Rabu, 04 September 2013

(Lebih dari) Sempurna




Sempurna.
Utuh
Lengkap
Nyatanya mungkin bukan tiadanya kekurangan, ketidaksempurnaan, ataupun ketidaklengkapan.
Mungkin serupa adanya kekurangan, namun ada upaya untuk menaruh pemakluman.
Ketidaksempurnaan, namun ada kemauan untuk belajar tentang penerimaan.
Sempurna.
Mungkin seperti kondisi: apa adanya—setelah melakukan hal terbaik yang kita bisa.
Sempurna.
Mungkin pula bukan saling melengkapi
Mungkin pula bukan saling mengutuhkan
Mungkin pula bukan saling menggenapkan.
Tapi menemukan cermin dari keutuhan kita.
Menemukan seseorang yang membuat kita menyadari tentang keutuhan dan berbagi keutuhan bersama-sama.
Bukan saling tarik menarik, bukan kurang mengurangi atau menambahkan.
Sempurna
Serupa huruf O, serupa angka nol 0. Mungkin.
---

100
Seratus sempurna..seratus sempurna..
101...seratus satu.seratus satu....
Kamu (lebih dari) sempurna...( Malaikat Juga Tahu, Dee-Rectoverso)
---

Bersama secangkir coffee latte, For Always-nya Josh Groban dan dini hari Glasgow.
4 Sept 2013. 03.19 am.

10 komentar:

Lucky Eno Marchelin mengatakan...

Manusia tempat salah dan lupa :D

Fatma mengatakan...

(Lebih dari ) Sempurna
Tak akan ada habisnya jika kita menuntut sebuah Ke-Sempurna-an
Tapi manusia bisa menjadi sempurna saat adanya pengenapan dari penganjilan
Usaha dalam niat
dan aksi dari sebuah reaksi ^^


http://fatma-v3.blogspot.com/2013/09/karena-senyum-mereka-adalah-bayaran.html

Siwi Mars Wijayanti mengatakan...

@Lucky eno :iyah tentu saja, pemaafan karena salah dan lupa juga menjadikan semuanya sempurna :)
@Fatma : ehehe manusia lahir sendirian, mati juga sendirian. bila ia berpasangan, ia berbagi keutuhan, bukan serupa penggenapan. aih tentu saja masing2 orang punya pendapatnya masing2.
---wuii mampir ah, tengkiu link blognya :)

Afa mengatakan...

Mana bisa manusia lahir sendirian? Ada ayah dan ibu di dekatnya. Kecuali Adam. :p

Afa mengatakan...

Apalagi kalo mati, welah, kgak mungkin dia sendirian berjalan ke kuburan..hihihi :p

Siwi Mars Wijayanti mengatakan...

Maksud saya--> lahir dalam satu keutuhan : satu jiwa, satu raga. Utuh, sempurna.

Afa mengatakan...

iye..paham. kan cuma becanda.
#seriueus amatt..hi :p

Siwi Mars Wijayanti mengatakan...

ehehe enggak serius kok..tapi itu serius bangetttttt #pura-puranyaa ;p

Afa mengatakan...

hehe
mau nyobain kopi racikan sayah gak?sini, pulang, ntar ta bikinin kopi yg lebih dari sekedar 'filosofi kopi',,,he

Suryati Arifatul Laili mengatakan...

begitulah kalau lg jatuh cinta semuanya tampak sempurna, that's why some people said love is blind :D

Posting Komentar