanisti ini berjalan.
Entah seberapa nekadnya dan entah bagaimana hasilnya, tapi ada satu hal yang pasti, karena sudah melakukan semua hal itu, aku tersenyum pada diriku sendiri, sambil berkata pada diri sendiri :
ini untukku..untuk sebuah hal yang berarti dalam hidupkubila memikikan hal itu..semuanya menjadi terasa sederhana, sangat !
Kawan, kapan terakhir kali kalian melakukan hal-hal nekad dengan cukup bekal dan tekad dalam hidupmu? Ehehe selamat memikirkan hal itu...

# 13 March 2012. 22.14 di antara malam yang bisu, ditemani jus jambu kesukaanku.



11 comments:

fardelynhacky said...

Jadi penerbitnya apa tho mbak?
Eniwe, daku pesan dong? Berapaan kira-kira ongkir ke Aceh yak?

Siwi Mars Wijayanti said...

Penerbitnya tetep Leutika Prio, tapi pakai cetak masal mba..asik asik, murah kok 55 ribu termasuk ongkir (Indonesia), alamat pengirimannya dong mba, nanti kalo buku-nya ready segera dikirim :)

Tama said...

boleh deh mba, disisipkan satu bukunya buat pengunjung dari leeds..

Siwi Mars Wijayanti said...

bayarnya pake poundsterling yaaa...wakakak kidding, okaii..ada temen dari NOttingham juga minta dibawain. haihh bukuku melanglang eropah nih..

Ila Rizky Nidiana said...

mba siwi, salam kenal. blognya bagus. mau folow tapi kok ga ada tombol folow blog ya? hehe :D

Ila Rizky Nidiana said...

oo udah ada ding, hehe. tadi loadingnya lama di tempatku, hehe. mgkn kebanyakan gambar, mba. :D

Siwi Mars Wijayanti said...

hali Ila Rizky...makasih ya udah follow..ehehe iya kayaknya kebanyakan gambar nih, biar warna warni hihi..

Mr. Milanisti said...

mban pesannya di mana ya??

Siwi Mars Wijayanti said...

silahkan pesan langsung, bisa kontak ke 081327236277 (siwi mars) atau add FB di link kiri atas blog ini, lalu bisa mess ke inbox bila mau memesan. terimakasih

keripik endul said...

ini blog yang kedua yang bwat aku merinding....


cuma tulisannya kerapatan, jadi pusing...

coba deh liat upload pertama kaka bulan feb 2008, enak dibaca..

sukses selalu

Siwi Mars Wijayanti said...

@keripik endul : waaah terimakasih sekali apresiasinya yaaaaa *ngomongnya kalem tapi sebenarnya hati terbang melambung tingi ahaha.
oke2, iya spasinya rada rapat, next posting spasinya ditambah deh. makasih ya inputnya :)

Post a Comment