Friday, 31 August 2012

Why You..




Dear anakku, sahabatku sayang,

Maafkan bila jarak dan waktu yang berbeda membuat kita sulit untuk bersua langsung dan bicara seperti biasa,
Duduklah sebentar dekatku sini, aku ingin membincangimu sebentar,
Anakku, tatkala diri tengah menghadapi bertubi masalah, terkadang kita menginginkan sebuah kehidupan yang mudah. Tapi adakah sebuah kehidupan tanpa masalah? Tak ada.
Mungkin saat ini engkau tengah protes, mengapa engkau yang masih begitu muda mendapatkan cobaan yang mungkin tak dijumpai manusia seumurmu lainnya. Mungkin engkau iri saat mendapati keluarga temanmu yang begitu harmonis, sementara engkau terkadang sulit untuk menentukan kemana tempat yang nyaman untuk “pulang”. Engkau mungkin juga protes, saat yang lain bisa menikmati masa remaja menjelang dewasa dengan relatif tanpa beban berarti, engkau harus bertanggung jawab memikul beban yang sarat.
Apalagi akhir-akhir ini, mungkin merasa seluruh dunia dan seluruh kejadian nampaknya bekerjasama untuk membuat hidupmuseems not right”. Life seems so hard, begitu kau bilang. Serasa masalah berlapis lapis menimpukimu hingga terasa engkau sesak.
Anakku, sepertinya manusia memang harus berkompromi dengan masalah selama mereka masih hidup. Bila sudah berpusara, mungkin masalah di “dunia lain” yang akan mengemuka. Tapi marilah bicara tentang kita yang masih diberikan waktu untuk menghirup nafas karuniaNya. Banyak orang tua yang begitu berupaya keras mencukupi semua kebutuhan, melimpahi dengan kasih sayang dengan harapan anaknya tumbuh menjadi manusia yang apapun berkecukupan, bahagia dan sejahtera. Menyekolahkan di sekolah favorit, menyediakan guru les privat, fasilitas canggih sebagai bentuk kasih sayang mereka. Tapi itupun tak pernah bisa menyingkirkan masalah yang datang pada “si anak”nya. Masalah memang akan selalu hadir dalam hidup kita, kadang selewat lalu, namun ada kalanya datang bertubi
Manusia punya tawa, punya tangis, punya sedih, punya haru, punya jenaka dan lainnya. Masalah mungkin bagi kita lebih banyak mendatangkan sedih daripada tawa. Tapi karena pernah sedihlah, kita merasakan manisnya saat bisa tertawa.
Bila engkau merasa dan mempertanyakan, kenapa harus aku?”, kenapa harus kamu yang diberikan masalah yang terasa seberat ini?
Sekarang lihatlah dirimu baik-baik. Betapa istimewanya dirimu pasti, hingga masalah menghampirimu, memilihmu untuk kau selesaikan. Masalah mungkin juga seperti rejeki, telah mempunyai porsinya masing-masing, jodohnya masing-masing.
Terimalah, sapalah, kompromikanlah masalah yang datang padamu, anakku. Bila kau pikul-pikul terus sepanjang waktu, seberapapun ringan atau berat sebenarnya masalah, pasti akan terasa berat jadinya. Pegal bahumu untuk menyangganya setiap waktu, penuh kepalamu untuk terus-menerus memikirkan hal itu. Bagilah, bagi beban itu pada orang-orang yang kaupilih menjadi “orang istimewa” yang kau beri “bagian kue masalahmu”.
Aku malu ibu, orang-orang pasti akan kecewa padaku”.
Sayang, pernahkah kau melihat seorang manusia yang sepanjang hidupnya tersenyum manis sepanjang waktu?.
Orang-orang mungkin mengenalmu sebagai pribadi yang cerah ceria. Tapi pernahkan mereka menuntutmu untuk cerah ceria setiap waktu? Seperti
juga manusia lainnya, semua manusia pernah galau, mendurja, merasa sendirian, dan diterpa hampa. Saya juga, mereka juga, kamu juga. Kenapa musti malu dan mengira orang lain akan kecewa?
Masalah,  bagi orang dengan adrenalin tinggi, mungkin berupa tantangan untuk mencari cara bagaimana menyelesaikannya. Masalah bagi si pesimistis adalah timpaan kutukan berikutnya, sedangkan bagi si optimistis, mungkin berupa ketidakmudahan jalan yang harus dilaluinya, tapi bila dihadapi semuanya akan terselesaikan, dan baik-baik saja.
Semua akan baik-baik saja.
Dari setiap manusia yang sekarang ini bersinggung hidup dekat dengan saya, setau saya semuanya pasti mempunyai masalah. Entah ringan ataupun berat. Ada seorang sahabat yang tidak direstui hubungan bersama kekasihnya oleh orang tuanya, ada yang baru saja buah hati yang baru sebulan umurnya meninggal karena infeksi usus, ada yang galau karena pekerjaan yang dijalaninya sekarang ini bukan passionnya, ada yang kritis menanti apakah nilai pre-sessional coursenya lulus dan bisa melanjutkan ke studi master di universitas idamannya atau tidak.
Mereka yang nampak tanpa masalah menurut pandanganmu adalah orang yang mempunyai masalah namun tak membaginya denganmu hingga engkau tak mengetahuinya. Cobalah sekarang, perhatikan saja orang-orang terdekat yang kamu tahu kehidupannya, adakah yang mulus sempurna tanpa masalah?
            iya, tapi kan enggak  ada yang masalahnya seberat saya sekarang?” mungkin itu sergahmu. Mungkin Tuhan memilihmu, karena engkau istimewa dan mampu menghadapinya. Pikir saja begitu, sayang.
Berdoalah saja, hal ini akan membuatmu lebih lentur menghadapi hidup, lebih tegar menghadapi apapun, dan berani menyelesaikannya bersama-sama. Bersama siapa saja yang kau percaya.
Dan jangan pernah lupa, apapun yang terjadi, itu karena kasih Tuhan padamu. Ada banyak alasan untuk bangkit, untuk tetap tersenyum dan tetap berbagi canda bersama.
Tersenyumlah, semuanya akan baik-baik saja. Akan ada waktunya semuanya akan baik-baik saja.
Saat engkau mungkin dalam hati pernah protes, Why Me? sekarang katakan, Why NOT?


Saya mungkin tak bisa melakukan banyak hal untuk meringankan masalahmu, tapi ada rumah "hati"saya untuk selalu mendengar keluh kesahmu, kisah lucumu, kekonyolanmu, prestasimu, apa saja. Dan tentu saja doa untukmu. Semoga semuanya akan segera baik-baik saja. 
Dunia merindu senyum manismu.

Glasgow, 31 August 2012. 19.30. saat malam hendak memeluk bumi Glasgow, dan rasa dingin sisa hujan tadi sore.

 

4 comments:

Suryati Arifatul Laili said...

baru liat...sepertinya nulisnya dari lama tp baru diposting ya?
*sedikit curiga :)

Siwi Mars Wijayanti said...

humm enggak kok, ini tulisan baru..dan langsung kuposting *curiga kenapa emangnya?

nor basid a prasetya said...

Nampaknya aku bisa menebak kepada siapa tulisan ini ditujukan, namun andaikan tebakanku salah, tidak akan mengurungkanku turut menyampaikan bahwa seberat apapun persoalan, pasti bisa terselesaikan, dan akan ada manfaat dibalik setiap kejadian, yg membuat sang manusia belajar...so..siapapun itu...tetap semangaattt...lihatlah ibumu sbg contoh nyata sosok yg selalu bersemangat... :)

Siwi Mars Wijayanti said...

haisssh I'm afraid that you're right ahaha ;p
*setujuuuuuh...semangaaaat!!
--huaaah berlebihan, aku yo kadang mewek2 ;p

Post a Comment