Friday, 26 July 2013

Rekreasi Membuat Kolak Biji Salak



Haluuww...ehehe kali ini postingan super ringan dari dapur Hillhead 21, Glasgow. Untuk takjil buka puasa hari ini, saya membuat kolak biji salak. Bila di Indonesia, pastinya dengan gampang bisa dibeli di para penjual takjil menjelang buka puasa di pinggir-pinggir jalan. Tapi bila berada di tanah rantau seperti saya, bila ingin makan dengan selera nusantara maka jalan satu-satunya adalah memasak sendiri. Dan kenapa saya kasih judul rekreasi? Ehehe karena memasak itu bagaikan rekreasi, dan kali ini cocok momennya dengan mood saya menjelang ujian tahun kedua studi doktoral saya esok senin. Otak saya butuh rekreasi.
Dan rekreasipun bisa dilakukan di dapur. Maka marilah bersama saya membuat kolak biji salak. Tentu kalian sudah tak asing dengan makanan ini bukan? Pertamanya saya mencontek resep dari Mona, teman flat saya yang membuatnya beberapa hari lalu. Tapi resep baku entah di buku menu sekalipun bebas dimodifikasi sesuai selera kita masing-masing. Jadi kolak biji salak inipun sudah modifikasi ala saya hihihi.
Pertama, mari siapkan bahan yang diperlukan :
1. Ubi Kuning
2. Tepung Tapioka
3. Gula merah
4. Santan
5. Garam
6. Daun pandan (bila ada)
7. Tepung Terigu
Bahannya sangat simpel bukan? Nah mari memasak bersama saya.
1. Pertama cuci bersih ubi kuningnya, dipotong-potong sedang lalu kukus. Jangan direbus ya, sahabat saya di Aussie saat mencoba dengan direbus, jadinya banyak airnya. Ini membuat bentuknya tidak bulat seperti biji salak nanti. Ganti nama dong ntar ehehe. Jadi ubi dikukus beberapa saat lalu tusuk dengan garpu untuk mengecek ubi tersebut sudang cukup matang


2. Lalu tiriskan, masukkan ke dalam wadah lalu buang kulit arinya. Nah baru kemudian dihaluskan, terserah dengan apa. Saya menggunakan alat penghalus kentang atau ubi seperti yang ada di gambar berikut ini. Tapi yang penting halus, pakai sendok juga bisa kok. Gampang, nggak usah dibikin ribet.


3. Lalu setelah halus, masukkan tepung tapiokanya. Nah ini dia, saya chef abal-abal yang kalau ditanya seberapa komposisinya? Ya dikira-kira saja ahaha. Percayalah pengalaman adalah segalanya #ngeles. Saya males kalau harus precise seberapa-seberapa harus masukkan ini itu, setiap orang kadang punya preferensi masing-masing dalam rasa. Jadi masukkan tepung tapioka lalu campurkan pakai sendok secara merata dengan ubi sampai kalis (hadeeew ini bahasa Indonesianya apaan yak). Intinya kalian bisa merasakan adonan tersebut tidak lagi terlalu lembek, sehingga nanti gampang dibentuk. Tepung tapioka ini fungsinya untuk mengenyalkan bulatan yang menyerupai biji salak itu. Tambahkan garam sedikit kalau mau, campurkan secara merata.


4. Selama melakukan langkah ketiga, rebus air dan gula merah. Agar nanti jeda antara langkah ketiga selesai dan airnya mendidih tidak terlalu lama. Adonan bila dibiarkan terlalu lama akan sedikit melembek jadi akan susah saat membentuk bulatannya.
5. Nah setelah air gulanya mendidih (gula merahnya juga sudah telarut dalam air). Ubah kompornya menjadi api sedang. Ini tujuannya agar bulatannya tidak ada yang akan terlalu matang nantinya, karena membentuk bulatannya satu-satu sehingga tidak bisa serempak nyemplung (duuh bahasanya!) ke air rebusan gula secara bersamaan. Lalu bentuk bulatan-bulatan kecil dari adonan tadi dan langsung dimasukkan ke dalam air gula. Setelah semuanya selesai, masak sebentar sampai bola bolanya mengambang ke permukaan. Nah bola-bola ini yang mirip biji salak, maka nama makanan ini disebut kolak biji salak. 
6. Tambahkan santan secukupnya. Lalu aduk-aduk. Masukkan garam secukupnya. (Nah ini juga suka-suka. Ada yang membuat antara bola-bola, air gula dan santannya terpisah-pisah. Baru saat mau makan dicampur dalam satu mangkuk. Sekali lagi ini preferensi masing-masing. Saya lebih suka langsung dicampur jadi satu. Kalau kamu masak banyak, bisa bola bolanya direbus dengan air saja. Lalu bola-bola dimasukkan ke dalam wadah tertutup (atau ditutup dengan plastik wrap) lalu masukkan dalam kulkas. Nah esok harinya kamu tinggal siapkan kuah kolaknya saja, lalu ambil biji salaknya dari kulkas untuk dimasak.  
7. Lalu cairkan beberapa sendok tepung terigu dalam air, sedikit saja yang tujuannya membuat air kolaknya agak mengental. Again, ini soal selera. Ada yang suka cair tanpa campuran apapun, ada yang suka agak kental sedikit, pun ada yang suka kentalnya lumayan. Ini seninya memasak, kamu adalah kamu yang mewakili rasamu sendiri. Yailaaaah..masak juga tetep diselipin filosofi!!
8. Masak sebentar sambil diaduk sampai santannya mendidih. Bila ada daun pandan, potong kecil-kecil dan masukkan untuk menambah aroma. Kali ini saya tidak punya stok daun pandan, jadi cukuplah dengan bahan standar.
 9. Dan jreng, kolak biji salak siap disajikan.


Pas untuk takjil berbuka. Atau bila sedang bukan bulan puasa bisa disajikan untuk camilan sore bersama teh manis hangat. Jangan lupa, bumbu cinta yang selalu dimasukkan dalam setiap masakanmu #lebaaaay. Eh tapi ini beneran, bumbu ini yang membuat masakanmu terasa istimewa. Apalagi bila disajikan untuk orang-orang tercinta.
Memasak adalah menghadirkan cinta dalam rasa.
Begitu resep hari ini dari dapur Hillhead, besok saya dapat pesanan 50 ayam untuk sumbangan buka puasa kelompok pengajian kami ke masjid Glasgow. Rencananya saya akan masak ayam goreng lengkuas, so nantikan resep berikutnya dari dapur Hillhead ahaha.

#kelakuan mahasiswa doktoral tahun kedua menjelang ujian. Tambah random ini isi blog. Semoga semakin semarak!

Glasgow, 21 Hillhead Street.
 

4 comments:

Iska Fitriannis Istiqomah said...

Hmmm..
Yummmiii tuh bu kayak nya.... :)

Siwi Mars Wijayanti said...

ehehe..yummy pastinya iska. ayooo si iska masak dong buat di pac**r tercintaaa #uhuk

fardelynhacky said...

Wah, boleh dicontek nih mbak Siwi :D

Siwi Mars Wijayanti said...

ehehe silahkan mba fardelyn, gampang kok bikinnya..selamat memasak :)

Post a Comment