Tuesday, 2 July 2013

Sebuah Sudut Ruang dan Aku



Aku tak bisa menahan jemariku untuk tidak menari-nari di tuts keyboardku saat melihat gambar ini di timeline Facebookku. Akhir-akhir ini memang aku agak “minggir” dari Facebook personalku, lebih cenderung menjadi pengamat, memantau dan sesekali melakukan bawah tanah dengan mengirim message-message yang kebanyakan berhubungan dengan risetku. Tapi melihat gambar ini di timeline yang dishare nulisbuku.com aku merasai aura yang entahlah kunamai apa.
Hanya saja gambar ini seperti membahasakan dengan visual suasana yang dekat dengan hatiku.
Deretan buku-buku di rak itu, bau lembar-lembar halamannya, covernya, dan isinya yang siap membawaku kemana saja. Aku selalu jatuh cinta dengan buku. Kemudian lihatlah bangku kayu dan sebuah meja bundar. Aku ingin duduk-duduk berlama-lama, dengan secangkir teh hangat atau kopi, membaca buku atau berbincang denganmu atau sahabat dekat. Lalu lihatlah jendela yang luas itu, menawarkan semacam tawaran “ kau bisa melihat dunia luar kapan saja”. Bahwa dunia bukan hanya ada dalam tulisan dalam buku atau dalam ruangan saja, tapi dunia luar juga memberimu kehidupan yang berwarna. Bayangkan bila ruangan itu gelap, tertutup, pengap. Jiwamu, jiwaku tak bisa bernafas. Jendela itu seperti memberikan ruang lain yang bisa kita lihat, dan kehijauan di luar jendela itu menawarkan ketentraman. Dan lihatlah bila engkau sempat memperhatikan, sepeda yang bersandar itu. Sepeda lebih cocok denganku dibanding banyak alat transportasi lainnya. Aku masih ingat tes speaking IELTS dulu, dua kali tes dengan pertanyaan yang sama. Kendaraan apa yang ingin kau beli? Jawabanku sama, sepeda. Sepeda itu memberikan kesempatan kita untuk mengayuh, menentukan arah, upaya menyeimbangkan dan menikmati harmonisasi dari itu semua. Tak ada mesin, hanya aku dan sepeda itu saja menentukan laju kami. Bukankah begitu mesra? Ahahaha.
Ah kalian mungkin bilang aku berlebihan. Entahlah, hanya saja gambar ini terasa “aku banget” ehehe. 
Buku, bangku kayu, jendela, kehijauan, sepeda. Kadang tiap diri merasa dekat dengan benda-benda atau suasana tertentu. Dan aku dalam sedetik saja melihat gambar itu bisa merasakan kedekatan itu.
Bagaimana dengan kalian? Benda atau suasana apa yang mewakilimu?
Selamat menikmati pilihan masing-masing kita dan merajut kisah kita masing-masing.

Posting singkat menanti subuh di Glasgow. 2 July 2013.

6 comments:

Arian Sahidi said...

saya malah mau menjual sepeda wkwkw

Siwi Mars Wijayanti said...

mau dituker sama apa? gerobak? :DD

agus suyam said...

Glasgow itu sebelah mananya gombong mbak? :)

Siwi Mars Wijayanti said...

ini nanya serius apa becanda? ehehe..Glasgow itu di Scotland (UK-Inggris). kebetulan lagi kuliah di sini sementara waktu :)

Suryati Arifatul Laili said...

aku juga ^^

Siwi Mars Wijayanti said...

ehehehe yupiee.. aku tahu itu :))

Post a Comment