Monday, 3 November 2014

Dua Cangkir Teh (Kita)



Bertahun lalu, sudah pasti kala dua cangkir teh kusajikan, engkau akan menunggu sampai agak menghangat lalu baru meminumnya, sedangkan aku segera menyesap dari cangkir saat masih panas. Tapi lihatlah sekarang,
Bila dua cangkir teh itu kusajikan, cangkirmu pasti lebih dahulu kosong dibanding cangkirku.
“Teh itu paling enak kalau diminum panas-panas,” sergahmu. Ah, itu kan kalimatku dulu.
Kau tahu, keajaiban apa yang tiap hari dijumpai manusia?
Mungkin keajaiban manusia lainnya, manusia yang terus berubah setiap detiknya
Dan aku terus merekam perubahan-perubahan itu.
Keajaiban-keajaiban itu.
Seperti halnya, keajaiban dalam dua cangkir teh kita

3 November 2014. Glasgow yang mulai mendingin.

1 comments:

Post a Comment