Rabu, 08 Januari 2014

Jalan Sulit



 
Selalu suka foto dengan background jalan-karena jalan akan mengantarkanku ke suatu tempat

Obrolan ringan di pagi hari dengan sahabat lama, mengantarkan pada sebuah kalimat sahabat lama saya itu.
“ Aku iri pada orang-orang yang berani memperjuangkan kebahagiaannya, dengan jalannya sendiri, berani mengambil risiko”
Ah, bukankah hidup yang menjalani itu kita sendiri, yang merasai juga kita sendiri. Pada akhirnya hidup adalah tentang pilihan-pilihan dan keputusan yang kita ambil. The cup of suffering is not the same size for everyone, kata Paulo Coelho.
Jatahnya sendiri. Ini yang terkadang sulit untuk diterima, kadang saya juga. Karena hidup berisi pembelajaran yang tak pernah habis. Pertanyaan "Kenapa harus saya? Kenapa harus seperti ini?" mungkin banyak dilontarkan manusia, termasuk saya. Ah, bukankah kita dianugerahi Tuhan kekuatan untuk mengambil pilihan dan keputusan?
Kita bisa bilang tidak, iya, menolak, menerima. Tentu saja dengan segala risiko dan konsekuensinya. Kemudian hidup akan bertumbuh.
Pilihlah jalan-jalan mendaki! Kata Anies Baswedan. Jalan mendaki yang akan menempamu menjadi pribadi yang solid, yang tak gentar akan tantangan, ataupun kritikan. 

“Yes, we are going to suffer, we will have difficult times, and we will experience many disappointments – but all of this is transitory it leaves no permanent mark.
And one day we will look back with pride and faith at the journey we have taken”
(Paulo Coelho)

Ada kekuatan dalam diri kita yang harus ditempa agar terus memancar sepanjang jalan. Beranilah dengan jalan-jalan mendaki, jalan-jalan sulit ataupun setiap jalan yang kita pilih.
Ya, kita berkuasa memilih jalan yang kita jalani.
Pilihlah dengan hatimu.

Glasgow, 7 Januari 2013
Previous Post
Next Post

2 komentar:

  1. Pagi ini aku juga chat dengan salah satu teman masa kuliah, dia menceritakan sedikit tentang bagaimana kawan-kawannya mencelanya sebelum menikah dan saat menjelang pernikahan, Dengan kejadian yang dia alami, dia memberikan saran kepadaku namun terlihat seperti memaksakan. Padahal aku sudah bilang kalau aku punya prinsip. Sepertinya dia tidak paham hingga benar - benar aku tegaskan prinsipku itu beda dengannya.

    Apapun dan bagaimanapun jalan hidupku, menjadi tanggung jawabku. :)

    BalasHapus
  2. ehehe memang banyak yang seperti itu, mereka tidak puas dengan hanya memberikan saran atau pendapat, tapi terkesan memaksakan untuk mengambil jalan yang mereka "rasa" benar/nyaman/sesuai". Tapi biarlah, toh hidup adalah pilihan-pilihan yang kita ambil masing-masing.
    Good luck with ur choice and life, ling :)

    BalasHapus