Thursday, 5 July 2012

Sapu Tanganmu




Kau sudah hendak beranjak pergi, walau kutahu gamang dalam hatimu. Selalu begitu. Ritual meninggalkan, hanya beralih peran, aku atau kamu.
Lalu ketika tatap terakhir hampir lalu, kubilang padamu,
            “ Bawa sapu tangankah?” tanyaku spontan. Lalu sapu tangan yang biasanya kau simpan di saku celana bagian kiri kau ulurkan padaku, dengan muka sedikit bingungmu.
            “Pinjam” kataku singkat. Langsung kuambil sapu tangan itu dari tanganmu. Kupegang erat.
            “ Untuk apa? “ tanyamu bingung. Tak ada jawaban. Sepi. Hanya detik-detik menjelang kau pergi. Membalikkan punggung dan meninggalkanku.
Begitu, selalu begitu. Aku dan kamu, selalu bertukar posisi, meninggalkan atau ditinggalkan.
Sapu tangan ini ada di dekatku kini, hingga aku bisa terus menciumi keberadaanmu. Aroma jejak-jejakmu yang tertinggal di situ, sanggup membuatku bertahan sampai aku pergi nanti, tanpa bermata “ikan koi” lagi.
Atau mungkin bisa menjadi alasan “ ingin kembalikan sapu tanganmu, bisakah bertemu sebentar saja sebelum aku pergi?” agar kurekam lagi engkau terakhir kali.
Selalu begini, ritual kita..membiasakan “pergi”.
Tapi aku baik-baik saja. Selalu mencobai baik-baik saja, biar tak ada lagi “ikan koi”, seperti inginmu, maumu. Selalu, melihatku baik-baik saja.
“Baik-baik ya..” ribuan kali. Semoga akan bertambah lagi hihi...

Tetaplah menjadi bintang di langit
   Agar cinta kita akan abadi
   Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini
   Agar menjadi saksi cinta kita
   Berdua”

(di antara deretan lagu yang kau kopikan kala itu) –di kota kita, 5 July 2012. 23.37
 
  



5 comments:

Suryati Arifatul Laili said...

Waaaaaah suwe gak buka blog, liat blogmu banyak yang baru... entah mengapa aku bisa merasai kepedihan di dalam cerita ini... seketika akupun memikirkannya... air mataku ikut berlinang membacainya Mars... mungkin karena kita punya rasa yang sama...

Siwi Mars Wijayanti said...

aiiiih....hihi ;p
aku malah speechless membaca kalau air matamu ikut berlinang

Suryati Arifatul Laili said...

Na kamu memegangi sapu tangannya aku memandangi foto usangnya waktu SMA, tak terasa sudah 16 tahun lalu...

nor basid a prasetya said...

mars memandangi sapu tangan, budhe sur memandangi foto SMA, nek aku memandangi opo ya? Memandangi sapi2 di tembalang sambil ditemani segelas susu sapi hangat saja lah...hehehe...pantesan aku tambah lemu ya... :D

Siwi Mars Wijayanti said...

haiaaaah cemburuuuu..aku kan yang biasanya memandangi sapiii *ganteng hihi

Post a Comment