Wednesday, 30 April 2008

Hatiku Berkhianat...

Aku benci saat hati tak mendengar apa kata kepalaku..
Ia beringsut..berbicara sendiri.
Aku tak ingin mendengarkannya
Tapi peperangan ini membuatku mengawang tak pasti
Menyetujui apa alur rasionalitas kepala, atau bisikan hati?
Huff..
Kehilangan kendali atas hatiku, mengancam ketentramanku
Terlintas kata bijak seorang teman..
"Berdamailah dengan hatimu!"

Per:Y.N

Monday, 28 April 2008

Firenze....Menapaki Buah Mimpi-Mimpi

-Dimana impian-impian terlebur..
Sayap-sayap yang terkepak sampai jauh..
dan Airmata buah mimpi-mimpi menetes di Ponte Vecchio-

25 Aprile'08
Hatiku terlonjak menjelang il ponte settimanale, Yup il ponte settimanale tuh libur panjang di akhir minggu. Tre giorni in vacanze..tiga hari libur yakni tgl 25, 26 dan 27 membuat setiap orang mempunyai rencana sendiri-sendiri untuk menikmatinya. Dan aku telah menyusun titik-titik penjelajahan berikutnya di Itali. Yah..impianku melesat menuju Firenze (Florence). Kota lahirnya peradaban, dimana renaissance Italia berawal dari di kota ini. Di kota ini pula lahir seorang seniman ternama bernama Dante Alighieri yang terkenal dengan karya The Divine Comedy yang muncul pada abad ke 14.

hmm kota yang dari dulu ingin kukunjungi, mengingatkanku akan kegilaan kecil saat kuliah S1 dulu yakni mengawali setiap catatan kuliah dengan nama kota yang ingin kukunjungi, dan aku sering menuliskan...
Florence, 22 Aprile 1999
he..he.. kegilaan yang aneh! tapi jangan pernah meremehkan asupan mimpi bawah sadar..ia akan membawamu ke tempat-tempat yang kau impikan!
Florence juga mengingatkanku akan film While You were Sleeping-nya Sandra Bullock yang mempunyai impian ke Florence..and I be there!!

09:45 Stasiun Perugia Fontevegge
huff..kereta menuju Firenze penuh sesak, ternyata banyak orang yang ingin menghabiskan il ponte settimanale di Firenze. Maklu
m saja sih, soalnya memang kota ini merupakan salah satu kota tujuan wisata terkenal di Italia. Aku berangkat dengan 5 orang sahabatku...he..rame!biar seru...Kami terpaksa berdiri karena nggak kebagian kursi huks.. namun setelah melewati Lago Trasimeno kami mendapat tempat duduk di kelas 1..he..he..sebuah kenakalan kecil, karena kami memesan tiket untuk kelas 2..ma va bene!
Sepanjang perjalanan ke Firenze aku melihat kemungkin
an-kemungkinan, bahwa duniaku bukanlah sebuah kotak kecil dimana satu titik di dalamnya harus bertumbukan dengan titik lain di kotak kecil itu..
Tapi satu titik itu mempunyai seribu kemungkinan untuk melintas batas dan bertumbukan dengan titik lain dimanapun...Dan kini, aku tidak takut untuk bertumbukan dengan titik dimanapun!!

Lanskap-lanskap yang indah sepanjang perjalanan kurekam dalam kejapan mata, kumasukan dalam kotak memoriku...
dan suatu hari, akan kucecapi lagi petualangan penuh kejutan dan kemungkinan.


11:30 Stasiun Firenze S.M.N

Aku menjejakkan kakiku di Firenze!! Fina
lmente..akhirnya, sampai juga! sebelum menjelajah, kami mencari ostello (penginapan) untuk menginap semalam di Firenze, Setelah 3 ostelo dimasukin akhirnya dapat juga yang agak ekonomis di Tourist House Via della Scala1. Huff semua ostello semuanya penuh gara-gara liburan panjang itu.
Yuup..kami siap menjelajah!

Dengan berjalan kaki kami mengarahkan langkah ke Centro (pusat kota). Kali ini kami nggak ke tourist information, maklum Q dan Trully sudah pernah kesini, jadi sudah ada guide yang okey lah. Hmm..dasar ce’ kamipun tergoda untuk masuk ke butik-butik yang berjajar menuju ke centro. Lagi diskon! Zara pula! Beh..Widya, Q dan Trully belanja…sedang aku harus menahan hasrat ehehe. Trus kami juga mengubek-ubek semacam pasar yang menjual berbagai macam barang dari kain-kain unik, barang antik, kerajinan, tas atau dompet kulit..hmm tapi hanya sekedar cuci mata.

Jalan ke Centro


Nah..akhirnya nyampe di Centro yang kala itu penuh

sesak dengan turis. Beh..indahnya Firenze..bangunan nan klasik bertebaran disana sini.

Jantung kuto tua ini nampaknya tidak berubah selama berabad-abad. Dalam jarak hanya beberapa blok terdapat beberapa hasil adiseni dunia yang mengagumkan. Kota ini memang kota yang tak tersaingi dalam seni dan arsitektur.

Hmm..kulihat ada patung Davidnya Michaelangelo..arghh tapi untuk mengambil gambar dengan latar belakang patung David, susahnya minta ampun, karena patung yang berwujud lelaki telanjang itu memang favorit para turis. Kemudian kami menuju Galeri Uffizi. Galleri terkenal di Firenze.

Hmm arsitektur kuno yang megah serta fresco

ada dimana-mana..bahkan di depan galeri terlihat beberapa orang pelukis jalanan yang menggambar lukisan..hmm..kota ini memang dipenuhi dengan nuansa eksotisme yang luar biasa. Kayaknya memang kota ini memang penuh dengan seniman-seniman berbakat, bahkan hingga kini. Lihatlah para seniman jalanan yang menuangkan bakatnya luar biasa, melukis di jalan


-Hmm..keren yak;)

Di Uffizi, penuh sesak orang-orang yang tengah mengantri masuk museum, ahh terlalu padat. Membuat kami mengurungkan niat untuk masuk ke dalam Uffizi, selain itu tiket masuknya juga lumayan mahal. Tapi masih dapat kutangkap dengan kameraku patung-patung Dante Aligheri, Michaelangelo dan banyak lagi tokoh-tokoh terkenal lainnya berjajar indah disitu..mengagumkan!
Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Ponte Vecchio- Si Jembatan Tua-..Ah entah, ada rasa yang menggelegak, menderu dalam hatiku. Jembatan nan terkenal itu, yang melintang gagah di atas sungai Arno. Terlintas gambaran panjang penantian dan perjuangan berebut muncul di kepalaku..entah mengapa suasana hati berubah menjadi mellow.
dan untuk pertama kalinya, airmataku menetes di Itali.. di Ponte Vecchio..impianku terlebur bersama jiwa dunia, dan angin mengabarkan akan kekuatan mimpi-mimpi..
Aku telah sampai disini, wahai tempat yang selalu memanggil-manggilku..
Tuhan selalu memberiku petunjuk, pertanda pada setiap jalur-jalur yang kupilih, dan kejutan-kejutan indahnya di setiap tapak

hidupku telah banyak memberikanku pembelajaran. Ada sebuah mozaik yang kutemukan disini..dan semoga di petualangan selanjutnya akan kutemukan potongan-potongan yang lain.
Setelah mengharu biru di Ponte Vecchio, kami berjalan menyusuri jembatan yang kanan kirinya banyak sekali toko-toko, yang terkenal adalah toko emas di sekitar ponte vecchio. Hmm sambil jalan-jalan kamipun beli souvenir. Hee..aku dapet gelang kulit bertuliskan “Firenze”..Mi piace questo! I like that..

Namun sayangnya, yang membuat tidak nyaman tentu saja pengunjung yang terlalu padat hingga setiap spot tempat menarik pasti disesaki pengunjung..ufff nggak nyaman.

Kemudian kami melanjutkan langkah menuju Duomo. Gereja paling megah di firenze. Uff Meravigliosa! Indah..megah dan menyimpan daya magis keanggunan yang tak terlukiskan. Duduk lama menikmati pesonanya, aku kehilangan kata dan kameraku tak sangup untuk menangkap keseluruhan keindahannya. Ah..aku teringat beberapa sahabat yang juga mempunyai impian yang sama.
Ingin bersamanya disini, melihat tempat-tempat yang dulu kita lihat dengan binar mimpi saat melihatnya di ensiklopedi.
Ini tempat yang artikel dan gambar-gambarnya dulu kita fotokopi hitam putih dari ensiklopedi negara dan bangsa..
Tempat itu kini kujejaki...kulihat..dan kuraba dengan tanganku..
Aku selalu ingat..kemanapun penjelajahanku di Itali..kubawa impian-impian kalian bersamaku!


Setelah makan bekal sambil duduk di depan katedral yang gigantis itu, kami berlima..eits berempat, Q pulang ke Perugia setelah dari ponte vecchio. Maklum dia hanya sekedar jalan-jalan selingan aja, secara udah setahunan di di Italia. Lelah berjalan-jalan, dan hari sudah menjelang sore hingga kamipun memutuskan untuk beristirahat di ostello.

Ostello kami menyenangkan, dengan bangunan, furniture dan desain klasik serasa nginep di tempat mana..ahaha…Sewa ostello semalam 30 euro huks..tetep mahal (15 ribu X 30= 450 ribuan), tapi udah untung dapet segitu disaat liburan begini. Mungkin lain kali (kapan ya balik lagi?) nyari youth hostel yang memang merupakan penginapan murah yang ada diseluruh kota besar di dunia.


Bekalku, beli di supermercato terdekat.Jus buah botolan Succo e polpa di albicocca, roti torta coklat Balconi rasa cacao plus cemilan keripik kentang.

Setelah melepas lelah, shalat magrib kamipun berniat menikmati Firenze di waktu malam. Rute jalan-jalan kami hamper sama dengan tadi, cumin ternyata amat berbeda di waktu malam..hmm, selain lebih nyaman karena nggak padat lagi. Laper terasa, kami mampir ke penjual kebab.yap makanan yang pasti enak di lidah dan nggak terlalu mahal (5 euroan). Lalu kami menuju duomo..hmm ada perayaan. Orang-orang berkumpul dan nyanyi bersama-sama..rame n seru banget

Ciao bella..ciao..bella…(salah satu lagu kebangsaan Itali kayaknya)..kami pun larut bersama mereka!

Firenze..Cantik..Indah..meravigliosa!!


Scusami...Kakito!!!


Oggi e..brutto tempo per me... huks...nggak dapet tiket buat nonton derby della Madoninna akhir minggu ini.huaaa Milan Vs Inter... sono molto triste..tiket udah sold out!! yah..gimana lagi...rada merasa bersalah, harusnya udah nyari tiket buat pertandingan itu sejak awal-awal kedatanganku ke Itali...tapi..yup terlenakan keadaan.. Hal-hal baru setiap hari menyapa dengan cepat, menyita energi..menyerap sebagian waktu.. Huks..Scusami..kakito! Pertandingan tinggal tersisa 3 partai, partai kandang melawan inter, tandang melawan Napoli dan pertandingan terakhir partai kandang melawan Udinese.Satu-satunya kesempatan, nonton Milan Vs Udinese di partai terakhir Liga Itali..harus!! kali ini nggak boleh buat kesalahan lagi!!
Ahh...sepertinya harus pergi nonton di luar untuk menyaksikan partai super penting Milan Vs Inter, soalnya di sini stasiun TV nggak nyiarin langsung Lega Calcio..ironis ya..padahal kalo di Indonesia, aku bisa dengan nyaman nonton bola setiap akhir pekan..he..emang orang indonesia sukanya gratisan, sebaliknya di Itali...nggak ada yang gratis, ada ongkos duduk kalo makan di luar, bayar plastik bawaan kalo belanja...Wew..gitu deh...
Buat temen2 yang menitipkan impian ke San Siro...Maaf belum bisa kesana pas derby...tapi pasti tgl 18 Mei'08 akan kubawa impian-impian kalian bersamaku.. Brava Milanisti!!! Harus dapet zona champhions at least!! Kurang 2 poin melewati la Viola...
Kakito, ti aspetto il tuo gol nella partita Milan Vs Inter...Buon Fortuna!!

Wednesday, 23 April 2008

Assisi..Menyelami tabir San Fransiscus






Gubbio and Montefalco...

Venerdi, 18 Aprile'08

Hmm..fa brutto tempo! Cuaca buruk! mendung dan gerimis..padahal sudah masuk musim semi. Tapi tetap tidak menghalangi niatan kami sepulang kuliah untuk berpetualang ke Gubbio. Sebuah kota tua yang bisa ditempuh sekitar 45 menit perjalanan naik mobil dari Perugia. Setiap perjalanan menjelajahi itali adalah sengatan-sengatan rasa saat memandangi tempat-tempat yang selalu memanggilku untuk melihatnya.
Ah..aku teringat andrea hirata dengan edensornya...
Untunglahglah gerimis mereda, dengan modal mengunjungi tempat info wisata Gubbio yang memberikan kami buklet dan peta wisata Gubbio, kami mulai menjelajah. Mulai dari Palazzo Grande, dimana saat itu terlihat wisatawan-wisatawan seperti kami mengagumi pesona bangunan sejarahnya. Daniel, teman kuliahku yang paham benar dengan arsitektur dengan fasihnya menerangkan perbedaan arsitektur bangunan yang kami lihat. Hmm..interessante! Menarik! saat ia menerangkan perbedaan gaya gotik dan gaya romano.
kemudian kami mengunjugi Museum Diocesano, dengan tiket masuk 2,5e (untuk mahasiswa)..hmm..memang tidak bisa dilewatkan. berbagai kisah-kisah bersejarah dan lukisan-lukisan kuno melintas di depan mata. Setelah puas berkeliling, kami meneruskan penjelajahan kami ke Palazzo Ducale, dan ke Roman Theather. Wah, roman theather seperti colosseum mini..walaupun belum sempat ke Roma untuk jalan-jalan tapi liat roman thather seperti aku dapat membayangkan kemegahan colloseum. Dan saat temanku yang dari jepang mengatakan
" Buon Giorno, Principessa..hmmm
Ah, Itali...apa yang tidak indah disini he..he..
Setelah mampir minum kopi disebuah pizzeria di tengah taman, kami meneruskan perjalanan ke montefalco. Montefalco sering dikenal dengan la citta di Vino e olive.."Kota anggur dan minyak olive" yup, karena di daerah ini memang terkenal dengan produksi wine dan olive oilnya. Kota ini terletak di pengunungan, dari Gubbio sekitar 30 menit perjalanan. Lanskap yang menakjubkan di sepanjang jalan membuat perjalanan terasa singkat. Montefalco memang sebuah kota kecil yang jarang dikunjuangi wisatawan, tapi tetap saja menawan. Dengan hijaunya hamparan pepohonan dan kastil-kastil tua yang menyimpan kenangan, montefalco menangkup keduanya dengan sempurna. Kami berkeliling di daerah centro, melihat-lihat palazzo dan naik ke tempat tertinggi untuk melihat umbria(daerah perugia, Gubbio dan sekitarnya) dari atas. Angin menghilangkan rasa penat seusai berkeliling, dan setumpuk kenangan serta penggalan rasa dari perjalanan ini membuatku pulang dengan berbinar.
Baru sore harinya kami pulang ke Perugia, Ah.."pulang"..yap, aku merasa pulang ke Perugia!!




Tuesday, 22 April 2008

Buon Compleanno, Mio Kakito!!


22 Aprile 00.30-Piazza Danti 21, Perugia

Buon Compleanno, mio Kakito! Complimenti e Auguri

Ascolta il tuo cuore...





" ASCOLTA IL TUO CUORE...

ESSO CONOSCE TUTTE LE COSE"


Dengarkanlah kata hatimu, dia tahu segalanya..begitulah kira-kira sari pati yang diungkapkan Paolo Coelho dengan karya The Alkemist-nya. Tuhan telah menyiapkan jalan yang mesti dilalui masing-masing orang, kita tinggal membaca pertanda-pertanda yang ditinggalkanNya. Begitupun dengan kali ini, saat aku mencari dengan terus menanyakan pada hati, apa yang kucari dengan berpetualang sejauh ini?
Dan alkemist menjawabnya dengan meninggalkan banyak kata "aha" penuh pemahaman pada akhirnya. Aku, ingin tetap seperti Santiago si gembala itu yang terus mendengar kata hatinya, mempunyai keberanian dan keteguhan untuk mewujudkan impian-impiannya. Dan kini, aku di sini, di tempat yang selalu memanggil-manggilku sejak bertahun-tahun lalu. Dengan banyak pembelajaran di sepanjang jalan, aku percaya bahwa setiap detik pencarian adalah pertemuan dengan Tuhan. Dalam perjalanan mewujudkan mimpi inilah aku belajar berjalan ke dalam diri, hingga aku tahu seberapa jauh aku mengenal kehidupan.
Aku bertanya, dan jawaban-jawaban itu akan kutemukan dengan caraNya yang menakjubkan. Aku lebih meneguhkan jalanku di jalan islam saat beberapa minggu ini entah berapa puluh gereja kumasuki, hatiku tergetar mendengar merdunya jawab salam dari penjual kebab Lebanon, merindukan suara adzan saat kini tiap jam kudengar lonceng gereja. Kumencari esensi keislamanku saat bertukar pandangan dengan seorang pastur saat rehat pelajaran di kelas.
Setiap jawaban yang kutemukan adalah langkah-langkah dari perjalananku ke dalam diri. Aku ingin hidup dengan saripati hidup...bukan hanya hidup yang mengalir tanpa esensi.
Kini, aku bisa tersenyum untuk mengerti apa yang kucari dengan petualangan sejauh ini...
dan ingin selalu mendengarkan hatiku bicara, sebab hati berasal dari jiwa dunia.....


Vietato Innamorare...

Aku ingin melihat apa yang dia lihat di balik kacamatanya..
Dunia antah berantah yang tak tersetuhkah?
Apa ia punya syaraf rasa, yang getarnya dikenali oleh hati?
Atau memang ruang itu hanya untuk Tuhan-Nya
Aku tergerak bertanya..
Apa yang meneguhkan hati untuk berjalan lurus di rumah Tuhan-Nya
Ah, con lui..vietato innamorare..

-Pallazo Gallenga, aulaVII,21 aprile'08-

Thursday, 17 April 2008

Pencarianku........



-Kita tidak boleh berhenti menjelajah. Dan akhir dari penjelajahan kita adalah untuk tiba dimana kita memulai dan untuk menyadari tempat tersebut untuk pertama kalinya-

T.S Elliot

Langkahku dalam menjelajah mencari jawaban telah membawaku ke tempat-tempat yang jauh. Mempercayai energi dari ekstrapolasi mimpi mimpi, dengan berpeluh mencoba melihat setiap pertanda yang di berikan Tuhan. Namun setelah ada di tempat dimana ia selalu memanggil manggilku...aku diterpa kehampaan pada awalnya.

Kepala terasa beku karena sesampainya ke tempat yang selama ini menjadi pusat mimpi, aku merasa kosong. Merasa jauh dari apa yang selama ini kucari...aku melangkah di tempat, dan beberapa lama tak jua mengerti jawabanMu. Hatiku bertanya, apa yang kucari dengan menjelajah dan berkelana sampai sejauh ini..dengan berpeluh, airmata, merasa dunia terbalik dan pernah merasa ditenggelamkan dunia. Apa harta karun yang tersembunyi di balik ini...???
Aku tidak menemukan jawaban..kuruntut semua peristiwa, menyibak semua pertanda. Tapi aku yakin akan menemukan jawaban bila aku terus mencarinya. Kini, dibenturkan dengan sebuah lingkungan, bahasa, kultur dan nilai hidup yang sama sekali berbeda membuatku mengalami sentilan sentilan hati. Aku masih mencoba untuk terus belajar mengenali tapak tapakMu, dimana aku harus mengerti tentang apa yang ingin Engkau sampaikan.
Disini, Perugia...kutambatkan pertanyaan dan aku terus menapaki pembelajaran ke dalam diri. Bila memang tidak ada kejadian yang kebetulan, aku yakin akan menemukan makna, jawaban dan kejutan Tuhan.


















Wednesday, 16 April 2008

Di Balik Jendela Kastil itu...


-11 Aprile'08- 00:29.Piazza IV Novembre

Awalnya ajakan roomateku untuk keluar rumah kutanggapi dengan enggan, udara di luar pasti sanggup membuatku beku. Tapi dengan antusias dia mengatakan " Ayo, kamu harus melihat kehidupan Perugia saat friday night" matanya bersinar-sinar seperti ingin menunjukkan dunia baru padaku. Akhirnya dengan sweater tebal, dan lengkap dengan sarung tangan aku keluar bersama 2 orang temanku. Wah, ternyata di balik pintu keluar rumahku terlihat dunia baru, dunia mereka yang selama ini jauh dari bingkai kehidupanku. Orang penuh sesak di piazza IV Novembre, duduk-duduk di Duomo, atau berkeliling disekitar fontana maggiore. Kami dengan susah payah melewati meraka yang tengak asyik dipeluk hedonisme. Mataku melihat kehidupan yang sama sekali lain, pikiranku dipaksa meruntuti dan mengerti bagaimana mereka memandang hidup, hatiku tiba-tiba mengarahkanku melihat jendela-jendela tinggi di piazza IV Novembre dimana aku yakin di sana Gregorio Park sedang berkutat dengan buku-buku teologinya.

Sebuah kontradiksi kontras di tempat yang sama. hanya di luar jendelanya.

Adakah pelajaran-pelajaran keTuhanan yang diterimanya telah mampu melihat dan memandang hidup bukan semata pelayanan bagi orang-orang yang telah melihat Tuhan pada setiap jejak langkahnya...

Semoga pemahamannya telah cukup dalam untuk mengerti dengan hati ada banyak dunia yang saling berkontadiksi...

Dia, mungkin masih sama denganku...yang tengah belajar melihat hidup yang berwarna. Bukan untuk mengubah nilai yang telah diyakini, namun warna itulah yang memberikan pencerahan dalam memaknai hidup.

Tuesday, 15 April 2008

Perugia..la bella citta..


Perugia masih dingin, walaupun musim semi datang mengganti bekunya musim dingin. Angin perbukitan yang kencang, kadang menyurutkan langkah saat mendaki jalan-jalannya yang terjal. Tapi, Perugia..masih tetap saja menyimpan pesona, gabungan bangunan kuno yang dibiarkan menyimpan kisahnya, pohon-pohon kering sepanjang jalan, dan bunga-bunga yang mulai bersemi. Dan di bawah sana, nampak kastil-kastil berdiri kokoh di antara pepohonan hijau, angin bertiup kencang, menyampaikan salam mimpi-mimpi. Dia berkata- Kurasakan energi yang tersimpan dari jiwamu, dengan penuh keteguhan hati membawamu kemari. Sudah kuleburkan mimpi-mimpimu yang membawamu ke tempat yang jauh, dan kusampaikan pada seisi jagat raya yang telah bersatu padu mewujudkan mimpi-mimpimu.
Jauh langkah kaki memperturutkan kata hati, seguire che mio cuore ha detto..
Dan aku..ingin seperti Santiago di alkemist yang terus berani berjuang mewujudkan impian-impiannya