Tuesday, 4 December 2012

Kejutan

Di bawah kilatan kembang api tahun baru 2012 lalu-Edinburgh, UK

Bukankah kejutan itu seperti kembang api? Melesat tak tertebak dan berbinar menyilaukan, meninggalkan jejak yang akan selalu terkenang?
Bukankah kau atau kalian selalu mengenang kejutan-kejutan yang pernah orang lain berikan padamu?
Kejutan itu ramuan penuh perhatian, cinta dan kepedulian. Siapa yang tak senang menerima kejutan?
Make me speechless but happy” katamu saat menerima kejutan dari beberapa orang-orang dekatmu.
Atau seperti anggapan Syalimah di “Padang Bulan”nya Andrea Hirata saat menerima kejutan sepeda.
mulai saat itu mereka harus sering memberikan kejutan karena kejutan ternyata indah
Dan aku, sayangnya tak pernah berbakat membuat kejutan. Setiap kejutan yang ingin kuberikan, hampir selalu malah terlebih dahulu membuat aku terkejut. Parah.
Sedang kau, hampir selalu sempurna dengan kejutan-kejutanmu yang selalu membuat jantungan. Bersamamu beberapa tahun ini cukup melatih otot-otot jantung untuk segala macam kejutanmu.
Bungkusan dalam kertas looseleaf yang berpindah tangan ke tanganku, cukup sanggup membuatku termangu. Kejutan pertamamu.
Lalu hidupku berubah menjadi kembang api.
Dengan motor pinjaman plus jaket pinjaman, lalu tiba-tiba muncul di terminal saat dini hari,kala busku baru saja merapat. Kau tak tahu hatiku dilanda gempa bumi.
Kau, dengan segala ketiba-tibaanmu.
            Keluar deh bentar, aku udah di depan” lalu terpaksalah aku muncul dengan muka bantal.
          Buka deh tirai jendelamu” katamu di ujung telpon. saat jarak antara kita harus ditempuh dalam hitungan 3 atau 4 jam.
         udah sampai sini nih, jemput ya di terminal” dan aku kelabakan pulang dari kampus, siap-siap menjemputmu. Sambil siap-siap ngomel dan protes.
           coba tebak apa isinya” katamu sambil mengulurkan bungkusan kado untuk kedua kalinya. Kau tak pernah habis mengejutkanku.
Dan aku dengan parahnya selalu terkejut bila ingin memberikan kejutan. Meringis rasanya bila mengingat daftar kegagalan demi kegagalanku. Memang mungkin memberikan kejutan butuh bakat, usaha, dan restu Tuhan ehehe.
Tapi,
            Ketemu adek sudah menjadi kejutan indah dalam hidupku” katamu, yang selalu madu. Masihkah seperti itu ?  

#Kebumen, 5 Desember 00:20 hiyaa masih jetlag, mata masih belum membiasakan berkawan dengan waktu yang baru.
 

8 comments:

Tama said...

eciyee ciyee hahaha

Siwi Mars Wijayanti said...

jiakakaka maluuuuu *tutup mukaaa ;p

Arian Sahidi said...

hadeuhh pagi2 habis sepedaan kemudian membaca tulisan ini, jadinya galau haha

Siwi Mars Wijayanti said...

hadew..saya tidak bertanggung jawab atas segala kegalauan yg terjadi ;p

Rohmah said...

Mba siwi salam kenal, baru hari ini saya baca tulisan mba krn nyasar di google pas lg cari jilbab treveller,, dan langsung betah nangkring di blog ini,
mudah2an kita satu frekuensi hehehe

Siwi Mars Wijayanti said...

hai rohmah, thanks udah baca dan follow yaa..mudah2an betah terus hihi :)

Herlina Hamid said...

Edinburgh..jadi inget tulisan mba siwi ada di buku the jilbab traveler karya mba asma Nadia.selamat ya mba ^_^

Siwi Mars Wijayanti said...

ehehe iyaah, terimakasih banyak :)

Post a Comment