Friday, 7 September 2012

Menjelajahi Indahnya Loch Ness dan Highland

Irama musik khas Scotland mengalun mengiringi perjalanan menuju tempat pemberhentian pertama yakni Loch Lomond. Sudah lama tidak merasakan atmosfer “jalan-jalan bersama” seperti ini. Iyah, memang aku sering berjalan-jalan, tapi jalan-jalan bersama rombongan yang semua orang dalam rombongan ber-aura siap jalan-jalan kayaknya sudah sangat lama tidak menikmati suasana seperti ini. Suasana sepeti saat study tour, berombongan satu bis yang di bagian depan bis-nya tertulis “rombongan bla bla bla” hihi entah mengapa hal itu saja membuat suatu perbedaaan yang signifikan.
Kali ini aku jalan-jalan ikut travel agent, padahal dulu aku pernah bilang “jalan-jalan pake travel agent itu jalan-jalan yang pas untuk simbah-simbah” hualaaah..sekarang malah mak jleb pada diri sendiri.
Maksudku dulu, tidak menyenangkan ikut travel agent karena berkurang tantangannya dan kurang puas karena harus diatur-atur. Tapi perjalanan kali ini lokasinya menuju Highlands yang susah ditempuh bila menggunakan bis karena tidak ada jurusan yang ke sana. Biasanya banyak yang menyewa mobil untuk melakukan perjalanan ke daerah tersebut. Kebetulan Rora yang sebentar lagi akan pulang ke Indo setelah submit disertasi masternya mengajakku ikutan one day tour ke Lochness, Glenco dan Highland, langsung deh mau hihi ;p
Pemberhentian pertama kami di Loch Lomond. Oh ya Loch itu bahasa Scottish Gaelic yang artinya danau, jadi ada banyak danau/Loch di daerah Scotland yang cantik-cantik, dan salah satunya Loch Lomond. Sepanjang jalan, si supirnya terus saja rajin menceritakan tempat-tempat unik di sepanjang jalan layaknya seorang tour guide, dengan sesekali melontarkan lelucon. Bila selesai ngomong panjang lebar tentang tempat menarik yang terlewati, dia segera memasang musik yang sesuai dengan suasana tempatnya. Aih..serasa santaaaaiiii bangeeet, benar-benar menghilangkan penat setelah menempuh mini viva sidang tahun pertama studi doktoralku. Lanskap di luar jendela yang hijau menentramkan mata, sementara musik mengalun mendamaikan jiwa. Sekumpulan domba-domba merunduk di perbukitan, lalu melewati daerah peternakan dengan sapi-sapinya, lalu terus naik ke daerah yang mulai bergunung-gunung hijau. Indahnya kadang bisa membuat menahan nafas ehehe...
Tepian danau sudah nampak, sementara langit muram, dan kabut tipis turun perlahan.  Mobil/travel Coach kami berhenti di tempat peristirahatan yang sudah disediakan, kata si supirnya, rumah-rumah peristirahatan di sekitar Loch Lomond itu favoritnya artis-artis Hollywood untuk menghabiskan liburan, beberapa artis ternama ia sebutkan. Humm pantes saja, tempatnya sangat memikat hati begini.

Sayangnya mobil travel kami tidak berhenti terlalu lama, jadi tak ada waktu untuk menatapi lama-lama danau yang permukaannya tengah diciumi kabut tipis itu. Bahkan untuk bernarsis ria dengan foto-fotopun sangat terbatas. Ah inilah salah satu kekurangan bila bepergiaan berombongan dengan agen travel. Jadwal perjalanan kami sangat teratur, supir sudah memberi tahu berapa lama akan berhenti dan jam berapa harus kembali ke mobil. Dan semua penumpang disiplin mengikuti aturan tersebut, karena bila tidak, benar-benar akan ditinggal sama si supirnya. Coba kalo plesiran di indo rombongan, waduuh pasti menunggu si inilah, si itulaaah..ehehe..telatnya bisa lamaaaa.

Dari Loch Lomond kami melanjutkan perjalanan terus naik menuju Highland. Hummm sepanjang perjalanan, pemandangan di luar jendela membuat benar-benar jatuh hati dengan highland. Aaaaaa breathtaking scenery bangeeeet. Pegunungan hijau yang bergelombang, kadang diselingi gradasi warna tumbuhan dan bunga-bunga. Berderetan lavender ungu, atau bunga-bunga kuning berbaris-baris seperti menciptakan kontur tersendiri yang apik. Ciptaan maha karyaMu sungguh luar biasa, Tuhanku. Sungguh merasa beruntung bisa menikmati panorama seindah ini. Setelah terpukau-pukau dengan deretan pegunungan Highland, kami berhenti di The Three Sisters, daerah pegunungan Highland yang terkenal dan banyak menjadi latar postcard Scotland.

Dan aaaa...cantiiiik benaaar lanskapnya. Tapi begitu turun, brrrr angin menyambut kami dengan tiupannya yang membuat menggigil kedinginan. Lagi-lagi waktu yang diberikan tidak begitu lama, hingga mengambil foto seperti lomba balapan saja. Hiks..padahal backgroundnya sebegini cantiknyaaaaa..harusnya bisa mendapatkan foto-foto yang bagus kalau santai-santai. Aku dan Rora bergantian memotret, lalu kemudian ada gadis India dan Ibu-ibu asal Amerika yang bergabung bersama kami. Pooja, nama si gadis manis India itu..aiih khas nama-nama India, nampak manis dengan rambut panjangnya, sementara si ibu Amerika bernama jenifer nampak sangat ramah,energik dan banyaaaaak bicara ehehe.
Dari the Three Sisters Glenco, kami berhenti sebentar di Ben Nevis. Dan diberikan waktu beberapa saat untuk berfoto-foto di sekitar monumen. Kemudian hampir tengah hari kami mampir di peristirahatan daerah Fort Williams untuk makan siang. Ada toko-toko souvenir, toilet dan food court. Beberapa kartu pos akhirnya masuk tas, karena harga kartu pos relatif murah untuk kenang-kenangan jalan-jalan, sedangkan pernak pernik yang lain walaupun lucu-lucu tapi harganya sering irrasional untuk dijangkau kantung. Jadi difoto aja laaaah..bisa dilihat kapanpun hihi, termasuk gambar ini nih entah kenapa suka banget, karena mahal seharga 8 pounds akhirnya beli kartu pos dengan gambar jalur kereta api tradisional itu.

Setelah mengitari toko souvenir, aku dan Rora memutuskan untuk makan. Rora memesan sup sayuran dan teh, sedangkan aku cukup makan roti. Makan di luarpun pastinya harus diperhitungkan karena jauh lebih mahal daripada masak, tapi sesekali tak apalah. Tak lama berselang Jenifer dan Pooja bergabung ke meja kami lalu asyik mengobrol sebelum jadwal mobil berangkat lagi.
Kami melanjutkan perjalanan menuju Loch Ness..untuk itu adalah beberapa pilihan yang ditawarkan, yakni masuk ke dalam kastil kemudian menyeberangi danau (tiketnya 16 pounds), kemudian bila hanya masuk kastil saja (12 pounds) dan nggak ngapa-ngapain alias memandang-mandang di sekitar saja. Ah, rasanya sayang sudah jauh-jauh tidak menjelajah, apalagi katanya pemandangan paling indah Loch Ness bisa dilihat dari atas kastil. Maka kami memutuskan untuk membeli tiket seharga 16 pounds itu. Sebelum memasuki area kastil, mobil kami berkendara sepanjang garis danau yang biru dilingkupi dengan darah yang hijau.
            “ waaa mbaaa....danaunya biruuu..bagus bangeeet” kata Rora di sebelahku. Lalu kami sama-sama takjub menikmati sajian panorama yang fantastik di luar jendela. Musik mengalun perlahan, aaah...sebuah perjalanan yang sungguh menyenangkan. Aku memang penggemar wisata alam. Asal ada hijau-hijau sama berair seperti danau, pantai..pasti betah. Akhirnya kami sampai juga di tempat parker area Loch Ness. Kalau tidak salah, kata si supir untuk area parkirnya sudah dijadwal jadi harus datang pada waktu yang ditentukan, kalau enggak dipakai yang lain..waduuh untuk urusan efisiensi waktu negara ini memang yahud. Oh ya, masing-masing tempat duduk dilengkapi seatbelt yang harus dipakai sepanjang perjalanan di mobil, samar-samar kudengar penjelasan si supir bahwa denda 60 pounds akan mampir bila kita mangkir.
Begitu memasuki kawasan kastilnya, tak henti hentinya rasanya mata ingin memandangi panorama yang luar biasa indahnya. Lumer rasanya hati melihat sajian seindah ini. Dan untungnya langit tiba-tiba cerah ceria, sehingga gradasi warna biru langit dan air permukaan danau terlihat begitu indahnya. Begitulah cuaca Scotland, susah terprediksi dan bisa cepat berganti-ganti sehingga kita harus harus selalu siap dengan cuaca apapun. Tadi di Loch Lomond langit murung, kemudian sempat nangis rintik-rintik, lalu di Glenco three sisters cerah lagi, habis makan siang mendung lagi, dan Alhamdulillah di Loch Ness ceria kembali. Jadi cuaca cerah di sini merupakan anugerah yang luar biasa ehehe, nampak sempurnalah pemandangan LochNess yang terlihat dari arah kastil.
Kastilnya sendiri seperti reruntuhan yang beberapa bagian tinggal puing-puing, tapi justu itu menambah keeksotisan tempat ini. Urquhart Castle nampak berdiri anggun dengan puing-puingnya yang menyimpankan sejarah peradaban masa lalu. Aku dan Rora sama-sama terpesona dengan panorama, sembari tetap jeprat jepret pemandangan (dan juga orangnya hehe) dengan kamera. Kemudian mengeksplor kastil sampai naik ke bagian atasnya, dan wuiiii..brrrr..angin bertiup kencang. Tapi hummm pemandangan danau dan kastil dari atas sungguh memanjakan mata.
Melirik jam tangan, waktu penjemputan kapal cruise yakni jam 2.30 akan segera tiba. Maka tanpa mau menanggung risiko ketinggalan kapal, kami menunggu kapal datang sambil berbincang selonjoran di rerumputan hijau di depan kastil. Jenifer dengan bersemangat bercerita tentang pengalamannya berpetualang. Wah mantap benar, seumuran gitu masih bersemangat jalan-jalan, sendirian pula.
Dari kejauhan kapal cruise yang akan kami tumpangi mulai merapat ke daratan. Kami segera beranjak untuk antri menuju kapal, sambil tetap memandangi bebek-bebek yang lucu-lucu di pinggiran danau. Lalu kami satu per satu menaiki kapal cruise, dan akhirnya kami memilih untuk duduk di atas kapal agar leluasa menikmati pemandangan, dan merasakan angin berhembus langsung. Humm Loch Ness memang sungguh indah. Dan begitu kapal berjalan, terasa benar tiupan angin yang menerpa.
            Mba siwi enggak kedinginan?” Tanya Rora yang melihatku tanpa jaket. Sebenarnya jaket merahku ada di tas, cuma males aja memakainya, lebih kerasa terpaan anginnya di tubuh.
            Enggak dingin kok, hatiku kan menghangat” jawabku bergurau ahaha. Ah hati siapa yang tidak menghangat memandangi deretan bukit-bukit menghijau di sekitar danau, air permukaan danau yang biru, serta langit yang biru cerah disertai dengan terpaan angin sepoi sepoi. Humm..kayaknya tempat yang cocok untuk honeymoon..uhuk..uhuk ;p
Kami ngobrol beberapa saat dengan Pooja dan Jenifer, mengambil video dari atas kapal, namun setelah itu kami terdiam menikmati pemandangan sekitar. Ah, benar-benar refreshing liburan kali ini. Tidak terlalu capai karena semuanya sudah dipersiapkan, tinggal duduk manis di mobil, dianter-anter kemana-mana, apa-apa sudah disiapkan. Enggak takut nyasar-nyasar, dan berpeluh ngos-ngosan jalan kaki. Ehehe jalan-jalan kali ini begini santai rasanya. Huaaah kayaknya bener yah, berwisata dengan travel agent memang cocok untuk simbah-simbah hihi..
Kapal cruise yang kami tumpangi akhirnya merapat ke daratan, sementara supir travel kami sudah terlihat di kejauhan. Setelah berjalan keluar kapal, barulah nampak di Nessie Monster yang legendaris itu..eitt patungnyaaah ehehe. Lalu kami diberi waktu sejenak di souvenir shop dan toilet. Sebuah tempelan kulkas Nessie masuk lagi ke dalam tas sebagai oleh-oleh perjalanan. Lalu kami menuju pulang ke Glasgow, dengan sesekali berhenti. Pemberhentian pertama untuk melihat binatang khas Scotland..humm aku belum tahu apa nama binatang itu, aneh sih. Padahal binatang ini terkenal dan langka, karena ada banyak terlihat di kartu pos Scotland dan hanya ada di tempat-tempat tertentu saja binatang ini.


Kemudian setelah itu kami berhenti di Pitlochry, sebuah desa bergaya vitorian untuk berkeliling sejenak, plus nyemil fish dan chips..hihi perut akhir-akhir ini sering protesan bila lama tak diisi.
Dan akhirnya kami pulang menuju Glasgow, tetap diiringi ocehan si bapak supir yang plontos itu
iringan musik yang mengalun. Mata terasa berat dan zzzzz....mungkin bermimpi monster ganteng ;p

Bila kalian suatu saat tertarik ikut tour ini, ini linknya http://www.timberbush-tours.co.uk/glasgow_tours/one_day/loch_ness.html
 


0 comments:

Post a Comment