Wednesday, 22 August 2012

Gerimis


 
 Musim penghujan hadir tanpa pesan 
 Bawa kenangan lama t'lah menghilang
 Saat yang indah dikau di pelukan
 Setiap nafasmu adalah milikku
(Gerimis, Kla Project)


Gerimis menyapu kota ini lagi, mengusir aura musim panas pergi. Rintik-rintiknya menyapu jalanan, menciumi dedaunan, memeluk hatiku. Kota ini, menawarkan ribuan gerimis. Bukan hanya gerimis, tapi hujan lebat sampai badai bila winter tiba. Kota ini, yang sebenarnya masih saja kutanyai, kenapa Glasgow? Menjadi titik petaku selanjutnya. Aku masih mencari jawab. Bukan masih terjebak dalam ketidakterimaan, tapi hanya mencari jawab, kenapa tiba-tiba muncul kota ini di belokan dan akhirnya menjadi titik petaku berikutnya.
Mungkin karena kota ini menawarkan gerimis padaku. Barangkali.
Aku pecinta gerimis untuk alasan yang sebenarnya tak pernah kutahu. Aku kembali menatap derai-derainya di luar jendela saat ini, untuk mencari-cari alasan aku menyukainya. Apa?
Gerimis itu romantis? Romantis kenapa?
Mungkin dengan adanya gerimis kita bisa berjalan sepayung berdua seperti kala itu. Barangkali.
Mungkin aku suka suaranya. Itu makanya setengah mati aku malas memakai mantel hujan, karena akan menganggu suaranya, ada timpaan-timpaan gesekan di mantel hujan yang akan mendistorsi suaranya. Kenapa dengan suara hujan? Entahlah, aku mencandui suaranya. Suaranya itu akan bermacam-macam tergantung ia menciumi apa atau siapa. Saat ia jatuh di genteng, menimpa dedaunan, tembok, mantel hujan ataupun hatiku.
Mungkin juga suka rasanya. Barangkali.
Rasa setengah dingin derai-derai yang jatuh satu-satu menimpaku itu, sepertinya menjatuhi hatiku. Bagaimana tak merasa candu?
Mungkin juga suka baunya. Bau yang diciptakan pada tanah basah yang bisa kuhirup, seperti menghirupi setiap kenanganmu.
Mungkin juga aku suka tantangannya. Agar bagaimanapun cuaca dan keadaannya, langkah kaki masih tetep ditapakkan untuk melaju ke depan. 
Barangkali.
Atau mungkin juga aku suka gerimis agar kamu bisa cerewet lagi “ Jangan lupa pakai mantel hujan, boleh hujan-hujanan tapi besok” #sigh..
Mungkin suatu saat aku akan bilang : “ aku tak suka memakai mantel hujan agar engkau leluasa menggerimisi hatiku” 

Aku memandangimu dari jauh yang sedang membacai tulisanku sambil senyum-senyum dan bilang #dasar ratu gembel-- dalam hatimu..
Siapa suruh menggerimisi hati penulis ;p
Ini gara-gara gerimis, sungguh!!



0 comments:

Post a Comment