Saturday, 26 January 2013

Catatan Launching Buku "Catatan Hati Sang Guru"


In action ;p

Pokoknya ntar Januari, saya booking jadi pembicara bedah buku saya ya,” demikian todong ustadz Arian, November tahun lalu saat mengetahui saya akan pulang ke Indonesia untuk beberapa bulan.
Namanya Arian Sahidi, penulis sekaligus guru SMP Al Irsyad yang dulu pertama kali mengontak saya gara-gara mencari tahu tempat tes TOEFL di Purwokerto. Kemudian melalui kontak jejaring sosial barulah saya mengetahui bahwa dia itu seorang penulis juga. Karya-karyanya hampir semua saya sudah baca, karena alhamdulillah berkesempatan menjadi first reader-nya terlebih dahulu. Karya-karya yang selalu menyisipkan pesan-pesan religiusitas tanpa terlihat teoritis dan dogmatis menurut saya salah satu kelebihannya dalam berkarya.
Maka hari ini, 25 Januari 2013 dimulai pukul 07.30 saya menghadiri acara launching buku Catatan Hati Seorang Guru sekaligus rangkaian acara open house yang diadakan SMP Al Irsyad Purwokerto. Suasana saat saya datang sudah meriah dengan riuh rendah suara anak-anak. Saya selalu suka bertemu anak-anak, jadi saya begitu menikmati beberapa sajian seni dan baca puisi yang ditampilkan sebelum acara berlangsung. Melihat anak-anak negeri ini, saya selalu berkeyakinan, Indonesia pasti mampu untuk menjadi sebuah negeri yang hebat. Acara dimulai oleh moderator ustadzah Tantri yang cukup komunikatif dan mampu “meredam” kegaduhan anak-anak sesekali. Kemudian bincang-bincang dengan penulis berlangsung santai, diselingi riuh rendah tepuk tangan anak-anak, atau tawa lepas mereka. Beberapa hal menakjubkan pun saya temui di sini, seperti Nak Abror yang hobi membaca dan penulis favoritnya Paulo Coelho. Widiwww anak SMP bacaannya PC coba, mantep abis.
Nah setelah bincang-bincang dengan penulis, giliran saya tampil ke atas panggung. Tebar pesona, #eh maksudnya menjalankan tugas untuk untuk memberikan komentar terhadap buku CHSG ini. Buku CHSG ini memang tergolong simpel, tapi cukup inspiratif. Pesan moralnya tentang pendidikan karakter, kepedulian terhadap anak-anak dan selalu membiasakan hal-hal baik disampaikan dengan lugas oleh penulis. Bahasanya ringan, kadang diselingi dengan gurauan, tanpa banyak metafora, tapi cukup mudah dipahami pembacanya. Buku ini cocok untuk dibaca oleh siswa-siswa, rekan guru, wali murid ataupun kalangan umum. Isinya pun cukup variatif, mulai dari awal keputusan beliau untuk menjadi seorang guru, kebersamaan dengan anak-anak, serta kisah-kisah unik beberapa anak didiknya. Saya menjadi saksi mata pada acara tersebut, bahwa beberapa anak dengan kebutuhan khusus namun mempunyai potensi, kemampuan serta kemauan yang tak kalah dengan anak normal lainnya.
Banyak kisah-kisah kebersamaan dengan anak-anak baik di kelas ataupun di luar kelas yang menarik disimak, bukan hanya kisah ceritanya namun terutama siratan pembelajaran di dalamnya. Dan hari ini saya punya kesempatan langsung untuk bertatap muka dengan nama-nama yang disebutkan dalam buku. Bahkan foto bareng ehehe...
Acara pembagian doorprize-pun berlangsung meriah, sebuah doorprize buku koloni milanisti saya didapatkan oleh seorang anak berkebutuhan khusus, Nak Jihan yang dengan mantap walau terbata-bata menjawab “ Skot-lan-dia” saat ustadzah Tantri menanyakan dimana saya tengah menyelesaikan studi doktoral saya. Dia ikut mengacungkan jari tinggi-tinggi saat puluhan anak-anak lain berebut menjawab.
Usai acara, anak-anak berebut tanda tangan untuk buku saya, Koloni Milanisti yang saya titipkan di bazar bukunya. Semuanya nampak antusias menyebutkan nama, dan minta duluan untuk bukunya ditandatangani. Ada yang meminta alamat blog, no HP, ataupun foto bersama. Lama-lama saya berasa artis #somboooong ahaha.
Ini dia Nak Abror (paling kiri) yang hobi baca, dan penulis favoritnya itu Paulo Coelho
sok artis, tanda tangan di buku "Koloni Milanisti" ;p
            “ tulisannya dikasih kata-kata yang tadi dong, Miss” pinta seorang anak pada saya. Dan dengan senang hati saya menambahkan kata-kata motivasi di halaman depan buku saya tersebut. Kemudian ada salah seorang ustadzah yang ceritanya nge-fans sama saya #ups sama tulisan saya lebih tepatnya. Dengan malu-malu Ustazah Maya menghampiri saya dan minta foto bersama,
            “ saya senang baca tulisan-tulisan mba di blog, juga buku koloni milanisti-nya,” papar beliaunya. Hadeww selangit deh kalau ada orang yang suka baca tulisan saya ehehe.

Ini dia foto bersama Ustadzah Maya :)
Nah kalau ini foto dengan Faraj, didampingi penulis buku.
Kemudian ada Qois, seorang anak dengan kebutuhan khusus, setelah beberapa saat yang lalu meminta tanda tangan di buku Koloni Milanisti, kemudian beberapa saat kemudian dengan bersemangatnya menyodorkan halaman depan buku tulisnya untuk minta tanda tangan saya,
            “ Jangan tinggalin saya dong,” ungkapnya dengan polos. Saya tersenyum, Ah bagaimana saya tidak jatuh hati pada mereka semua. Lucu-lucu dan menyenangkan. Saya selalu menyukai melakukan sesuatu untuk anak-anak negeri ini, dan hari ini sungguh hari yang membahagiakan untuk saya. Misi saya untuk dunia pendidikan terus saya hidupi dengan tindakan nyata. Saya ingat pesan pak Anis Baswedan pada PPI Dunia beberapa saat lalu yang saya terima di milis
iuran terbesar untuk pendidikan itu bukan beasiswa, bukan buku, bukan fasilitas belajar tapi iuran kehadiran. Kehadiran anda sebagai inspirasi adalah iuran terbesar
Dan dengan apa yang saya lakukan, saya terus untuk mencoba membayar hutang kehadiran saya,

Foto bersama beberapa anak-anak murid SMP Al Irsyad 


*P.S : Danke, Mien Liebster yang selalu memberikan dukungan dengan telepon manisnya sebelum mengisi acara. Semoga bersama untuk saling membaikkan, menghebatkan.

5 comments:

fardelynhacky said...

Wah, keren ya, jadi pembedah buku :)

fadiyanputra said...

"Kehadiran anda sebagai inspirasi adalah iuran terbesar" setuju sekali bu,, ;)

Siwi Mars Wijayanti said...

@fadiyan putra : ehehe mari menjadi inspirasi yang baik untuk anak negeri :)
mba @fardelynhacky : masih belajaran, mbak..seru juga :)

Arian Sahidi said...

judul bukunya "Catatan Hati Sang Guru" loh, bukan catatan hati seorang guru #protes berat haha

Siwi Mars Wijayanti said...

ahaha dasaaar oke2 kurevisi deh. mudah2an cetakan keduanya laris manis yaaa :)

Post a Comment