Saturday, 1 March 2014

Grow a Day Older




If everything has been written, so why worry, we say
It's you and me with a little left of sanity
If life is ever changing, so why worry, we say

Sepertinya aku harus mengepak kecemasan-kecemasanku. Mungkin serupa kecemasan akan kehilangan, atau mungkin barisan cerita tentang perpisahan. Selama hati masih bertaut, cerita berdua masih selalu ranum untuk kita rajut.

Having you close to my heart as I say a little grace
I'm thankful for this moment cause
I know that you
Grow a day older and see how this sentimental fool can be

Terimakasih.
Pada langkah-langkah seiring yang membuat kita beriringan
Pada gaduh kata, pada riuh tawa, kadang juga pada senyap kita.  
Pada waktu. Yang menggelar kisah masa lalu kita, yang memekarkan indahnya bersama kita kini, dan yang mencipta kuncup-kuncup harapan kita nanti.
Waktu cinta kita yang kian menua, berlajur-lajur peristiwa, berbaris baris cerita, dan cinta yang beralih alih rupa penuh dinamika.

When he ache his arms to hold me tight
When he picks up lines to make me laugh
Whan he's getting lost in all his calls
When we can't wait to say : "
I love you'

Tidak, aku tidak hendak berkata cinta dua manusia beda itu mudah. Kadang salah kata, salah makna. Bila laku tak sesuai mau. Bila harap tak terucap. Kadang kesal kadang geram.
Hanya Kadang,
Karena masih terlalu banyak bahagia yang mengada. Dan baris-baris usaha untuk mengerti maksud hati, untuk meredam emosi, untuk memeluk dan menyembuhkan luka dan kecewa. Cinta itu bunga mekar yang disirami. Bukan ilalang yang dibiarkan mati suri.
Aku, masih dengan hati dan jiwa yang menggengami hatimu
Yang tak bosan mengucapkan kalimat murahan sedunia seperti : Luv you!
Dan bertumbuh bersamamu.
Grow a day older with you.

(From Grow a Day Older-Dee)

Glasgow, 1 March 2014. Dini hari yang terasa hangat di musim dingin yang belum usai.

0 comments:

Post a Comment