Thursday, 31 January 2013

Dejavu



Kota ini tak terlalu terik siang ini. Langkah kakiku satu demi satu dengan santai menyusuri jalanan kampus yang selalu membuat hatiku terasa nyaman. Rumah. Kampus ini seperti rumah untukku. Lintasan-lintasan pikiran di kepala memenuhi rongga kepalaku. Jadwal lab, kerja lapangan, pengen ikut acara bedah buku di togamas nanti sore dan kamu. Kamu, sepertinya selalu sibuk mondar mandir di pikirku.
Kemudian langkahku terhenti, mataku terantuk pandang pada sebuah tempat. Hatiku berdenyut, syaraf rinduku terkejut. Aku berhenti dan duduk di sana. Rasanya Dejavu.
Kuraba permukaan tempat duduk dari batu itu dengan tanganku, rasanya masih sama. Semilir angin berhembus menciumi ujung-ujung jilbabku,  membawakan kenang kembali segar.
Dulu dengan rok batik berwarna coklat dengan atasan senada. Kini dengan celana kain dan blouse hijau lumut bermotif, aku duduk di tempat yang sama. Kupandangi ke arah gedung itu, berharap kamu dengan langkah lebar-lebar muncul dari tingkungan gedung itu. Melangkah untuk menemui seseorang dan itu aku. Kali ini  juga kutoleh berkali kali jalanan itu walau tahu pasti tak akan ada kamu. Tak ada. Yang melangkah dengan senyum manis dari kejauhan.
Tapi tetap saja aku duduk beberapa saat, dan mengalihkan pandang berkali kali untuk mengamati jalanan itu. Kamu tak lagi ada disitu. Tapi tetap di hatiku.
Dejavu. Rasanya baru kemarin. Ah bukan, itu tahun lalu. Ah entah, aku dan waktu memang sering tak saling setuju.
Namun hatiku tahu, saat ini aku disergap rindu.


Jogya, 31 Januari 2013.

0 comments:

Post a Comment