Thursday, 29 May 2008

Hmm..Coffee Maker..Grazie!

Hmm...secangkir kopi susu hangat membantuku mengumpulkan energi saat harus pagi-pagi berangkat kuliah ke Gallenga. Brrr..apalagi saat pertama kali datang pada awal April yang lalu, saat temperatur masih di kisaran 12 derajat. Bangun pagi merupakan hal tersulit dilakukan di
Itali, bila di Indonesia biasa bangun jam 5 atau 5.30 disini..brrrr bangun jam 7 udah termasuk bangun pagi-pagi banget (subuhan disini jam 7.30an bo!). Makanya secangkir kopi hangat akan membantuku mengumpulkan jiwa yang belum menyatu dengan raga hehe.
Dan bagi penikmat kopi..hmm, kopi itali memang terkenal yummy. Dan yang lebih spesial adalah ada yang namanya coffee maker. Beneran, ini yang membuat kopi jauh..jauh..lebih enak. Dulu di indo, bisa buat kopi tubruk atau coffemix yang biasa ada tuh di supermarket dan menikmatinya bila harus begadang ada ujian, atau sebagai teman setiaku saat berkutat dengan komputerku sampai malam. Tapi, setelah mengenal coffee maker itali ini hmm..aku tambah ketagihan. Rasanya yang mantap dan kental benar-benar mampu menggugah semangat deh!

Pertama kali melihat coffee maker khas itali ini pas ada international day di UGM, dan dosenku Signora Laura Romano membuat kopi dengan coffee maker italianya, dan langsung terpesona dengan kemantapan rasa kopi yang dihasilkannya. Dan kini, tiap pagi..(nggak cuman pagi hehe..), siap-siap membuat kopi dengan coffee maker ini. eit Ternyata ada cerita di balik alat ini, seperti yang dipublikasikan oleh Prof. Jeffrey T. Schnapp dalam "The Romance of Caffeine and Aluminum”. Kafein dan alumunium merupakan dua material yang merupakan simbol dari era modernisitas yaitu kecepatan, mobilitas, kekuatan, energi dan elektrisitas. Penggabungan dari dua simbolitas tersebut merupakan gaya hidup baru yang dicari oleh peradaban manusia. Kopi dan alumunium ditemukan pada awal pertengahan abad 19 dan, paham fasis membuat alumunium menjadi logam nasional di Itali pada tahun 1930, dan membawa kedua material ini menjadi satu kesatuan yang mempengaruhi hampir semua rumah di Itali!! ya iyalah..hampir setiap rumah di Itali punya coffee maker. gli italiani alias orang itali memang penggemar berat kopi (kayaknya jarang banget tuh minum teh-kalo mereka minum teh tandanya mereka sedang sakit perut kekekek.). Kayaknya mereka (dan aku juga...) harus berterima kasih pada Alfonso Bialetti yang pada tahun 1993 membuat Alumunium Stovestop coffe maker untuk pertama kalinya. Dan alat ini yang dinamai The Moka Express sekarang ini bisa ditemukan di 90%rumah di Itali.

Alat ini punya tiga bagian, bagian dasar dimana disitu kita harus mengisinya dengan air sampai hampir penuh, kemudian bagian kedua adalah tempat kopi dimasukkan sampai penuh, dan bagian terakhir adalah yang paling atas, tempat air yang kita masukkan di bagian bawah yang setelah mendidih akan naik ke atas menjadi sari kopi yang siap disajikan. Hmm...aku dan teman indonesiaku biasanya menikmatinya dengan ditambah gula dan susu..dijamin tambah mantap. Tapi kebanyakan orang itali, seperti halnya dua orang teman rumahku dari Milan dan Sicilia yang bisanya menikmatinya bener-bener cuman kopi-kopi aja..weeeew..
Hmm..harus siap-siap beli alat bikian Bialletti ini menjelang kepulanganku akhir bulan depan, ingin tetap menikmati spesialitas rasanya walaupun sudah di Indonesia..alih-alih..sebagai pengobat rindu hehehe...





Menikah????


Setengah tak percaya membaca e-mail dari seorang sahabat dekatku di Indonesia. She will get married soon!!bling..bling..bling..! Bagaimana tidak kaget?seingatku belum genap sebulan dia crita dikenalin sama si calonnya itu dan deng..deng..deng... tiba-tiba saja dia memutuskan untuk menikah!!


hmm begitu sederhanakah? ataukah aku yang terlalu rumit?


Menikah adalah sebuah langkah besar dalam hidup, seperti memasukkan orang lain dalam kehidupan kita. Pernikahan laiknya sebuah pertemuan dua karakter yang ditumbuhkan dengan nilai, pandangan hidup dan karakter yang berbeda.eit..bukan berarti pasangan kita harus orang yang mempunyai kesamaan karakter, nilai, dan personalitas yang sama..bukan..bukan itu..bukankah perbedaan membuat sesuatu menjadi lebih indah?dan setiap orang pun tau bahwa tak seorangpun di dunia ini yang sempurna, Nobody's perfect..yup i know..


Menikah merupakan suatu langkah mengambil resiko untuk menerima seseorang dengan paket utuh baik kekurangan dan kelebihannya. yah..boleh dibilang penyatuan dua kepala..tidak mudah memang,,dan cinta adalah jembatan untuk menghubungkan satu hati dengan hati yang lainnya. Cinta tetap saja merupakan kekuatan besar untuk mentoleransi perbedaan, baik pandangan atau nilai hidup dari pasangan kita. Jadi tetap perlu pengenalan pribadi masing-masing sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. "I'm getting old..nanti lama-lama aku jadi pengikut feminis..apalagi yang kucari dan kunanti? begitu ujarnya, saat kutanya mengapa begitu cepat memutuskan untuk menikah.

Teringat istilah seorang sahabat menyebut pernikahan merupakan taking risk behavior (teringat istilahmu, mba aniek), yah mengambil resiko. Bahkan hubungan dengan perkenalan yang cukup lama tidak menjamin bahwa seorang pribadi telah mengenal betul pribadi lainnya. Tapi cinta adalah jembatan yang menghubungkan satu hati dengan hati lainnya, ia akan mentoleransi perbedaan. Karena cinta adalah memberi, bukan menuntut. Kata kerja aktif bernama cinta yang memberikan kasih tanpa menuntut apapun, ia bebas tanpa berharap. Karena tatkala "memberi kasih" pada saat yang sama pula ia menerima, dan begitulah cinta. at least begitu versiku-karena bila telah ada kata menuntut dalam cinta (dia harus mengertiku, dia harus begini..begitu..hmm..non e vero!).

Namun cinta ternyata tidak cukup dengan menaruhkan hati, tapi juga membuat kepala mensetujui apa pilihan hati. Seringkali kepala berpikir hati telah berkhianat karena menjatuhkan pilihan pada orang yang salah. Kadang pula hati yang tengah berbunga enggan mendengar apa kata kepala. Tapi akan ada waktu dimana hati dan kepala berdamai. Cinta adalah kolaborasi indah antara hati dan kepala.


" Aku mencintaimu karena seisi jagat raya ini bekerja sama membantuku menemukanmu" begitu kata the alkemist. Aku merinding saat pertama kali membacanya, kalimat yang sederhana namun membekaskan makna yang mendalam.


Ah, aku teringat pertanyaan seorang sahabat dalam percakapan panjang lewat telpon


" Yu, bila ada seseorang laki-laki baik baik serius melamarmu, dan kamu harus memberikan jawaban dalam waktu 3 hari, gimana yu?


Kujawab " Nggak, tentu saja tidak akan kuterima, berarti dia tidak mencintaiku!" (gila..kenal lama aja pikir-pikir apalagi datang tiba-tiba begitu...kayak beli kucing dalam karung). Karena bagiku, menikah merupakan konstruksi bangunan jangka panjang, penyatuan dua keluarga, dua budaya dan pentoleransian nilai-nilai yang telah lama dipegang oleh masing-masing. Dan tahu misi hidup dan impian pribadi lainnya


"Cinta tidak pernah menghalangi orang mengejar takdir dan impiannya. Bila seseorang melepas impiannya itu..cintanya bukan cinta sejati, bukan cinta yang berbicara bahasa dunia- begitu penggalan kutipan dari the alkemis yang kugaris bawahi di buku.


Aku juga mendengar ada model pernikahan kilat lewat ustad hmmm lupa istilahnya apa. Tapi rasionalitasku belum bisa mencerna dan menerima metode seperti itu (hmm..setelah pulang, mo baca bukumu pak, yang baru terbit itu...mungkin pandanganku akan berubah hehe..)

Keputusan untuk menikah, tidak menikah, atau belum menikah adalah integritas penuh pribadi seorang manusia. Setiap orang tahu pasti apa yang diinginkannya, dan bukan hal yang seharusnya bila kita menjatuhkan pilihan karena tekanan-tekanan dari luar. Kita 100% mempunyai hak penuh atas pilihan-pilihan hidup kita. Memang kita tidak pernah bisa mengendalikan stimulus dari luar (sikap dan tindakan orang lain, pandangan masyarakat, lingkungan, budaya), tapi kita bisa mengendalikan dan memilih atas semua respon pada setiap stimulus yang datang.

Hidup adalah pilihan, mengambil keputusan adalah suatu permulaan. Saat orang mengambil keputusan, berarti dia menceburkan diri dalam arus deras yang akan membawanya ke tempat-tempat yang tidak pernah dibayangkan ketika dia pertama kali mengambil keputusan tersebut. Yup, tapi begitulah seninya hidup!!

Ah sahabat, semoga engkau mengambil keputusan yang tepat.

Pak, kasian tu ustad direpotkan dengan para akhwat yang ingin melamarmu..makanya segeralah menjatuhkan pilihan hehe..


= kebayang komentar the gank bila membaca tulisanku, pasti mereka berebut menyeletuk " Mbah, kebanyakan teori!! sembuhin dulu tuh "penyakit" lama!, katanya kalo balik dari Itali mo sembuh" hehehe..sembuh??tambah parah iya hehe..huuu kangen semuanya.... mi mancano tutti i miei amici!!=





Wednesday, 28 May 2008

Tips Jalan-jalan di Itali


sebenarnya aku belum terlalu pantes untuk kasih saran or tips-tips buat jalan di Itali. Tapi berdasarkan pengalaman menjelajah ke beberapa kota, bolehlah aku menuliskan beberapa tips yang mungkin berguna buat yang mau jalan-jalan dengan budget cekak hehehe...


1. Pertama, pilih transportasi apa yang bakal dipakai. Di Itali, ada banyak pilihan, mo pake pesawat (huuu..mahal, tapi ada yang murah kok, temenku ke paris pake Ryan Air bolak balik cuma 45 euro. see at http://www.ryanair.com/. tapi harus setauku booking n bayarnya pake kartu kredit). Atau ada boleh coba airitaly kayaknya tarifnya juga miring check di http://www.airitaly.it/. Trus pilihan yang biasanya kupilih adalah naik kereta, lebih murah dan cukup nyaman. Sebelumnya check dulu mau pake jenis kereta apa, ada regionale, intercity, eurostar. lihat di http://www.trenitalia.com/ , disitu kita bisa milih jadwal perjalanan, mau pake kereta jenis apa (kalo budget mepet pilihlah selalu kereta regionale karena paling murah). Di situs itu kita bisa memilih rute perjalanan, melihat harus transit di kota mana, atau harus atau tidak ganti kereta serta yang paling penting adalah chech harga!!! hehehe..pilihlah rute dengan kemungkinan harga terendah. Selain kereta, bisa memilih naik bis antar kota. di daerah provinsi umbria ada bis Sulga (http://www.sulga.it/), dan di toscana ada bis Sena (http://www.sena.it/). Biasanya ada tarif yang sangat menggiurkan bila booking lewat internet dengan kartu kredit. terakhir, tipsnya berteman baiklah dengan sahabat yang punya mobil hehehe azas manfaat banget..yipiiie kayak pas ke Gubbio dan Montefalco, selain sangat nyaman dan enak..dijamin gratis!!

2. Penginapan
Ini penting bila perjalanan jauh, dan mengharuskan kita untuk menginap. Buat kantong mahasiswa yang menggantungkan hidup dari beasiswa..huu ini perkara rumit dalam merencanakan budget perjalanan. Kecuali ada yang mo backpacker sejati yang nginep di stasiun ato di taman-taman kota (sangat tidak dianjurkan untuk perempuan, molto pericoloso alias sangat berbahaya!). Mendingan carilah informasi youth hostel di kota setempat. Youth hostel ada setiap kota-kota besar di dunia (kayaknya di indonesia juga ada..hmm mungkin cuma di bali hehe), kalo di itali hampir semua kota besar terdapat youth hostel. check informasinya di http://www.hihostel.com/ untuk youth hostel internasional, atau klik di http://www.ostellionline.org/ untuk youth hostel khusus di italia. Lebih baik lagi kalo jadi hostelling international member, tarifnya akan lain (cuman ternyata harus 6 kali nginep baru diakui jadi anggota penuh huks..huks..sebelum enam kali menginap tarifnya masih sama dengan yang bukan member). tapi walapun begitu tarif yang dikenakan youth hostel jauh lebih murah dibandingkan bila kita menginap di hotel. Biasanya sekamar ada beberapa bed, dan ada locker khusus untuk setiap penghuni, maksimal menginap 3 hari dan diharuskan check out dari hostel jam 10 pagi. Harga termasuk sarapan (walaupun sarapan ala penjara..tapi cukup mengganjal perut kok.roti keras, butter, mille, jus jeruk yang super encer, kopi yang nggak kentel hehehe). Trus ada satu wadah yang menarik untuk dicoba, jadi anggota http://www.coachsurfing.com/ menurut crita siy kita bisa nginep gratis di rumah orang yang jadi anggota situs itu yang tinggal di kota yang kita kunjungi. Wew..sepertinya menarik untuk dicoba!

3. Makanan

Nah ini urusan perut nggak boleh disepelekan. Biasanya makanan-makanan di itali harganya mahal amit (dan buat lidah jawaku, nggak pas kekekek). Paling adanya cuma Pizzeria, jangan bayangin kayak di indo yang begitu keluar ada warung bakmi tektek, bakso hmmm..Makanya bawa bekal dari rumah, biskuit yang mengenyangkan, buah (ckck jadi nggak rif bawa 6 apel ke Paris? thanks buat apelnya pas di venezia). Atau bila tinggal lumayan agak lama 2-3 hari mending belanja di supermercato dan pilih makanan-makanan yang mudah dimasak atau siap santap. Pilihan lain adalah McDonald!! yei.. tapi jangan berharap ada nasi panas dengan ayam tepungnya yang menggugah selera, paling ada kentang dan nudget..tapi lumayan mengenyangkan. Kebab juga pilihan menarik untuk dicoba, dijamin halal dan mengenyangkan, sayangnya tidak disetiap kota kebab gampang ditemukan.

4. Tourist information

Datanglah ke tourist information di kota yang kita kunjungin. Biasanya di situ tersedia buklet informasi tempat-tempat wisata ataupun peta. Kadang ada yang gratis, tapi kebanyakan bayar huks.

5. Informasi lapangan

Cari informasi tentang kota yang mau kita kunjungi via internet. Biasanya setiap kota punya sistem transportasi sendiri (Perugia pake pullman dan minimetro-hmm turis asli itali aja gumum pas pertama naik minimetro yang mirip mainan di Dufan-), di Milan dengan sistem metropolitana dengan beberapa jalurnya (huks pernah kena calo tiket metropolitana..hati-hati milan agak tidak ramah), di venezia dengan sistem vaporettinya dengan kartu ACTV card. Dan jangan lupa tempat-tempat yang MUST TO SEE di kota itu harus masuk list perjalanan.

6. Atur waktu

Usahakan pergi pagi-pagi dan atur waktu untuk masing-masing lokasi kunjungan. jangan molor, nanti bnayak list yang tidak bisa tercapai.Be on time..ketinggalan jadwal kereta yang udah kita tetapkan bisa runyam urusan.

7. Jangan pergi ke kota besar di il ponte settimanale

Nah, ini siy tergantung pribadi masing-masing, mo jalan-jalan liat lokasi wisata atau mo liat -liat pengunjungnya hehe. Soalnya di il ponte settimanale (kalo istilahnya di indo tuh liburan hari kecepit)dijamin kalo di kota-kota besar penuh sesak dengan pengunjung, jadi nggak nyaman untuk jalan-jalan (pengalaman di firenze saat di ponte settimale nggak nyaman banget, di semua tempat kayak pasar).

8. Nawar oleh-oleh

Dulu dosen bahasa italiku di UGM Sigr.Laura Romano wanti-wanti, kalo di Itali tuh nggak ada istilah tawar menawar kayak di indo. Tapi...teteeep nawar disini! (asal jangan nawar pas beli di supermarket..tu namanya kebangetan ^_^). Berdasar pengalaman, pas mau beli oleh-oleh..iseng-iseng nawar eh, dikasih. Syal inceranku di Pisa bisa kebeli 4 euro (Quattro per favore..hehe tawarku dengan wajah memelas) eit dikasih lho..biasanya si penjual akan lebih terkesan kalo kita bisa bahasa itali, yup pasti dikasih diskon deh. Miniatur gondola yang kita beli rombonganpun bisa dikasih diskon (ssstt silenzio!! non dire a mio frattello..sssst diem, jangan bilang-bilang abangku ya-hehe si mas-mas ganteng itru berujar sambil membungkus 3 miniatur gondola kami. Demikian pula pas mo naik gondola, pokoknya nawar...nawar!. Bawalah budaya indo yang suka nawar..emang orang indo demen yang murah-murah ya....

Gitu deh sedikit tips jalan-jalan di itali. Maaf kalo kurang lengkap, secara baru sedikit kota-kota yang kujelajahi. Silahkan kalo ada yang mau menambahkan posting di comment.

Ok. Buon Viaggio!!

Tuesday, 27 May 2008

PERSETERUAN MILANISTI VS INTERISTI


Bola di Italia adalah agama!! yup..melecehkan klub kebanggaan mereka sama saja seperti menghina harkat martabat meraka. Dulu, tidak pernah terpikir akan sekental itu irama persaingan antara para tifosi sepakbola. tapi setelah mengalami sendiri kejadian di Milano, 18 Mei lalu..hmm..italia..benar-benar negrinya bola. Sepulang meleburkan mimpi-mimpi di San siro dan dikepalaku masih tergantung pertanyaan "Kapan ya bisa kesini lagi", tiba-tiba tatkala kami tengah melangkah menuju fermata metropolitana QT8 menuju Duomo Milano,kami dikejutkan suara klakson mobil yang menderu..tleet..tleeet..sangat mengganggu!! dan saat kumencari sumber suaranya..argghh ternyata para tifosi interisti yang tengah merayakan gelar scudetto yang baru saja direngkuhnya...Ah, aku lupa kalau bila Inter menang di pertandingan terakhir ini, maka inter bakal jadi Campione di italia (but honestly...mendingan roma yang jadi scudetto!!-blep ini perseteruan abadi interisti vs milanisti"). Jadi ramailah di jalan-jalan mobil-mobil yang berpawai kemenangan. Dan parahnya..kami salah kostum!! Bukan salah kostum siy, secara kami baru saja nonton perrtandingan Milan vs Udinese, maka laik halnya kalo kita berkostum lengkap merah hitam ala tifosi rossonero yang lain.Tapi..dijalan-jalan, hmm berpuluh-puluh interisti memandang kami dengan pandangan mengejek.dan bukan itu saja, keluarnya kata-kata kotor dan hinaan pada kami, para milanisti. "Congratulazione, Milan entra nel UEFA!" huks menyakitkan..ejekan yang pedas. Yup, sementara Inter merayakan keberhasilannya menjadi scudetto, Milan walaupun menang di partai terakhir tetap saja harus berbesar hati dengan hanya bisa masuk zona UEFA karena hanya berhasil menempati posisi kelima sampai akhir musim. Dan hal itu merupakan kesenangan yang luar biasa bagi para pendukung inter alias Interisti.


Kami akhirnya sampai fermata QT8, dan sesuai rencana kami menuju Duomo milan. Demi keamanan temanku menyarankan untuk melepas atribut milan, yup..dari pada tiba-tiba dipukul nggak jelas..tapi jilbab merah dan kaus merah yang kukenakan (walaupun nggak bertuliskan AC Milan) tetap saja menarik perhatian. Seperti tergambar peraturan tak tertulis di hari itu "DILARANG MEMAKAI BAJU MERAH".arggh lumayan gondok juga, dan metropolina telah penuh sesak dengan para interisti yang bergerombol, menyanyi keras-keras dengan kaki yang dihentak-hentak.kan ke dasar kereta..riuh rendah..ribuut banget. Keluarlah kata-kata cemoohan bagi milan. huks..aku sakit hati..(huuh sabar..).


Dan yang lebih tidak menyenangkan lagi, ternyata metropolitana tidak berhenti di Duomo karena berbahaya, demikian pengumuman yang terdengar di metropolitana..ah, aku baru sadar. Pastinya beribu-ribu interisti bakal menyesaki duomo Milan sampai malam untuk menggelar pesta besar-besaran..uffhhh "nggak jadi jalan-jalan deh".


Jadinya kami memutuskan untuk kembali ke youth hostel pierro rotta di via salmoraghi, dan di metropolitana masih saja interisti hilir mudik beryel-yel tak kenal lelah. Ah, akhirnya aku dan temanku dapat tempat duduk, di sebelah kiriku ada bapak-bapak separuh baya dengan kaus inter..hmm..pasti salah satu interisti. Bapak itu bergumam tidak jelas, kemudian menyapa kami, pasti menilik baju kami yang merah-merah dan kantung belanjaan yang berisi syal dan pernak-pernak milan menyembul di permukaan. Akhirnya aku berucap "Complimenti..", aku mengucapkan selamat dengan tulus..kupikir tadinya, bapak ini tifosi inter yang nggak fanatik banget. Kemudian bapak itu tersenyum kecil.."complimenti anche per Milan che entra nel UEFA!"bla..bla..baru kusadari setelah bapak itu tertawa mengejek. Argghh..perche? kenapa..udah baik-baik ngucapin selamat kok balesannya nggak enak. Tapi sudahlah..mungkin aneh bagi mereka untuk saling berbaikan.


Yah, benar..seperti yang kulihat di beberapa tulisan yang tertera di syal milan. Tadinya aku nggak nggeh saat membaca "IO NON HO CUGINO" (Aku tidak punya Sepupu), atau "ODDIO MIO CUGINO (aku benci sepupuku)"hmm..ternyata yang dimaksud CUGINO adalah INTER!!!Ahhh..ya..baru ngerti. Ternyata klub yang didirikan tahun 1899 oleh Alfred Edward, seorang ekspatriat inggris ini memang punya sejarah perseteruan panjang dengan tim sekotanya, Internazionale alias Inter. Milan pada awalnya didukung oleh kaum pekerja dan kelas buruh di Milan (umumnya merupakan para pendatang dari daerah Italia selatan), sementara Inter lebih didukung orang-orang kaya. Meskipun begitu, belakangan ini basis pendukung telah banyak berubah. Milan sekarang dikuasai oleh raja media dan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, sementara Inter dimiliki pebisnis garis tengah-kiri, Massimo Moratti. Namun begitu, basis pendukung Milan mayoritas berhaluan politik sayap kiri, berseberangan dengan Inter yang didominasi oleh pendukung yang secara tradisional berhaluan sayap kanan. Grup pendukung (ultras) yang terkenal dari Milan adalah Fossa Dei Leoni yang beraliran ekstrim kiri, dan Brigate Rossoneri yang beraliran ekstrim kanan. Yup, karena perseteruan yang tak berpenghujung ini, aroma persaingan amat kental terasa di kota mode ini. Jadi, hati-hatilah bila datang ke Milan buat nonton derby della Madonnina (Inter vs Milan), dijamin bakal sport jantung, apakah bakal terjadi kerusuhan atau tidak.

Yang jelas pengalaman tidak mengenakan di Milan, membuatku merasakan sendiri atmosfer persepakbolaan yang begitu kental di Italia...

Tetep Forza Milan!! musim depan harus jagoan lagi!!!

Friday, 23 May 2008

Venezia..La Serenissima citta

Sabato, 17 Maggio'08
" Bu..bu..kita udah lewat stasiun mestre.." tiba-tiba tubuhku diguncang-guncang teman seperjalananku. Upps.. padahal aku tengah dibuai mimpi..aku mengerjap-ngerjapkan mata, jiwaku belum terkumpul benar. Ughh..badanku terasa begitu penat, perjalanan dari Terontola naik intercity menuju Venezia lumayan panjang, namun baru menjelang pagi aku bisa tertidur. Hah..Mestre? jangan-jangan kami kelewatan stasiun. Aku buru-buru membuka buku perjalananku..hmm harusnya kami turun di stasiun Venezia Santa Lucia. Ah...untung ibu-ibu yang seruangan dengan kami menjelaskan kalo stasiun venezia santa lucia, adalah pemberhentian berikutnya..ah..lega. hmm tapi masih terpikir mimpi yang terpotong tadi, aku tersenyum kecil.."hmm lui..sempre cosi..!"
Ah, lewat jendela terlihat kerlap kerlip lampu di tengah-rengah kanal air, kota Venezia menjelang pagi..nampak tenang, indah, anggun. Sebuah pemandangan yang menyejukkan mata dan yang pasti akan membekas di hati.
05.20 Sta.Venezia Santa Lucia.

-Di depan Sta. Venezia Santa Lucia-

Hawa dingin menyeruak menyambut kami saat kereta intercity tiba di sta.Santa Lucia. kurapatkan jaket dan syalku..brrr dingiin. Ah..tapi diseberang sana kerlap kerlip lampu menjelang pagi di tengah-tengah grand kanal langsung mempesonakan pandangan kami. Yipiiie kami benar-benar telah menjejakkan kaki di Venezia, the land of my dream. Tak sabar rasanya ingin menjelajahi kota ini dan melihat sendiri pesona kota yang selama ini membayangi pikiranku dengan karisma eksotismenya yang menawan. Sambil menunggu pagi kami sarapan biskuit bekal perjalanan di scalettina depan stasiun (huks..kasian banget ya..kangen deh makanan indo!!), nampak gondola-gondola terpaut di kayu-kayu penggait.Hmm...gondola itu, bisa nggak ya menaikinya nanti???

08.00. Vaporetti menuju Pulau Lido
Di setiap perjalanan pasti menyisakan pembelajaran, begitu juga kali ini. Tanpa dinyana dua orang ibu memberikan kami 2 tiket vaporetti (bis air khas venezia) senilai 21 euro weeew..ibu itu harus meninggalkan venezia lebih cepat dari rencana mereka, jadi mereka memberikan kami tiket tersebut. Hmm 21 euro e tanto!!lumayan bgt buat kami...yipiie dan dengan tiket ACTV travel 36 jam itu kami bisa berkeliling venezia gratis!.
Lalu terpikir di kepalaku..hmm aku ingin juga melakukan hal-hal seperti itu saat aku sudah merasa berlebih! eitt...tiba-tiba sedetik kemudian kepalaku berkata "trus kapan kamu merasa berlebih"ups..salah..yah manusia, kalo mo nunggu sampai merasa berlebih...kapan?nunggu sampai mati?" begitulah..ingin melakukan hal-hal tak bernama pada orang-orang yang bahkan tak kita kenal namanya. Jadilah kami menuju pulau lido, menyusuri kanal-kanal venezia yang di kanan kirinya terlihat bangunan-bangunan dengan arsitektur yang menawan. Venezia..la piu bella citta nel mondo!..

08.40 Isola Lido
Memang lido bukan merupakan isola yang terkenal di Venezia, namanya bahkan baru kudengar disini. Yang dulu sempat kubaca, ada dua isola terkenal di Venezia yaitu Murano dan Burano...eit kami malah memilih ke Lido. Tapi lido juga menawan, damai dan tenang dengan penduduknya yang ramah. "sei parla L'italiano bene.."ujar ibu penjual cartolina dengan senyumnya yang hangat. Berjalan-jalan sebentar, menyusuri pantai..eit bukan pantai ding..tapi daerah perbatasan daratan dan air..che divertente!

10.05 Piazza San Marco
Kami memutuskan untuk segera menuju tujuan utama yaitu..Piazza San Marco!!! tempat yang paling terkenal di Venezia..hmm tapi cuaca hari itu tidak terlalu bagus..gerimis rintis mengiringi langkah kami menapaki piazza San Marco. Hmm bangunan pertama yang mempesonakanku adalah...Ponte dei Sospiri! alias bridge of sigh..jembatan keluh kesah. Terkenal banget jembatan ini, aku teringat koleksi gambar-gambar veneziaku dari ensiklopedi, wah memang seindah aslinya. Ada sebuah mitos di ponte ini..kalo melintasi di bawah jembatan ini naik gondola dengan..hmm someone spesial, trus pada saat yang sama lonceng campanile berbunyi..deng..deng..deng...their luv will abide forever..kyaaa..mitos banget!boleh percaya boleh enggak...
Penjelajahan berikutnya adalah meruntuti keindahan Basilica San Marco yang berdiri kokoh dan megah..Ah, akhirnya aku bisa melihat juga bangunan aslinya setelah sekian lama hanya menatapnya dengan kagum dalam gambar di ensiklopedia, memang benar-benar anggun dan indah dengan gaya arsitekturnya yang khas. Di sekitar piazza, juga terdapat San Marco TowerBell yang menjulang tinggi seakan ingin menaklukan langit dengan warnanya yang merah kecoklatan. Bawalah remah remah biskuit bila ke venezia..ya..bermain dengan ratusan burung merpati yang berebut mencicipi remahan biskuit merupakan hal menarik yang bisa dilakukan di piazza.

13.15.Gondola..
- Naik Gondola bareng Widya dan Arif..
unforgetable moment-

Yipieee..akhirnya kesampain juga bisa naik gondola, walaupun kantong jadi bolong setelahnya. Tapi demi pengalaman tak terlupakan, kami pikir tak apalah..apalagi harga yang kami dapat lumayan miring, 20 euro per orang..hmm menurut wikitravel yang kubaca, itu harga yang lumayan buat naik gondola, karena naik gondola memang agak mahal. Gondola yang berbentuk kapal kecil berwarna hitam itu memang khusus buat turis, untuk transportasi biasa menggunakan vaporetti (bis air) ataupun taksi air. Jadilah...kita berkeliling di sekitar grand kanal piazza San Marco dengan gondola. Dan permintaan spesialku ke gondolier (orang yang mengayuh gondola) adalah..ngelewatin Ponte dei sospiri alias jembatan keluh kesah yang terkenal itu, huks tapi secara yang bersamaku adalah sahabat-sahabat tercintaku..jadi wish-nya..semoga persahabatan kami langgeng selamanya hehe..mitosnya berubah bo!
Sayang gondoliernya juga nggak mau nyanyian lagu "O Sole Mio" hmm tu lagu memang khas banget buat dinyanyian saat di atas gondola..mungkin karena harganya diskon..jadi pelayanannya juga didiskon ya kekekek...
Ternyata gondoliernya juga memakai seragam khusus, bergaris garis hitam putih, dan konon yang boleh jadi pengayuh gondola adalah lelaki asli Venezia.
Ah...sangat menyenangkan pengalaman pertama naik gondola..i wish someday..bisa mengulanginya lagi..kapan ya...???sama siapa ya???kekekek solo Dio Chi sa!

02.15. Vaporetti
Melintasi Murano dan Burano..dua isola terkenal itu. Murano terkenal dengan industri kaca dan gelasnya yang cantik, sementara Burano merupakan kota nelayan yang eksotis, dengan warna warni rumah nelayannya yang dinamis. tapi argghh kami terlalu lelah untuk turun dan menjelajah...perjalanan panjang dari perugia naik kereta semalam ternyata menyita energi kami. Jadilah kami hanya muter-muter dengan vaporetti..yup wisata di atas air. Dan juga waktu yang sempit karena harus ada di stasiun Santa Lucia jam 3 sore membuat kami tidak bisa maksimal berkeliling venezia. kereta yang akan membawaku mewujudkan mimpi di Milano telah menanti di venezia Santa Lucia.
Ah..Venezia..vorrei andare a qua un giorno..sicuramente!
Pasti, akan kujejaki lagi! Venezia..
Venezia.17 Maggio 2008












Thursday, 22 May 2008

The Greatest Moments of My Life


San, Siro 18 maggio 2008

"Tesoro..Ho porto un cuore da lontana...
Ho fatto un viaggio per molte cose..
Per Te..Milano...Italia..e per il mio grande sogno..
Grazie per fare un grande parte della mia vita..carissimo, Kakito"

Menjejakkan kaki di San Siro selaiknya Santiago yang mencapai piramida-piramida impiannya, dan begitulah getaran perasaan yang kurasakan saat akhirnya perjuangan panjangku menemui puncak mimpi. San Siro..dimana kulabuhkan sebuah hati, hati yang kubawa dari jauh, dari sebuah titik diujung sana..yang mungkin tak terlacak peta. Berangkat dari sebuah ketidakmungkinan, tapi berkat kekuatan energi ekstrapolasi mimpi-mimpi (nyontek istilahnya andrea hirata niy..) pada akhirnya semua berujung pada sebuah kenyataan sebagai jawaban dari berlikunya perjalanan yang kutempuh.
Setiap orang tau pasti apa mimpi-mimpinya, hanya saja ada yang membiarkannya hanya menjadi imaji yang membayangi dan menjalani hidup dalam khayalan semu yang menyenangkan tanpa mempunyai keberanian untuk mewujudkannya, tapi ada juga yang berbekal keyakinan bahwa segala ketidakmungkinan mewujudkan mimpi adalah sebuah dusta besar, ia memilih untuk berjalan setapak demi setapak, berpeluh dalam pahit, getir, manis dan permbelajaran di setiap tapak yang dijalaninya.Dan ia percaya penuh langkah-langkahnya menuju sebuah titik..seperti piramidanya Santiago dalam the alkemis. Dan aku..adalah Santiago yang telah menemukan piramida-piramida mimpinya.
Dan karena itulah kukatakan 18 maggio 08. The Greatest Moment of My life..
Pada titik ini, aku menengok ke belakang dan terlintas sederet peristiwa dan perjalanan panjang. Tergambar jelas saat harus duduk di bawah beralaskan koran bekas di kereta ekonomi parahiyangan menuju bandung, meringkuk berpeluk tas backpackku tatkala menunggu pagi menjelang di stasiun senen, tersesat di terminal Pulo Gadung dan saat terduduk diam di depan kantor DIKTI menjelang magrib tanpa tau harus kemana. Berbenturan dengan keadaan sulit dan pahit, berurusan dengan orang-orang sulit, dan pernah mengutuki nasib. Pernah kurasakan badai dalam hidup dimana mimpi yang hampir kugenggam tiba-tiba dirampas di tengah jalan, dimana dunia terasa terbalik.
Tapi itulah perjalanan panjang yang penuh pembelajaran, aku tidak pernah menyesal mengerahkan seluruh energi untuk sampai pada puncak-puncak mimpi.
Bermimpilah, dan kau harus mempunyai keyakinan dan keberanian untuk mewujudkannya..
Dan niscaya seluruh jagat raya akan membantumu untuk mewujudkannya.

Yipieee..The Red Devils..Campione..Campione..



Yipieee...Complimenti!

Yuhui..The Red Devils akhirnya meraih double winner tahun ini. Setelah pertarungan panjang yang harus diakhiri dengan adu penalti yang mendebarkan melawan The Blues Chelsea, akhirnnya setan merah berhasil merengkuh kembali supremasi tertinggi di eropa. Yup..juara liga champhions..gelar paling prestisius di kancah persepakbolaan eropa, akhirnya kembali ke kandang Old Trafford setelah meraihnya dengan dramatis pula pada tahun 1999.

Mr.Alex Fergusson..hmm ni pelatih yang telah lumutan sejak aku jatuh cinta sama MU zaman SMAan..eit ternyata sampai sekarang masih piawai juga menggabungkan darah-darah muda kayak si bengal crist ro, teves, carrick dkk dengan mentalitas matang pemain-pemain senior kayak scholes, giggs. Walah Ryan giggs...ni pemain setia banget sama MU, udah karatan tapi tetep bisa menunjukkan tajinya...Ah, David..i wish U still there (huu..sedih deh si pangeran MU yang terusir dari Old Trafford 2003). Pertandingan semalam lumayan menunjukkan kelasnya, permainan yang apik dan terbuka, secara kedua tim udah hapal tipe permainan masing-masing..yup..all english final..bahkan hampir di semifinalpun dipenuhi tim-tim dari inggris raya. Memang musim ini tim-tim dari daratan pangeran charles ini tengah menguasai eropa. Yah..Calcio..pada puncak kejuaraannya selalu memperlihatkan dua sisi yang berbeda..crist Ro yang menangis tersedu saking terharu dan bahagianya(plus nyesel dikit gara2 penaltinya nggak masuk), dan di sisi lain il capitanonya Chelsea John Terry tak bisa menahan tangis di pelukan pemain lain yang menghiburnya..piala champhions terlepas dari tangan, dan salah satunya karena tendangannya melebar dari gawang Edwin van der Saar. Dan begitulah sisi sepakbola yang selalu menarik untuk dinikmati. Dan hanya penggemar sejati yang tau rasanya..hehehe..bagiku Football is life..bukan hanya sebuah permainan menggocek bola, entertainment ato pemain2 yang rupawan. Bola telah menjadi bagian hidup sejak SD kali ya..mendarah daging, dan banyak memberikan pelajaran bagaimana berjuang sampai akhir, dan berjiwa besar saat harus menerima kekalahan.

Complimenti Manchester!! Bravo...salam buat seluruh the red devils..yipiee..double winner!

Wednesday, 14 May 2008

Waiting 4 Ur Miracle..

questa settimana e pesante settimana per me..Non lo so..bisogno una energia positiva.
Bisogno te sta tempo!!
sento da sola..huks..
Dio..rispondami per favore..
Bisogno il suo miracolo!Credo di Te..sempre..

Tuesday, 13 May 2008

Dio..Chi e??

Dio..Chi e' (Tuhan..siapa dia?)..per me non c'e Dio.. (bagiku..Tidak ada Tuhan). Dia mengucapkan kalimat itu dengan ringan, tanpa ekspresi seperti biasa..Tapi kalo mau ujian, baru aku ke Tempio untuk berdoa..kali ini dia nampak tertawa sambil mengatakannya.
"sono budismo, ma non credo Dio" (Aku seorang penganut Budha, namun aku tidak percaya adanya Tuhan).
Aku memandangnya sekilas, menilik mata sipitnya sebentar saat kami berada di kereta menuju Chiusi-Chianciano Terme untuk pulang ke Perugia. Hmm..mungkin bila aku terus berlumut di Indonesia, aku tidak akan pernah mendengar pernyataan seperti itu..hmm mengejutkan, namun begitulah realitas adanya banyak pandangan manusia atas hidupnya. Mereka merasa bebas, tidak terikat, dan kadang berbicara atas nama rasionalitas dalam mensikapi kepercayaan suatu agama. "Agama di jepang, bukanlah hal yang penting" tukasnya menambahkan. Yah...kadang saat aku bertanya pada seorang Giapoonese (orang jepang) di kelas " sei buddhismo?".."hmm..Non Lo so!" (hmm.. aku tidak tau).
Begitulah sebuah cermin yang bisa kubaca..walau mungkin hanya permukaannya saja. Aku bukanlah ingin menyudutkan suatu bangsa, ataupun suatu pandangan akan kepercayaan. Aku hanya melihatnya sebagai suatu diversitas pandangan manusia akan keberadaannya sebagai makhluk di dunia. Tidak bermaksud untuk mengedepankan suatu agama sebagai agama yang paling benar.Bagiku agama adalah way of life..agama bukanlah setumpuk larangan dan kewajiban..bukan suatu aktivitas religius tanpa makna, bukanlah suatu hukum perdagangan dimana kita harus runtut menghitung pahala. Dan bukan sekedar memandang lurus akan tujuan akhir surga atau neraka, sama sekali bukan. Ingin menyerapinya sebagai bagian dari langkah dan sikap hidup. Dan dengan melihat berbagai perbedaan pandangan, aku belajar..bukan untuk menghakimi, tapi untuk lebih mengerti, Spero studiare bene..

Bejana Artifisialku

Kami bukan air yang mengalir dari sungai yang sama..
Tapi ada laut yang dengan rendah hati menunggu kami di penghujung
Dan mungkin akan mengalunkan arus yang sama
Suatu hari..
Yang tidak diketahui siklus air kapankah menguapkanku
Menuju ke dunia lain, dimana segala warna mencoba membutakanku
Dan angin mengabarkan mimpi-mimpi dari seberang
Dan sebuah bejana artifisial menampungku sesaat
Memenuhi cangkirku dengan segala rasa yang pernah diciptakan manusia
Memaksaku mencecapi renjatan-renjatan penuh pesona hedonisme
Memaknainya dengan kerja syaraf-syaraf kepalaku
Menyelami apa yang ada dibalik kacamata orang-orang itu
Befana artifisialku..
Memberikanku sejuta pembelajaran dan jawaban

Piazza Danti 21 01.30

Tuesday, 6 May 2008

Mencelupkan Kehidupan di Perugia..

Sebulan lebih di Perugia..Mencelupkan kehidupan selama 3 bulan disini memang serasa singkat. Mencelupkan kehidupan, yup..begitulah kunamai apa yang tengah terjadi dalam hidup. Aku datang dengan latar belakang, budaya, karakter dan nilai yang kupegang, dan aku datang kesini bukan untuk ikut tergerus arus budaya dan nilai bangsa lain. Melihat sebuah dunia yang berbeda bukan berarti harus ikut mengalir mengikuti apa yang mereka sebut sebagai sebuah peradaban tinggi. Perugia adalah sebuah bejana besar yang setiap waktunya diisi oleh ratusan orang yang datang silih berganti, berbagai negara, budaya dan karakter. Mereka datang ke Perugia rata-rata memang untuk "mencelupkan hidup" selama 1 bulan ataupun paling lama 1 tahun. Tidak banyak yang bisa ditawarkan dari mereka yang berpikir mengenal sepintas manusia dari bangsa lain, bahkan mungkin tidak untuk sebuah persahabatan? entahlah...
"Teman, di Perugia hanya sebuah tanda sebuah eksistensi kalau kita ada dan hidup di sini!" ujar sahabatku, sesama orang indonesia. Walaupun tetap saja terhalang sebuah perbedaan, tapi sebuah pengalaman yang mendalam untuk bisa mengenal apa yang selama ini tidak pernah kubayangkan, hal-hal yang jauh dari jangkauan pikiranku.
Entahlah..Tapi walau hanya sebentar mencelupkan kehidupan, tak bisa dipungkiri ada persahabatan manis antar bangsa yang kadang unik untuk dimengerti, pemahaman karakter yang berbeda. Hmm orang jepang dengan dualisme karakter yang pernah kupikir punya kepribadian ganda hehehe..abis kalo di kelas serius banget, tapi kalo lagi jalan bareng asyik^_^. Si svitzerland yang hangat dan ramah, koreano yang lebih terbuka dan easygoing daripada orang jepang...eit entahlah soalnya koreano yang kukenal adalah pastur muda yang...
Tapi Haaah..Perugia tetaplah Perugia, kota kuno yang menakjubkan..apalagi saat musim semi..bunga-bunga yang bermekaran, menambah keindahan yang begitu eksotis di tempat ini. Aku merasa Perugia adalah " rumah", begitulah. Saat bepergian ke luar kota di akhir minggu, aku merindukan rumahku..Perugia. Piazza danti 21 he..he..akan menjadi naunganku dalam mencelupkan kehidupan di itali.

Hmm..Nonton Langsung Siena Vs Juventus

-Siena, 4 Maggio 2008-

Kekecewaan nggak bisa nonton pertandingan derby Milan vs Inter gara-gara tiketnya abis agak terobati dengan pergi ke Siena untuk nonton langsung Siena Vs Juventus. Untunglah bisa dapet tiket pertandingan itu, karena temenku di Siena bisa dapetin tiket lewat jalur belakang (waaa indonesia bangetttt)..he..he...dia kenal seorang petugas stadion, jadi dia bisa mesenin tiket untukku tanpa paspor dan dokumen lainnya. Maklum tiket pertandingan bola nggak seperti tiket bola di indonesia, disini tercetak nama, no paspor dan keterangan lainnya dan harus nunjukin dokumen sesuai yang tertulis sebelum masuk stadion. Syukurlah jadi nggak harus antri berjam-jam dengan para juventini yang rela pergi ke Siena untuk ngantri tiket beberapa hari sebelum pertandingan. Walaupun terus terang harganya hmm caro! 20 euro..temenku yang wartawan olahraga di Jawa Pos pun berkomentar "wah..bisa berapa kali tuh bu buat nonton bola di indo?"he..he... . yah, demi pengalaman berharga ggp deh. Grazie mille rif, buat tu tiket dan akhirnya kita bisa ngomong ngapak-ngapak di Itali..huehehe..wong kebumen mau didaratkan di mana saja teteeep..njawani!

Tiket dah habis diserbu 2 hari sebelum pertandingan, jadi temanku si Giapponese yang pergi barengan ke Siena terpaksa harus ngeliat dari luar stadion gara-gara nggak dapet tiket huks...che peccato!
Stadio Comunale Artemio Franchi terletak nggak jauh dari centro, Kami berjalan dari pemberhentian bus ke arah Stadion..walaupun berkali-kali harus nanya " Scusa, dove' il stadio di Siena?" hmm kadang-kadang ada orang yang menunjukkan arah yang salah..stai attento! hati-hati loh...
Stadio Artemio Franch
i tidak terlalu besar,hanya berkapasitas 15, 373 penonton.hmmm stadion gelora senayan kayaknya jauh lebih keren deh. Tapi seperti yang temenku bilang " Stadion disini kecil, jadi malah untung...bisa ngeliat pemaen dan jalannya permainan dari dekat".
Ahhh dan memang benar, Aku dapat ngeliat Del Piero dari jarak sekitar 5 meter..huuuuu..che carino! Walaupun bukan fansnya del piero tapi terus terang excited juga melihat pemain dengan nama besar seperti alex del piero secara langsung. Aku duduk di zona pendukung Juve, di curva Interro..hmm jelas dan deket banget dengan lapangan. Wah tifosi juve yang jauh-jauh datang dari Torino bener-bener gilaaa..mereka nggak ada cape-capenya beryel-yel sepanjang pertandingan, membentangkan poster-poster gedhe, dan bernyanyi dengan kompaknya. Aku benar-benar bisa merasakan atmosfer pertandingan yang luar biasa!! Ternyata para tifosi mempunyai lagu khusus buat setiap pemain Juve.."Gigi..Gigi..Buffon!! bla..bla..aku lupa gimana lagunya he..he.." wah, dan Gianluigi Buffon, si portiere nan elegan itupun melambai ke arah kami...hmm che bello!
"Wah ternyata mereka kayak orang biasa juga ya?" komentar temanku saat melihat para pemain bola itu. Ya iyalah..memangnya mereka malaikat..he..he..maklum biasanya kami melihatnya di TV. Dia sebenarnya nggak suka bola, tapi tetep ikut denganku coz excited buat nonton liga itali..kapan lagi bo, mumpung di Itali!
Yah, memang pengalaman yang menakjubkan melihat pemain-pemain besar secara langsung, sederet pemain yang dulu hanya bisa kulihat di layar TV, sekarang bisa kulihat secara langsung. David Trezequet, Pavel Nedved, Cammonaresi, Nicola Leggrotaglie (hmm lui e molto carino ^_^), gigi buffon, hasan Salihamidzic..wah..hari yang luar biasa!
Sayangnya Juve kalah..0-1 huuu..lawan tim sekelas Siena seharusnya mereka bisa menang, tapi ya..seperti kata komentator-komentator bola di indonesia " bola itu bundar..ato..bola itu bukan matematika..bla...bla.." huks jadi kangen niy sama indonesia.
"Dai..dai...dai.." Berkali-kali teriakan para tifosi didepanku mekakakkan telinga..yup, ayo..ayo..gitulah kira2 kalo pen
onton di senayan berteriak. Di Stadion, kita bisa lebih melihat karakter sebenarnya orang italia, hampir mirip sama orang indonesia he...he...mereka marah saat penonton di sisi depan nonton dengan berdiri, alhasil penonton yang dibelakangnya nggak bisa melihat pertandingan dengan jelas.. " Kalo nonton bola di inggris, orang nonton sambil duduk!...Siedi, per favore!"teriak seorang bapak dalam bahasa itali yang kesal dengan tingkah penonton lainnya. Tapi untunglah semuanya berakhir dengan baik, walaupun Juve kalah, nggak ada kerusuhan yang berarti. Seorang ce' itali yang duduk di depanku nampak tergesa-gesa merogoh kertas di sakunya saat akhir pertandingan terdengar pengumuman hasil-hasil pertandingan liga itali lainnya..wuiih ternyata tu kartu judi!! Wew..disitu terlihat skor-skor pertandingan yang dipilihnya..hmmm...itulah sisi lain dari sepakbola.
Sono molto contenta perche Milan ha Vinto!!! yesss..hatiku terlonjak girang saat mendengar Milan menang lawan Inter di partai derby 2-1 (Inzaghi, Ricky kaka ^_^)..bravo!!!dan yang lebih menggembirakan lagi Fiorentina kalah melawan cagliari, itu artinya sekarang Milan ada di posisi 4, masuk ke zona Champhions..huu masih ada 2 partai lagi.
Dan tanggal 18 mei..bila Tuhan mengijinkan...Aku akan berdiri di San Siro!..San Siro, Aspettame...
Ah, Perjalanan ke Siena menyimpan banyak hal, perjalanan yang panjang (pulang ke perugia jam 1.30 malam bbrr), hal yang menakjubkan dan ada juga jawaban dari Tuhan yang kumengerti pada akhirnya, kini..hatiku telah mendengar apa kata kepalaku..
video

Thursday, 1 May 2008

Pisa...landmark of Italy